
Uzone.id - Yamaha memajang motor-motor yang cukup canggih di ajang Japan Mobility Show 2025, salah satunya adalah MOTOROiD:Λ yang bisa berdiri sendiri saat jatuh.
Yamaha MOTOROiD:Λ sejatinya adalah motor konsep baru yang dilengkapi teknologi self-balancing. Menariknya teknologi ini bukan hanya bisa berdiri secara otomatis, tetapi bisa bangun setelah terjatuh.Fitur ini masih seperti mimpi dari teknologi masa depan yang belum hadir di motor produksi massal.
Kemampuan Yamaha MOTOROiD:Λ tentu langsung menjadi pusat perhatian karena memperlihatkan potensi besar pengembangan teknologi roda dua berbasis kecerdasan buatan alias AI.
Proyek Yamaha MOTOROiD sendiri sudah dimulai sejak 2017, namun versi terbarunya terus dikembangkan hingga menjadi jauh lebih maju dari tahap awalnya.
Yamaha melakukan demonstrasi yang menunjukkan bagaimana MOTOROiD:Λ bisa mengatur posisi roda dan sasisnya menggunakan sensor giroskop serta aktuator pintar.
Dengan dua teknologi tersebut,Yamaha MOTOROiD:Λ bisa bangkit sendiri dari posisi terjatuh hingga rebah 180 derajat di tanah. Proses ini berjalan sepenuhnya otomatis tanpa campur tangan manusia.
Yamaha mengatakan sistem ini merupakan bentuk AI berbasis pembelajaran penguatan (reinforcement learning), di mana motor akan belajar untuk memahami keseimbangan dan posisi ideal dari pengalaman sebelumnya.
Sehingga setiap motor terjatuh dan bangkit secara otomatis, sistemnya akan menjadi jauh lebih pintar dan efisien.
Fitur lain yang ditanamkan
Selain self balancing system, Yamaha juga menanamkan fitur AI Adaptif. Di mana sistem kecerdasan buatan akan mempelajari cara pengendara berinteraksi dengan motor.
Kemudian AI Adaptif akan menyesuaikan interaksi pengendara dengan respon mesin, kemudi, hingga keseimbangan agar lebih natural.
Yamaha juga membenamkan kemampuan face recognition alias pengenalan wajah. Sistem ini mampu mengenali wajah pengendara hingga ke gesturnya, sehingga motor bisa menyapa dan mengikuti pemiliknya secara mandiri.
Belum diproduksi masal
Teknologi dari MOTOROiD:Λ memang terbilang luar biasa canggih, sayangnya Yamaha menegaskan kalau inovasi mereka masih berstatus konsep eksperimental.
Artinya pabrikan dari Iwata, Jepang, itu belum memiliki rencana untuk memproduksi Yamaha MOTOROiD:Λ secara massal dalam waktu dekat atau mengambil teknologinya untuk dipasangkan ke produk yang sudah ada saat ini.
Alasannya cukup rumit, untuk memproduksi massal teknologi tersebut membutuhkan biaya produksi yang tinggi, daya tahan sistem sensor, dan integrasi keamanan di jalanan umum.
Menariknya para insinyur di Yamaha menilai teknologi ini akan menjadi dasar bagi generasi baru motor listrik dan sistem bantuan pengendara di masa depan.