icon-category Startup

2022, Xendit Genjot Digitalisasi UMKM Lokal Pakai Aplikasi Buatannya

  • 14 Dec 2021 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi: dok. Xendit

    Uzone.id – Startup asal Tanah Air, Xendit berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital melalui pertumbuhan pelaku UMKM digital yang semakin meningkat. Startup unicorn ini akan mempersenjatai aplikasi buatannya, Xendit Bisnis untuk mencapai misinya.

    Diutarakan Head of PR and Events Xendit, Astri Abyanti, aplikasi Xendit Bisnis ini baru diluncurkan pada pekan ketiga November 2021, namun penggunanya sudah mencapai 250 user di Indonesia.

    Melalui Xendit Bisnis, perusahaan ingin memberikan solusi jitu bagi para UMKM di Indonesia yang baru memanfaatkan platform media sosial untuk berjualan, namun tentunya ingin membesarkan skala bisnisnya.

    “Kami mencoba bertanya kepada para pelaku bisnis, khususnya yang sudah menggunakan layanan payment gateway kami, sebenarnya bagaimana cara mengakses layanan kami lebih mudah? Mereka bilang, ya lewat aplikasi mobile, karena tinggal pencet saja kapan pun. Sama seperti ketika mereka berjualan di platform Instagram dan lain-lain,” terang Astri saat jumpa pers virtual pada Selasa (14/12).

    Baca juga: Saatnya Berpaling ke Tanda Tangan Digital, Ini Segudang Manfaatnya

    Ia melanjutkan, “aplikasi ini mudah untuk terintegrasi soal pembayaran. Pelaku bisnis yang kami fokuskan itu social seller, atau mereka yang memanfaatkan platform media sosial untuk jualan dan belum punya badan usaha.”

    Seiring berkembangnya zaman, Xendit mengakui kalau para pelaku UMKM merasa variasi pembayaran sangat diperlukan. Melalui Xendit Bisnis, UMKM lokal bisa menerima ragam pembayaran yang paling diminati, seperti e-wallet, virtual account, hingga kartu kredit.

    “Kemudahannya juga mereka tidak perlu membuka banyak rekening bank hanya untuk menerima berbagai jenis transaksi dari konsumen. Cukup pakai platform di Xendit Bisnis, ya sudah terintegrasi semua,” lanjutnya.

    Sementara alasan Xendit Bisnis menargetkan UMKM yang masuk ke dalam social seller adalah pertumbuhannya yang semakin tinggi.

    Baca juga: Menteri BUMN Targetkan Indonesia Punya 25 Startup Unicorn

    Social seller, atau UMKM yang memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan lain-lain. Mereka yang bergerak di penjualan fesyen, beauty dan skincare, sampai yang top-up gaming. Peningkatannya luar biasa di 2021, dan akan terus grow di 2022,” kata Astri.

    Melalui Xendit Bisnis, pelaku UMKM lokal dapat memantau transaksi secara otomatis langsung dari aplikasi. Pada dasarnya, aplikasi ini berguna untuk menyederhanakan pembayaran, mengirimkan pembayaran dan pinjaman, serta diklaim dapat mendeteksi penipuan.

    Selagi membantu para UMKM go digital dan mendapatkan pengalaman transaksi serba praktis, Xendit juga mengatakan di 2022 tantangan yang masih harus ditaklukan adalah literasi digital.

    “Informasi atau pengetahuan masyarakat tentang payment gateway ini masih minim. Minatnya sebenarnya ada, tapi kurang tahu detail. Jadi kami harap nanti di 2022 juga bisa memberikan edukasi maksimal mengenai solusi payment gateway agar ekosistem ini semakin maju, serta kerja sama juga bersama instansi pemerintah seperti Kominfo dan Kemenparekraf untuk mentoring startup dan pemain UMKM,” tutup Astri.

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini