Home
/
Gadget

Adu Canggih SD 8 Elite Extreme Gen 6, Dimensity 9600 Pro & A20 Pro

Perbandingan performa, AI, dan efisiensi daya tiga chipset flagship 2nm terbaru: Apple A20 Pro, Dimensity 9600 Pro, dan Snapdragon 8 Elite Gen 6.

Adu Canggih SD 8 Elite Extreme Gen 6, Dimensity 9600 Pro & A20 Pro

Ilustrasi perbandingan chipset (Foto: Hasil AI generated-content)

Bagikan :

Highlight Artikel

  • Apple A20 Pro, Dimensity 9600 Pro, dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 merupakan tiga chipset flagship berfabrikasi 2nm.
  • Masing-masing chipset menawarkan keunggulan pada peningkatan performa CPU, GPU, serta pemrosesan kecerdasan buatan (AI).
  • Sektor efisiensi daya mengalami peningkatan drastis, didukung manajemen suhu termal yang jauh lebih optimal.
  • Dukungan fitur kamera dan perekaman video kini mampu mencapai resolusi 8K pada 60 FPS untuk platform Android tertentu.
Uzone.id - Sudah ada A20 Pro di iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max, disusul Vivo X500 Pro Max dan Oppo Find X10 Pro Max yang pakai Dimensity 9600 Pro, kemudian Snapdragon (SD) 8 Elite Extreme Gen 6 yang dipakai segelintir smartphone Android. 

Ketiga chipset tersebut punya beberapa kesamaan, yakni dibuat dengan fabrikasi 2nm, membawa performa ‘rata kanan’, serta kemampuan AI yang makin canggih.

Apple dengan A20 Pro-nya meningkatkan jumlah core GPU dan kemampuan Neural Engine, sementara Qualcomm mengandalkan CPU Oryon yang baru dengan clock-speed sampai 5 GHz, sedangkan MediaTek usung susunan All Big Core yang baru. 

CPU dan GPU

iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

A20 Pro dari Apple jadi satu-satunya chipset dalam perbandingan ini yang masih mengusung CPU 6-core. Dikutip dari NanoReview, susunannya terdiri dari 2x super-core dengan kecepatan hingga 4,93 GHz dan 4x efficiency-core pada 2,64 GHz. Apple mengklaim, performa CPU A20 Pro 20 persen lebih tinggi dibanding A19 Pro.

Sementara Dimensity 9600 Pro membawa susunan All Big Core generasi keempat dengan konfigurasi 2+3+3. 2x prime-core Arm C2-Ultra dengan clock-speed hingga 4,55 GHz, 3x performance-core Arm C2-Pro pada 4,35 GHz, dan 3x performance-core Arm C2-Pro pada 3,1 GHz.

MediaTek mengklaim susunan baru tersebut meningkatkan performa single-core hingga 17 persen dan multi-core sampai 15 persen dibanding generasi sebelumnya.

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 juga membawa 8-core, terdiri dari 2x prime-core Oryon hingga 5 GHz dan 6x performance-core hingga 4 GHz. Performa CPU-nya diklaim meningkat 13 persen dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Untuk urusan grafis, A20 Pro membawa GPU 7-core dengan Neural Accelerators dan dukungan hardware-accelerated ray tracing. Apple menyebut performanya meningkat hingga 40 persen dibanding A19 Pro. 

MediaTek mengandalkan Arm Mali-G2 Ultra NX dengan peningkatan performa sampai 27 persen, sementara kemampuan ray tracing-nya naik sampai 18 persen. Qualcomm sendiri membawa Adreno yang diklaim 44 persen lebih kencang dari generasi sebelumnya. 

Kedua chip Android ini juga memanfaatkan AI untuk membantu pemrosesan grafis. MediaTek menghubungkan GPU and NPU lewat Neural Graphics Architecture, sedangkan Qualcomm membawa Adreno Neural Fusion untuk mendukung super resolution, frame generation, dan rekonstruksi gambar. 

Efisiensi Daya

Vivo X500 Pro Max dengan Dimensity 9600 Pro

Selain makin kencang, Qualcomm mengklaim efisiensi daya CPU Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 meningkat 37 persen, sementara GPU-nya 40 persen dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5. 

MediaTek menyebut konsumsi daya CPU multi-core Dimensity 9600 Pro berkurang 61 persen. Konsumsi daya GPU pada performa tertingginya juga diklaim turun 24 persen dibanding generasi sebelumnya.

Di sisi lain, Apple turut mengubah kemasan A20 Pro dengan menempatkan chip dan memori secara berdampingan. Susunan ini memungkinkan chip terhubung langsung ke vapor chamber, untuk membantu membuang panas saat menjalankan beban berat. 

Pada iPhone 18 Pro, perubahan tersebut dipadukan dengan vapor chamber yang luas permukaannya tiga kali lebih besar dari iPhone 17 Pro. Apple mengklaim peningkatan performa berkelanjutan hingga 40 persen pada iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max.

AI dan Dukungan Memori

iQOO 16 dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6

Apple meningkatkan kemampuan AI pada A20 Pro lewat Dual 16-core Neural Engine dengan total 32-core. Daya komputasinya diklaim dua kali lipat dibanding A19 Pro, untuk menunjang model AI yang berjalan secara on-device.

