
Uzone.id - Ada dua smartphone kamera yang menyandang nama ‘Ultra’ dan baru meluncur resmi di Indonesia, yakni Vivo X300 Ultra dan Oppo Find X9 Ultra. Keduanya punya kesamaan, baik Vivo X300 Ultra dan Oppo Find X9 Ultra bawa spesifikasi kamera ‘rata kanan’ yang memungkinkan pengguna menangkap gambar terbaik dari berbagai sudut pandang.
Tapi pertanyaannya sekarang, mana yang terbaik antara Vivo X300 Ultra dan Oppo Find X9 Ultra?Info saja, Vivo X300 Ultra meluncur duluan di Indonesia dengan harga tembus Rp25.999.000 untuk varian 16/512 GB dan Rp29.999.000 untuk model tertinggi 16 GB/1 TB. Sementara Oppo Find X9 Ultra dijual Rp27.999.000 untuk 12/512 GB dan Rp31.999.000 untuk model 16 GB/1 TB.
Tim Uzone.id sendiri telah menggunakan kedua smartphone flagship ini untuk memotret berbagai momen dari banyak sudut pandang. Jadi, berikut ini perbandingan sekaligus review kamera Vivo X300 Ultra dan Oppo Find X9 Ultra, untuk menjawab pertanyaan, ‘siapa yang terbaik di antara keduanya?’
Sebelum masuk ke bahasan utama, baiknya kami jelaskan spesifikasi kamera Vivo X300 Ultra dan Oppo Find X9 Ultra terlebih dahulu.
Spesifikasi kamera Vivo X300 Ultra dan Oppo Find X9 Ultra
Memang tidak main-main spesifikasi kamera yang diusung Vivo X300 Ultra dan Oppo Find X9 Ultra. Keduanya punya kamera dengan resolusi besar, sensor kelas flagship, sistem stabilisasi lengkap, serta kolaborasi dengan brand kamera legendaris.
Ya, Vivo datang dengan membawa nama besar Zeiss, sementara Oppo masih mengandalkan sentuhan Hasselblad.
Vivo X300 Ultra membawa kamera ultrawide 14 mm beresolusi 50 MP dengan sensor Sony LYTIA 818 berukuran 1/1,28 inci.
Untuk kamera utama, Vivo X300 Ultra memakai lensa 35 mm beresolusi 200 MP dengan sensor Sony LYTIA 901 berukuran 1/1,12 inci. Focal length 35 mm ini membuat karakter fotonya terasa berbeda dari kebanyakan smartphone flagship lain yang biasanya memakai kamera utama di kisaran 23 mm sampai 28 mm.
Dengan focal length 35 mm, hasil foto dari kamera utama Vivo X300 Ultra cenderung lebih rapat. Pada awalnya, kami lumayan kagok dengan focal length sedekat ini—biasanya memakai 23mm. Dan rasanya, focal length ini cocok untuk kebutuhan foto portrait dengan sentuhan yang lebih sinematik.
Untuk kebutuhan zoom dan portrait, Vivo X300 Ultra dibekali kamera periscope telephoto 85 mm beresolusi 200 MP dengan sensor ISOCELL HP0 berukuran 1/1,4 inci. Kamera ini sudah dilengkapi gimbal-grade OIS 3 derajat dan AF tracking 60 FPS, yang berguna untuk menjaga kestabilan saat memotret dari jarak lebih jauh.
Semua kamera utama Vivo X300 Ultra juga sudah didukung OIS dan Zeiss T* Coating. Plus di depan, ada kamera selfie 50 MP dengan autofokus juga.
Di sisi lain, Oppo Find X9 Ultra datang dengan konfigurasi kamera yang lebih ramai. Smartphone ini membawa kamera ultrawide 50 MP, kamera utama 200 MP f/1.5 dengan OIS, kamera periscope telephoto 200 MP f/2.2 dengan OIS, kamera periscope telephoto 50 MP f/3.5 dengan OIS, serta kamera monochrome 3,2 MP. Kamera depannya juga 50 MP dan sudah mendukung autofokus.
Kamera utama Oppo Find X9 Ultra memakai sensor Sony LYTIA 901, sama seperti Vivo X300 Ultra. Bedanya, Oppo menggunakan focal length setara 23 mm. Karakter seperti ini membuat kamera utama Oppo terasa lebih familiar untuk pengguna smartphone, karena bidang pandangnya lebih lebar dan fleksibel untuk berbagai kondisi.
Untuk zoom jarak menengah, Oppo Find X9 Ultra mengandalkan kamera periscope telephoto 200 MP dengan sensor OmniVision OV52A dan focal length setara 70 mm. Kamera ini cocok untuk portrait, foto detail, atau mengambil objek dari jarak yang agak jauh tanpa harus terlalu banyak mengandalkan digital zoom.
Oppo juga masih punya satu kamera periscope telephoto lain dengan sensor ISOCELL JNL 50 MP dan focal length setara 230 mm. Kamera ultrawide Oppo Find X9 Ultra menggunakan sensor Sony LYTIA 600 dan sudah mendukung autofokus. Sama halnya, di depan pun Oppo menyematkan kamera selfie 50 MP dengan autofokus.
