
Uzone.id - Sudah lebih dari satu dekade, MIUI menjadi sistem operasi untuk semua smartphone dan tablet keluaran Xiaomi yang beredar di pasaran. Namun di tahun ini, tak ada lagi MIUI 15, MIUI 16, dan seterusnya, karena Xiaomi resmi menggantikan sistem operasi andalannya tersebut dengan HyperOS.
Xiaomi menjanjikan experience yang benar-benar baru melalui HyperOS. Sistem operasi ini dirancang bukan hanya untuk smartphone atau tablet saja, melainkan ekosistem Xiaomi secara keseluruhan, seperti AIoT, smart home bahkan sampai mobil listrik.Berikut ini tim Uzone.id rangkum berbagai fitur, kelebihan, syarat update, hingga perangkat yang dapat update HyperOS, dikutip dari berbagai sumber pada Selasa (14/11).
OS yang fleksibel
Produk Xiaomi gak cuma smartphone dan tablet saja. Xiaomi mengklaim, katalog produk mereka mencakup lebih dari 200 kategori dengan total 1,175 miliar pengguna.
Dengan banyaknya kategori produk tersebut, Xiaomi menghadapi tantangan tentang mengatur kompleksitas yang timbul dari banyaknya OS perangkat, termasuk bagaimana mereka saling terhubung satu sama lain.
Dikembangkan sejak 2017, HyperOS akhirnya muncul sebagai solusi untuk menyatukan semuanya ke dalam satu kerangka sistem yang saling terintegrasi.
“Tujuan utamanya adalah untuk memberikan kinerja perangkat yang baik, memastikan pengalaman pengguna yang konsisten, dan memfasilitasi konektivitas tanpa batas di semua perangkat,” jelas Xiaomi.
HyperOS sendiri mendukung lebih dari 200 platform prosesor dan lebih dari 20 sistem file standar yang mencakup ratusan jenis perangkat dan ribuan SKU. Makanya, OS ini memiliki konfigurasi, pengoperasian, dan penerapan yang fleksibel, sesuai dengan kebutuhan hardware perangkat.
Xiaomi mengklaim, HyperOS kompatibel pada perangkat dengan RAM 64 KB sampai 24 GB, lantaran sistem ini hanya mengonfigurasi sumber daya yang diperlukan berdasarkan perangkat keras yang berbeda-beda.
Ukuran firmware lebih kecil, performa lancar
Di smartphone sebagai contoh, ukuran firmware HyperOS hanya 8,75 GB saja, jauh lebih kecil dari OS smartphone kebanyakan yang di atas 10 GB atau bahkan mencapai 20 GB besarannya.
Berkat ukuran yang lebih kecil, performa smartphone yang berjalan di HyperOS juga bisa ditingkatkan. Misal main game, sebuah tugas yang notabene membutuhkan banyak sumber daya.
Dengan HyperOS, frame rate pada game jadi lebih stabil dan konsumsi daya baterai juga lebih rendah ketimbang menggunakan Android Stock atau OS yang telah disesuaikan lainnya.
Buat ponsel ‘spek kentang’, HyperOS bisa membagi tugas di beberapa unit komputasi untuk pemrosesan yang lebih lancar lagi.
Untuk mengoptimalkan kinerja pula, HyperOS mengalami restrukturisasi pada modul teknis, seperti sistem file, manajemen memori, subsistem pencitraan, dan sistem jaringan.
Kontrol semua perangkat dalam genggaman
HyperOS didukung teknologi HyperConnect, sebuah framework Cross-End Intelligent Connectivity yang memfasilitasi jaringan real-time antar perangkat. Dengan teknologi ini, pengguna dapat mengontrol hampir seluruh rangkaian ekosistem Xiaomi yang terhubung secara seamless.
“Memberi mereka kemampuan untuk memantau dan mengelola ekosistem yang saling terhubung dengan mudah dari mana saja, baik di rumah, jalan, atau di kantor,” jelas Xiaomi.