Qualcomm mengandalkan Hexagon NPU yang diklaim 35 persen lebih kencang, dengan peningkatan performa per watt sampai 33 persen. Ada pula Qualcomm Sensing Hub untuk mendukung fitur AI yang memahami konteks pengguna dengan konsumsi daya rendah. 

MediaTek membawa dua pemroses AI dengan pembagian tugas berbeda. NPU 1090 menangani beban generatif yang lebih berat, sementara Super Efficient NPU 2.0 digunakan untuk aktivitas AI yang terus berjalan di latar belakang. 

Diklaim MediaTek, kemampuan LLM prefill, yakni pemrosesan masukan sebelum model menghasilkan respons, naik 51 persen. Efisiensi pembuatan token per watt meningkat 55 persen, sedangkan konsumsi daya untuk AI yang selalu aktif turun 40 persen. 

Dukungan memorinya juga ditingkatkan. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro mendukung RAM LPDDR6 maupun LPDDR5X, serta penyimpanan UFS 5.0. Adapun Apple menyebut bandwidth memori A20 Pro naik 50 persen dibanding A19 Pro. 

Kamera dan Video

Xiaomi 18 Pro Max dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan Dimensity 9600 Pro sama-sama mendukung perekaman video 8K pada 60 FPS serta slow-motion 4K pada 240 FPS. 

Qualcomm turut membawa Elite Color Engine dengan dukungan 3D LUT untuk pengolahan warna, serta codec Advanced Professional Video atau APV. Sementara itu, Dimensity 9600 Pro mendukung video 4K pada 120 FPS dengan EIS dan pemrosesan berbasis AI untuk video 4K pada 60 FPS.

Untuk A20 Pro, kemampuan video yang didukungnya bisa dilihat pada iPhone 18 Pro. Smartphone ini mendukung Dolby Vision 4K hingga 120 FPS melalui kamera utama, serta ProRes hingga 4K pada 120 FPS dengan perekaman eksternal. Ada pula ProRes RAW, Apple Log 2, dan Genlock untuk sinkronisasi kamera.

Tapi perlu dicatat, meski Snapdragon dan Dimensity mendukung resolusi serta frame rate lebih tinggi, fitur yang tersedia tetap bergantung pada HP-nya. Produsen perlu menyesuaikannya dengan kemampuan sensor, penyimpanan, pendinginan, dan aplikasi kamera.

Berikut perbandingan spesifikasi antara Apple A20 Pro, Dimensity 9600 Pro, dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6:

Geser untuk lihat lebih banyak →
SpesifikasiApple A20 ProDimensity 9600 ProSnapdragon 8 Elite Extreme Gen 6
Fabrikasi2 nm2 nm2 nm
CPU6-core: 2 super core dan 4 efficiency core8-core: 2 Arm C2-Ultra dan 6 Arm C2-Pro8-core Oryon: 2 prime core dan 6 performance core
Konfigurasi CPU2 core hingga 4,93 GHz + 4 core 2,64 GHz2 core hingga 4,55 GHz + 3 core 4,35 GHz + 3 core 3,1 GHz2 core hingga 5 GHz + 6 core hingga 4 GHz
GPUGPU Apple 7-core dengan Neural AcceleratorsArm Mali-G2 Ultra NXAdreno dengan matrix cores dan Neural Fusion
Pemroses AIDual 16-core Neural Engine, total 32 coreNPU 1090 dan Super Efficient NPU 2.0Hexagon NPU dan Qualcomm Sensing Hub
Klaim peningkatan CPUHingga 20 persenSingle-core hingga 17 persen, multi-core hingga 15 persen13 persen
Klaim peningkatan GPUHingga 40 persenPerforma puncak hingga 27 persen44 persen

FAQ Artikel

Apa keunggulan fabrikasi 2nm pada ketiga chipset tersebut?

Fabrikasi 2nm pada Apple A20 Pro, Dimensity 9600 Pro, dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 menawarkan peningkatan performa komputasi yang sangat tinggi sekaligus efisiensi konsumsi daya yang jauh lebih hemat.

Chipset mana yang memiliki clock-speed CPU tertinggi?

Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 memimpin dengan clock-speed prime-core Oryon yang mampu mencapai kecepatan hingga 5 GHz.

Bagaimana solusi Apple untuk meredam suhu panas pada chip A20 Pro?

Apple menempatkan komponen chip dan memori secara berdampingan agar langsung terhubung ke vapor chamber yang luas permukaannya tiga kali lebih besar dibanding generasi terdahulu.

Apakah semua ponsel dengan chipset ini mendukung perekaman video 8K?

Secara teori Snapdragon dan Dimensity mendukung perekaman 8K pada 60 FPS, namun implementasi akhirnya tetap bergantung pada sensor kamera dan konfigurasi dari masing-masing produsen smartphone.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Suka ngulik teknologi, gadget, dan game. Buat saya, yang menarik bukan cuma spesifikasi dan fitur, tapi juga pengalaman saat mencobanya langsung.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article