
-
Ilustrasi logo YouTube (Foto: Unsplash)
Baca juga: Kebijakan YouTube yang Rugikan YouTuber
Penelitian melakukan klasifikasi terhadap lebih dari 760 saluran Youtube yang berorientasi politik. Semua dikategorikan berdasarkan kecenderungan umum, topik, dan kedekatan dengan media arus utama yang populer di masyarakat.
Youtube menghapus hampir semua saluran dengan konten konspirasi dan provokatif sehingga radikalisme dan ekstremisme bisa dicegah. Pengguna yang sudah menyimak materi akan ditanyai mengenai kontennya.
Baca juga: Standar Musik Sukses Dilihat dari Jumlah Penonton di YouTube
Ledwich dan Zaitsev berpendapat bahwa hasil ini menyangkal anggapan yang mengaitkan Youtube dengan radikalisme.
Memang studi ini tidak menganggap Youtube memiliki bias antikonservatif, tetapi ada kecenderungan bahwa algoritma situs tersebut jarang merekomendasikan video yang bertentangan dengan pandangan pengguna.
Malahan Youtube seolah pro pada saluran arus utama. Demikian yang dikutip dari Engadget,
Namun, paling tidak, studi mementahkan asumsi bahwa sistem rekomendasi Youtube membuat ide-ide ekstrem menyebar.