Berkat teknologi tersebut, HyperOS dapat menyelaraskan semua perangkat yang terhubung. Misal, beralih kamera saat konferensi video, mengakses kamera mobil listrik Xiaomi dari smartphone, mengakses kamera belakang ponsel dari tablet atau laptop, menghubungkan tablet ke internet melalui smartphone, dan sebagainya.
Konten yang di-copas sampai notifikasi juga bisa diakses dengan mudah antar perangkat.
Punya pusat AI, HyperMind
Sistem artificial intelligence (AI) pada sistem operasi HyperOS ditingkatkan. Xiaomi menghadirkan teknologi namanya HyperMind, pusat AI yang secara otomatis mempelajari kebutuhan pengguna, dan menyesuaikan perangkat dengan kebutuhan mereka.
Contoh kasus, jika pengguna selalu menyalakan lampu ruang tamu saat membuka pintu pintar rumahnya, maka HyperMind akan secara otomatis mempelajari pola tersebut dan melakukan hal yang sama persis dengan kebiasaan pengguna.
Untuk sistem AI pada smartphone, ada Xiaomi AI Assistant yang punya berbagai kemampuan, seperti speech generation dan peringkasan artikel. Ada juga fitur subtitle real-time yang dapat mentranskripsikan percakapan pada konferensi video menjadi ringkasan rapat yang rapi.
Yang menarik, ada Mi Canvas khusus tablet. Pengguna bisa corat-coret asal, dan AI akan mengubahnya menjadi sebuah karya seni yang indah. Tugas-tugas bikin presentasi juga bisa dilakukan dengan Xiaomi AI Assistant pada HyperOS.
Lebih aman
Xiaomi mengembangkan Trusted Execution Environment (TEE) yang mencakup berbagai lapisan keamanan ponsel dan perangkat Xiaomi lainnya, seperti biometrik, password, dan lockscreen.
Sistem ini dibuat khusus untuk melindungi informasi sensitif pada perangkat, terlebih HyperOS sendiri akan menghubungkan banyak perangkat Xiaomi secara seamless, sehingga perlu sistem keamanan terpadu untuk melindungi transmisi data antar perangkat juga.
OS yang open source
HyperOS dirancang secara open source, sehingga brand lain dapat menggunakan OS ini untuk membentuk ekosistem perangkat yang kian lengkap, khususnya untuk produk IoT.
HyperOS sendiri berbasis Xiaomi Vela, platform untuk perangkat IoT yang dikembangkan berdasarkan NuttX.
“Xiaomi HyperOS adalah sistem operasi yang berpusat pada manusia yang dirancang dan disesuaikan untuk menghubungkan perangkat pribadi, mobil, dan produk rumah pintar dalam ekosistem pintar,” pungkas Xiaomi.
Syarat penting sebelum update HyperOS
OS baru, syarat update pun diperbarui oleh Xiaomi. Beredar informasi kalau smartphone Xiaomi yang sebelumnya melakukan unlock bootloader, maka tidak mendapatkan update ke HyperOS. Hal ini berlaku bagi perangkat yang masih berjalan di OS MIUI atau sudah menjalankan HyperOS.
Saat bootloader ponsel dikunci kembali, barulah pembaruan akan langsung diberikan. Kemudian, Xiaomi juga akan mempersulit proses unlock bootloader dengan alasan keamanan, perlindungan data, dan pengalaman pengguna.
Kalau sebelumnya pengguna MIUI hanya perlu mendaftar lewat aplikasi dan menunggu kurang lebih seminggu agar bootloader dibuka, HyperOS jauh lebih sulit lagi. Selain harus menunggu satu mingguan, status pengguna pada Xiaomi Community Forum juga harus mencapai level 5.
Syaratnya juga diperketat, dimana maksimal hanya tiga perangkat yang bisa di-unlock bootloader setiap tahunnya. Dikutip dari Gizmochina, aturan-aturan ini hanya berlaku di China saja, dan belum diketahui apakah pasar global juga diterapkan aturan yang sama atau tidak.
Daftar perangkat yang kebagian update HyperOS
Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini daftar smartphone dan tablet Xiaomi, Poco, serta Redmi yang dapat update ke HyperOS:
Xiaomi
POCO
Redmi