Ada 600 Mobil Listrik Baru di China, Kualitas Baterai Jadi Sorotan
Euforia peluncuran produk yang serba cepat ini mulai memicu alarm bahaya terkait kualitas kendaraan, khususnya pada komponen baterai.

Uzone.id - Industri mobil listrik di China saat ini berada dalam fase perlombaan yang sangat brutal. Sepanjang tahun 2026, tercatat ada lebih dari 600 model kendaraan baru yang diperkenalkan ke pasar.
Atau dengan kata lain, rata-rata ada hampir tiga model yang lahir setiap harinya!Namun, euforia peluncuran produk yang serba cepat ini mulai memicu alarm bahaya terkait kualitas kendaraan, khususnya pada komponen baterai.
Robin Zeng, Chairman CATL, secara blak-blakan menyoroti bahwa ketergesaan dalam pengembangan produk ini memiliki dampak fatal.
Dalam World Power Battery Conference 2026 yang berlangsung di Sichuan awal September lalu, Zeng menegaskan bahwa pemangkasan durasi riset dan validasi adalah resep bencana. Ia memperingatkan,
"Semakin pendeknya waktu pengembangan dan validasi kendaraan berpotensi menimbulkan persoalan kualitas baterai dalam skala produksi massal." ujar Zeng, dikutip dari Carnewschina.
Tekanan untuk menekan harga di tengah sengitnya persaingan memang menjadi pemicu utama.
Harga sel baterai lithium iron phosphate (LFP) dilaporkan terjun hingga di bawah 0,35 yuan per Wh, namun Zeng menilai bahwa akar masalahnya bukan sekadar harga, melainkan durasi pengujian yang tidak memadai.
Meski ia tidak menyebut merek spesifik yang bermasalah, preseden buruk sebelumnya memang sudah ada.
Industri pernah diguncang sengketa kualitas antara anak perusahaan Geely dengan Sunwoda, serta kasus "banana battery" pada ratusan ribu unit kendaraan GAC Aion yang menggunakan suplai baterai dari CALB.
Masalah ini menjadi semakin kompleks karena standar toleransi cacat konvensional, yaitu parts per million (PPM), dianggap sudah ketinggalan zaman untuk kapasitas produksi masif saat ini.
Mengingat satu paket baterai terdiri dari ribuan sel yang terhubung, satu sel yang cacat saja bisa melumpuhkan performa keseluruhan.
Sebagai perbandingan, tingkat cacat 1 PPM secara teoretis masih menyisakan 1.000 sel rusak dalam satu miliar produksi.
CATL mengeklaim telah menerapkan standar internal yang 1.000 kali lebih ketat, yakni tidak lebih dari satu cacat per satu miliar sel atau 1 part per billion (PPB).
Untuk memastikan standar tersebut terjaga, CATL mengandalkan tim internal khusus yang dijuluki Opponent Group atau Duikangzu.
Tim ini berisi gabungan tenaga ahli elektrokimia, teknik mesin, hingga kecerdasan buatan yang bertugas layaknya "musuh dalam selimut" untuk membongkar kelemahan produk melalui berbagai skenario ekstrem.
Tim ini bahkan diberikan kewenangan mutlak untuk memveto atau menghentikan distribusi jika ditemukan standar yang tidak terpenuhi.
Peringatan ini menjadi pengingat keras bagi industri. Mengingat produsen China menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar baterai kendaraan listrik global, kesalahan kecil dalam produksi bisa berdampak luas.
Di tengah volume produksi yang mencapai ratusan gigawatt jam setiap semester, kecepatan meluncurkan produk dan harga murah tidak boleh lagi menjadi alasan untuk mengabaikan keamanan dan proses validasi yang ketat.

