Home
/
Automotive

Yamaha dan 19 Pembalap Mundur dari MotoGP Qatar, Apa Alasannya?

Yamaha dan 19 pembalap MotoGP mundur dari MotoGP Qatar 2026 akibat konflik Timur Tengah serta kekhawatiran serius akan jaminan keamanan.

Yamaha dan 19 Pembalap Mundur dari MotoGP Qatar, Apa Alasannya?

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Yamaha dan 19 pembalap memutuskan mundur dari MotoGP Qatar 2026.
  • Penarikan diri ini dipicu oleh konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan kekhawatiran keamanan.
  • Yamaha secara resmi mengonfirmasi mundurnya mereka, mengacu pada penilaian risiko dan kebijakan pembatasan perjalanan perusahaan, serta saran dari pemerintah Jepang.
  • Jack Miller menyebutkan bahwa 19 dari 22 pembalap menolak balapan di Qatar karena penyelenggara dianggap gagal memberikan jaminan keamanan, evakuasi, dukungan medis, dan asuransi.

Uzone.id - Yamaha dan 19 pembalap memutuskan untuk mundur dari MotoGP Qatar 2026. Konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah membuat beberapa pihak tidak akan berpartisipasi pada balapan yang akan digelar di Sirkuit Doha akhir pekan ini.

MotoGP Qatar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6-8 November 2026, namun situasi yang masih memanas di Timur Tengah membuat sejumlah pihak khawatir menghadiri gelaran tersebut.

Para pembalap MotoGP sudah mengadakan beberapa pertemuan tertutup dalam beberapa pekan terakhir untuk menyampaikan kekhawatiran mereka terkait seri Qatar.

Yamaha diketahui mundur dari MotoGP Qatar 2026 berdasarkan ungkapan dari pembalapnya yaitu Alex Rins. Bahkan pemerintah Jepang yang menjadi tuan rumah pabrikan Yamaha, sudah menyarankan untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke Qatar.



Ungkapan Alex Rins ini dikonfirmasi secara resmi oleh Yamaha sendiri. Dalam pernyataan tertulisnya, Yamaha menilai kondisi di Timur Tengah membuat pabrikan tidak mau ambil risiko untuk ikut balapan.

"Menyusul penilaian terkini terhadap situasi di Timur Tengah, Yamaha tidak akan menemukan alasan yang cukup kuat untuk mengubah kebijakan pembatasan perjalanan yang berlaku di seluruh perusahaan. Oleh karena itu, Yamaha telah menginformasikan kepada MotoGP Group mengenai keputusannya untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar 2026," bunyi pernyataan Yamaha Motor Co., Ltd.

"Keputusan ini mencerminkan penilaian Yamaha terhadap informasi yang tersedia saat ini dan tidak bergantung pada langkah-langkah yang diterapkan oleh MotoGP Group maupun penyelenggara acara. Yamaha tetap berkomitmen penuh terhadap MotoGP dan menantikan untuk kembali berkompetisi pada Grand Prix Portugal," lanjut pernyataan tersebut.





Bukan cuma Yamaha, sejumlah media melaporkan mengenai adanya surat yang ditandatangani oleh sebagian besar pembalap dan dikirimkan kepada MotoGP Group sebagai upaya terakhir untuk membatalkan MotoGP Qatar 2026.

Jack Miller yang juga pembalap Pramac Yamaha, menyatakan terdapat 19 dari 22 pembalap yang sepakat agar MotoGP Qatar 2026 tidak dilaksanakan.

Laporan mengatakan, Jack Miller merasa penyelenggara gagal menangani kekhawatiran para pembalap terkait keamanan bila balapan terus berjalan di tengah konflik panas di Timur Tengah.



"Saya tidak ingin pergi (ke Qatar)," ucap Miller saat menjelaskan ada 19 pembalap dengan pendapat yang sama, dikutip dari Grande Premio.

Pembalap asal Australia itu mengatakan pembalap meminta jaminan terkait evakuasi, dukungan medis, hingga asuransi jika situasi keamanan memburuk.

Namun Miller bersikeras bahwa perlindungan finansial tidak dapat menggantikan tanggung jawab penyelenggara dalam memutuskan keberlangsungan balapan di Qatar.

Sayangnya tidak dijelaskan secara lengkap mengenai 19 pembalap yang menolak untuk datang ke MotoGP Qatar 2026. Namun dari jumlahnya yang sudah mendominasi, tentu mewakili keputusan semua pembalap MotoGP.

FAQ Artikel

Mengapa Yamaha dan beberapa pembalap mundur dari MotoGP Qatar 2026?

Mereka mundur karena konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah dan kekhawatiran mengenai situasi keamanan di lokasi balapan.

Siapa saja yang memutuskan untuk mundur dari MotoGP Qatar 2026?

Yamaha Motor Co., Ltd. dan 19 dari 22 pembalap MotoGP telah memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam balapan tersebut.

Kapan MotoGP Qatar 2026 dijadwalkan berlangsung?

MotoGP Qatar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6-8 November 2026.

Apa alasan spesifik Yamaha mundur?

Yamaha menilai kondisi di Timur Tengah terlalu berisiko dan tidak menemukan alasan cukup kuat untuk mengubah kebijakan pembatasan perjalanan perusahaan, serta mengikuti saran dari pemerintah Jepang untuk menghindari perjalanan tidak mendesak ke Qatar.

Apa kekhawatiran para pembalap terkait MotoGP Qatar 2026?

Para pembalap, termasuk Jack Miller, khawatir tentang keamanan, evakuasi, dukungan medis, dan asuransi jika situasi memburuk. Mereka merasa penyelenggara gagal menangani kekhawatiran tersebut.

Brian Priambudi

Brian Priambudi

Jurnalis

Berpengalaman dalam review mobil dan motor.  Pengalaman menjadi jurnalis otomotif sejak 2018.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article