Home
/
Automotive

4 Tips Berkendara Aman Saat Hujan Abu Vulkanik dan Asap

Hujan abu vulkanik bisa mengganggu kenyamanan dan keselamatan di jalan, oleh karenanya Safety Riding PT AHM memberikan 4 tips berkendara aman untuk diterapkan.

4 Tips Berkendara Aman Saat Hujan Abu Vulkanik dan Asap

Bagikan :

Uzone.id – Hujan abu vulkanik bisa mengganggu kenyamanan dan keselamatan di jalan. Jadi, kalau urusannya nggak mendesak banget, menunda perjalanan sampai kondisi benar-benar kondusif adalah keputusan paling bijak.

Tapi, kalau kamu terpaksa harus tetap berangkat, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan. PT Astra Honda Motor (AHM) memahami adanya kebutuhan ini di kalangan masyarakat.

Oleh karenanya, Manager Safety Riding PT AHM, Daniel Aria Sulistya Nugroho, memberikan sejumlah tips yang bisa dilakukan bagi yang terpaksa mengendarai motor. Apa saja sarannya?



Persiapan Diri dan Kendaraan Jadi Kunci

Sebelum tancap gas, pastikan perlengkapan berkendara kamu sudah lengkap. Pakai helm dengan visor tertutup untuk melindungi wajah dan mata dari paparan abu.

Jangan lupa pakai masker yang ampuh menyaring partikel halus serta kacamata tambahan supaya mata nggak iritasi kalau kena debu.

Soal visor helm, jangan sembarangan mengelap visor yang kotor karena abu. Partikel abu itu abrasif, kalau dilap sembarangan malah bisa bikin visor lecet dan pandangan jadi terganggu.

Selain perlengkapan pribadi, cek juga kondisi tungganganmu. Pastikan tekanan ban, rem, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, sampai kondisi mesin dalam keadaan prima.

Jangan lupa juga untuk memeriksa filter udara, karena abu vulkanik sangat mudah masuk dan menumpuk di sana. Kalau dibiarkan, performa mesin justru bisa menurun.

Sebelum berangkat, sempatkan juga untuk pantau info resmi soal aktivitas gunung api, arah angin membawa abu, kondisi lalu lintas, sampai kemungkinan adanya penutupan jalan.



Turunkan Kecepatan dan Jaga Jarak

Saat menerjang hujan abu, wajib untuk mengurangi kecepatan. Abu yang menempel di jalan, apalagi kalau terkena air, bakal bikin jalanan jadi sangat licin dan traksi ban berkurang drastis.

Hindari manuver mendadak, kendalikan motor dengan halus, dan pastikan jarak aman dengan kendaraan di depan lebih lebar dari biasanya supaya kamu punya waktu bereaksi.





Jangan Nekat Kalau Jarak Pandang Menipis

Kalau hujan abu dan asap makin pekat sampai jarak pandang terbatas, tolong jangan nekat. Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, dan tetap jaga jarak. Segera cari tempat aman untuk menepi jika jarak pandang semakin menipis.

Jangan sesekali membuka visor helm saat kondisi abu masih tebal di sekitar kamu, karena dapat mengganggu penglihatan juga kesehatan pengendara.



Cek Kendaraan Setelah Sampai

Saat sampai di tujuan, kendaraan juga perlu dicek kembali terutama filter udara, sistem pengereman, rantai atau CVT, lampu-lampu, dan ban. Pastikan komponen ini dalam keadaan normal untuk dapat dipakai kembali.

Untuk bodi motor, jangan langsung menggosoknya saat kering. Bilas dulu dengan air secara perlahan untuk menghindari goresan karena sifat abu vulkanik yang tajam.

Daniel mengatakan pengendara perlu waspada dan tidak memaksakan diri saat terjadi hujan abu vulkanik. Prediksikan bahaya sedini mungkin, sehingga dapat mengantisipasi sebelum bahaya muncul.

“Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” ujar Daniel dalam keterangan resmi.

Brian Priambudi

Jurnalis

Lihat semua artikel →
populerRelated Article