Komdigi Perkuat Sinyal di Wilayah Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
Komdigi menyatakan telah berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk mendukung operasi pencarian jurnalis yang hilang di Selat Sunda.

Ilustrasi foto: Christian Miranda/Unsplash
Uzone.id — Kementerian
Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan telah berkoordinasi dengan operator
telekomunikasi untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan
Meutya juga menegaskan kalau pihaknya akan terus mengevaluasi kebutuhan dukungan jaringan sesuai perkembangan operasi di lapangan.
Saat ini, pencarian 5 jurnalis ini melibatkan koordinasi Komdigi dengan Basarnas sebagai otoritas pencarian dan pertolongan, TNI, Polri, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Koordinasi dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi
pencarian dan memastikan informasi mengenai perkembangan situasi dapat
disampaikan secara tepat dan terverifikasi,” tambah Meutya.
Selain mendukung lewat jaringan telekomunikasi, Komdigi
terus menghimbau warganet agar tidak menyebarkan spekulasi, konten yang
menyesatkan, hoaks, maupun informasi yang bisa menimbulkan kepanikan dan
keresahan di media sosial.
“Kemkomdigi akan terus memantau perkembangan informasi di
ruang digital dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pihak
terkait,” tambah Meutya.
Masyarakat diminta agar tetap menunggu informasi resmi akan disampaikan melalui kanal komunikasi pemerintah untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.
Hingga saat ini, pencarian terus dilakukan dimana Tim SAR
(Search and Rescue) Banten mengerahkan dua drone termal untuk membantu
pencarian. Drone termal ini akan dikerahkan di tengah kondisi abu vulkanik yang
masih menyebar saat ini dan menghalangi pencarian udara menggunakan helikopter
atau pesawat.
Melansir dari Antaranews, Rabu, (09/09), dua drone termal
ini akan ikut dalam pencarian dari jalur laut pada pukul 07.00 WIB, 9 September
2026.
“Nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi
drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita
lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal," kata
Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto.

