icon-category Startup

'Indigo Unlock', Program Startup dari Indigo untuk Validasi Produk

  • 24 Jun 2022 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id – Membangun dan membesarkan startup terlihat begitu membanggakan, namun di balik itu semua ada proses yang tak melulu mulus. Para founder perlu membuktikan bahwa produk atau layanannya dapat diterima dan memang dibutuhkan oleh pasar. Istilah lainnya, validasi produk.

    Pentingnya proses validasi produk ini diamini oleh Indigo Telkom. Inkubator startup ini bekerja sama dengan IndigoHub untuk mengadakan program bernama Indigo Unlock. Indigo Unlock dapat dimanfaatkan oleh para startup binaan Indigo untuk memvalidasi produk dan layanan yang mereka tawarkan ke target market yang sesuai melalui model use case, partnership, dan komersialisasi.

    Tujuan program Indigo Unlock ini pun, penting bagi para founder. Apalagi masih di fase awal merintis startup. Seringkali proses ini dipenuhi oleh asumsi yang meliputi kelayakan produk hingga respons pasar. Indigo Unlock berperan untuk memberi arah yang lebih jelas terhadap pengembangan produk atau layanan dari startup mereka dengan adanya umpan balik nyata dari market sebagai bahan evaluasi produk dan layanan startup.

    Baca juga: Mengenal Indigo Games, Program Inkubasi untuk Startup Game Lokal

    Sebagai awalan, Indigo mengajak tiga startup binaan mereka, yakni Hear Me dan Psikku. Ketiganya menjalani program Indigo Unlock selama satu bulan secara online dan juga on site.

    Startup Hear Me menyediakan aplikasi komunikasi interaktif untuk orang tuli yang berisi pembelajaran BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) dan dikemas dalam kartun animasi 3D agar lebih interaktif dan menarik.

    Melalui program Indigo Unlock, Hear Me memberikan fasilitas berupa JBI Call untuk translasi khutbah sholat Jumat bagi para Teman Tuli di Masjid Cheng Ho Makassar. Telah dilaksanakan 4 kali uji coba dan Hear Me mendapatkan impresi yang positif dari para jamaah Teman Tuli.

    Sementara itu, startup Psikku hadir sebagai platform ekosistem manajemen talent yang menghubungkan perusahaan, lembaga pemerintah, pendidikan, dan individu dengan konsultan psikologi. Fokus Psikku adalah memberi talent mapping untuk siswa dan mahasiswa agar bisa tahu potensi minat bakat mereka, salah satunya melalui layanan assessment di dalam platform.

    Nah, selama program Indigo Unlock, Psikku menyajikan layanannya di kampus UIN Alauddin Makassar pada April kemarin. Psikku mencatat telah membantu seratus mahasiswa akhir yang tak lama lagi akan lulus dan memasuki dunia kerja.

    Dari penuturan Ketua Career Development Center (CDC) UIN Alauddin Makassar, Rahman Aulia, layanan talent mapping Psikku menjadi solusi penting yang sudah lama dicari oleh pihak kampus agar bisa mengukur potensi, minat, dan bakat para mahasiswa.

    Baca juga: Indigo Hadirkan Growth Hacking Lewat Program 'Betalist 2022'

    “Hasil tes assessment mahasiswa berupa keterangan psikologi dengan beberapa indikator membantu kami di CDC untuk menyusun strategi yang sesuai dan tervalidasi untuk mendorong mahasiswa agar lebih maju dan berkembang,” kata Rahman.

    Use case Psikku lainnya juga digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung dan melibatkan 25 mahasiswa. Secara tidak langsung, pelaksanaan Indigo Unlock ini tidak hanya membantu Psikku dalam memvalidasi layanan yang ditawarkannya saja, namun sekaligus membantu para peserta menemukan kecocokan jurusan hingga bidang pekerjaan yang akan digelutinya nanti.

    Program Indigo Unlock ini secara keseluruhan dimanfaatkan oleh startup-startup binaan Indigo agar dapat mengevaluasi kesesuaian produk dan layanannya dengan kebutuhan konsumen dan pasar.

    Tak hanya Hear Me dan Psikku, program Indigo Unlock ini akan diimplementasikan kepada seluruh startup Indigo yang sedang dalam tahap validasi produk. Ke depannya, program ini akan terus dilakukan dan memang sudah menjadi rangkaian kegiatan rutin Indigo.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini