50 Juta Orang Bakal Akses Portal Bansos Digital, Seberapa Siap Sistemnya?
Komdigi uji kesiapan portal bansos digital untuk 50 juta orang, memastikan keandalan data dengan BSSN sebelum peluncuran nasional Oktober 2026.

Highlight Artikel
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang melakukan stress test dan load test untuk portal digitalisasi bantuan sosial (bansos).
- Pengujian ini bertujuan memastikan sistem dapat menangani lonjakan akses dari sekitar 50 juta masyarakat sekaligus menjaga keamanan data.
- Bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah juga menyiapkan mekanisme sanggah digital untuk koreksi data yang tidak sesuai.
- Digitalisasi bansos ini ditargetkan untuk diterapkan secara nasional pada Oktober 2026.
Uzone.id — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang melakukan stress test dan load test untuk menguji kesiapan portal digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebelum layanan tersebut diterapkan secara nasional pada Oktober 2026 mendatang.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan kalau jumlah pengguna ini menjadi perhatian mereka agar sistem bisa menampung kapasitas tersebut. Apalagi masyarakat berpotensi mengakses layanan dalam waktu yang berdekatan.
“Pelayanan harus andal, dan karena itu kita tahu ini menyangkut tadi kurang lebih angkanya 50 juta masyarakat yang kemungkinan secara bersamaan akan mengakses portal ini,” ujar Meutya usai Rapat Koordinasi Persiapan Rollout Nasional Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Kamis, (10/09).
Pelaksanaan stress test dan load test ini dilakukan juga bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan aspek keamanan dan perlindungan data masyarakat tetap terjaga.
“Kita tadi juga sudah sepakat di bawah arahan Pak Luhut untuk melakukan stress test dan load test, bekerja sama tentu dengan BSSN untuk memastikan tadi keandalannya,” tambah Meutya.
Selain pengujian teknis, pemerintah juga akan mengatur pola akses masyarakat untuk mencegah penumpukan permintaan pada waktu yang sama. Langkah tersebut disiapkan untuk mengurangi risiko gangguan layanan ketika portal mulai digunakan secara nasional.
Saat ini, pemerintah perlu memastikan data penerima bansos tetap akurat ketika digitalisasi diterapkan secara nasional.
Untuk itu, Komdigi bersama kementerian dan lembaga terkait telah menyiapkan mekanisme sanggah secara digital. Fitur tersebut memungkinkan masyarakat mengajukan koreksi apabila menemukan data yang tidak sesuai.
“Ketika ada data yang salah, silakan, kita juga sudah menyiapkan mekanisme sanggah secara sistem. Mekanisme sanggah juga sudah siap untuk kemudian data selalu diperbaiki,” ujar Meutya.
Digitalisasi bansos sendiri sebelumnya telah melalui tahap piloting di sejumlah daerah dan kini sedang dalam tahap perluasan layanan agar dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah berharap kesiapan sistem dan mekanisme pemutakhiran data tersebut dapat mendukung pelaksanaan digitalisasi bansos secara nasional yang akan diresmikan pada Oktober 2026 ini.
FAQ Artikel
Apa tujuan utama stress test dan load test pada portal digitalisasi bansos?
Tujuan utamanya adalah untuk menguji kesiapan sistem dalam menangani lonjakan akses dari sekitar 50 juta masyarakat di seluruh Indonesia, memastikan pelayanan yang andal, dan menjaga keamanan data masyarakat.
Kapan portal digitalisasi bansos ini akan diterapkan secara nasional?
Portal digitalisasi bansos ini ditargetkan akan diterapkan atau diresmikan secara nasional pada Oktober 2026 mendatang.
Siapa yang terlibat dalam pengujian keamanan sistem portal bansos digital?
Pelaksanaan stress test dan load test dilakukan bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan aspek keamanan dan perlindungan data masyarakat tetap terjaga.
Bagaimana masyarakat dapat melakukan koreksi jika menemukan data bansos yang tidak sesuai?
Kementerian Komdigi telah menyiapkan mekanisme sanggah secara digital, yang memungkinkan masyarakat untuk mengajukan koreksi apabila menemukan data yang tidak sesuai.

