
-
Startup di bidang teknologi pendidikan Zenius Education tengah fokus mengembangkan kinerja dan kompetensi para guru di Tanah Air. Pemberdayaan para guru berbasis teknologi digital diyakini bisa membantu pengembangan pola pendidikan yang sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
“Guru merupakan aspek penting dalam menunjang keberhasilan belajar mengajar … Teknologi tidak serta-merta dapat menggantikan peran guru, tapi justru dapat digunakan sebagai kanal untuk memberdayakan para guru sehingga dapat menjawab tantangan pendidikan di era digital,” kata Chief Education Officer and Founder Zenius Education Sabda PS.Startup yang sejak 2004 silam memberi layanan bimbingan belajar daring ini meyakini disrupsi digitalisasi tidak bisa menekankan pada aspek pengembangan infrastruktur pendidikan untuk siswa semata. “Semua itu harus diiringi dengan peran afeksi yang diberikan guru, supaya SDM Indonesia tidak hanya unggul dari segi kognitif semata.”
Ia merujuk pada data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menyebutkan hingga Maret 2019, terdapat lebih dari 3 juta guru di Indonesia, dengan jumlah siswa pada tahun ajaran 2018/2019 dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK mencapai 45 juta orang.
Bahkan, bila ditambah dengan siswa di sekolah yang bernaung di bawah Kementerian Agama, sekitar 8 juta dengan 680.000 guru, maka rasio tenaga pengajar itu mencakup 3,7 juta guru yang mengawal perkembangan 53 juta siswa.
“Rasio perbandingan guru dan murid yang belum berimbang berpotensi menghambat kemajuan dunia pendidikan di Tanah Air. Ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para guru untuk dapat beradaptasi, terutama di era digital dimana arus informasi berjalan begitu cepat,” katanya.
Untuk itulah Zenius menggandeng We The Teachers, lembaga nirlaba yang sejak 2014 membantu pengembangan kompetensi guru di pelosok nusantara. Kolaborasi dari pendekatan online dan offline yang akan dilakukan keduanya diyakini bakal mampu mempercepat peningkatan kompetensi dan efisiensi para guru.
“Dari interaksi dengan 7.000 guru di Indonesia, kami mendapati bahwa 50-60 persen waktu mereka banyak dihabiskan untuk kegiatan administratif seperti menyusun rancangan proses pembelajaran. Hal itu membuat guru sulit untuk fokus memberikan pelajaran pada para siswa,” kata Founder We The Teachers Amanda Witdarmono.
“Guru dapat menggunakan bantuan teknologi untuk mengefisiensikan tugas-tugas administratif mereka … Teknologi akan memberikan ruang gerak untuk para guru dapat benar-benar menjadi pendidik yang memfasilitasi pembelajaran.”
Untuk menjalankan pemberdayaan jutaan guru dan siswa itu, mereka juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa. “Semakin banyak yang turut berkecimpung akan mempercepat pemberdayaan guru dan siswa di Indonesia.
“Kami berharap platform digital memudahkan akses dan peningkatan kemampuan guru dan pelajar. Semoga dalam 3-5 tahun dengan bantuan teknologi, peningkatan kualitas SDM Indonesia dapat dipercepat 10 hingga 20 kali lipat,” kata Sabda.
Untuk tahap awal, kerja sama tersebut difokuskan pada dua program utama:
Di kesempatan ini, Amanda Witdarmono juga didaulat menjadi Chief of Education Initiatives Zenius Education. “Pengalaman dan pengetahuan Amanda dapat menjadi dasar Zenius untuk memformulasi program-program pengembangan guru yang efektif dan tepat sasaran ke depannya.”
(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)
This post Zenius dan We The Teachers Fasilitasi Pemberdayaan Guru dengan Platform Digital appeared first on Tech in Asia.
The post Zenius dan We The Teachers Fasilitasi Pemberdayaan Guru dengan Platform Digital appeared first on Tech in Asia Indonesia.