Dari spesifikasi saja, arah keduanya sudah terlihat jelas. Vivo X300 Ultra mengandalkan karakter tiga kamera utama yang lebih terukur, dengan focal length 35 mm dan 85 mm sebagai pembeda. Sementara Oppo Find X9 Ultra menawarkan fleksibilitas lebih luas, terutama lewat kombinasi kamera utama 23 mm, telephoto 70 mm, dan ultra telephoto 230 mm.
Hasil ultrawide
Untuk kamera ultrawide, Vivo X300 Ultra dan Oppo Find X9 Ultra sama-sama memakai focal length 14 mm dengan bukaan f/2.0. Di atas kertas mirip, tapi karakter fotonya ternyata cukup berbeda saat dipakai di berbagai kondisi.
Pada kondisi siang hari dengan cahaya melimpah, Oppo Find X9 Ultra terlihat lebih unggul dalam mengolah warna. Langit biru dibuat lebih hidup, awan terlihat lebih kontras, dan warna gedung kaca di area Sudirman rasanya tampil lebih pop.
Hasilnya memang langsung enak dilihat, apalagi untuk kebutuhan media sosial, karena foto terlihat cerah dan punchy tanpa perlu banyak edit, alias ready to post.
Sedikit berbeda dengan Vivo X300 Ultra yang sedikit lebih kalem. Warna langit dan gedung tidak dibuat seberani Oppo, tapi detail di area bangunan tetap bagus.
Karakter Zeiss di sini terasa lebih natural, dengan kontras yang tidak terlalu agresif. Buat yang suka hasil foto lebih realistis dan tidak terlalu ‘matang’ dari kamera, pendekatan Vivo mungkin terasa lebih aman.
Karakter yang berbeda pada warna makin terlihat saat dipakai dari ketinggian untuk memotret cityscape Jakarta.
Oppo Find X9 Ultra cenderung mengangkat exposure secara lebih terang, sehingga area gedung dan jalanan tampak lebih jelas.
Sedangkan Vivo X300 Ultra, area kota memang terlihat sedikit lebih gelap dibanding Oppo, tapi hasil akhirnya punya nuansa yang lebih sinematik, terutama saat awan gelap dan cahaya matahari sore masuk ke frame.
Di kondisi indoor, seperti foto instalasi kristal, keduanya juga menunjukkan kualitas yang bagus. Oppo Find X9 Ultra mampu menjaga foto tetap terang dengan ISO yang lebih rendah, sementara Vivo X300 Ultra terlihat lebih berani menaikkan ISO, tapi tetap mempertahankan detail pada objek kecil dan garis-garis gantungan yang memenuhi frame. Detail kristal, pantulan cahaya, dan tekstur dinding masih tertangkap dengan baik.
Perbedaan paling terasa ada di karakter tone. Oppo menghasilkan warna yang sedikit lebih hangat dan cerah, sedangkan Vivo cenderung lebih netral dengan detail yang terlihat lebih rapat.
Saat cahaya mulai turun, keduanya juga tetap bisa diandalkan. Foto area IKEA di waktu senja memperlihatkan bagaimana Vivo X300 Ultra menjaga warna langit, awan, dan cahaya lampu dengan cukup seimbang. Oppo juga mampu menghasilkan foto yang terang, tapi tone-nya terasa sedikit lebih dramatis dengan warna langit yang lebih pekat.
Untuk malam hari, hasil ultrawide dari keduanya masih sangat layak. Oppo Find X9 Ultra terlihat mampu menjaga gedung tetap terang, lampu-lampu kota terlihat hidup, dan noise masih terkendali. Vivo X300 Ultra juga tidak kalah baik, bahkan terlihat cukup kuat dalam menjaga detail gedung, warna lampu, dan area gelap tanpa membuat foto terlihat terlalu artifisial.
23mm Oppo di kamera utama vs 28mm Vivo dari ultrawide
Di sini yang lumayan berbeda. Ketika focal length kamera utama Oppo Find X9 Ultra adalah 23mm, Vivo X300 Ultra justru berada di 35mm. Untuk menerapkan 28mm, Vivo menggunakan kamera ultrawide-nya, bukan kamera utama.
Secara sudut pandang, Oppo Find X9 Ultra punya focal length yang lebih familiar. Focal length 23mm dari kamera utamanya memberikan bidang gambar yang cukup luas, tapi masih terasa natural untuk foto gedung, jalanan, cityscape, sampai suasana malam di perkotaan. Tidak terlalu lebar seperti ultrawide 14mm, tapi juga tidak serapat 35mm.
Vivo X300 Ultra di 28mm punya karakter yang agak berbeda. Karena mode ini berasal dari kamera ultrawide, namun pemrosesan Vivo cukup rapi dalam menjaga perspektif. Vivo seolah ingin membuktikan, sudut pandang khas kamera utama pun bisa diambil dengan baik pakai kamera ultrawide.
Pada kondisi siang hari, Oppo Find X9 Ultra terlihat unggul dalam hal detail dan kejernihan, wajar karena kamera utamanya beresolusi 200 MP.
Foto gedung di area Sudirman terlihat tajam, dengan warna langit biru yang solid dan kontras yang tegas. Karena memakai kamera utama, detail tekstur kaca gedung, garis bangunan, sampai area bayangan terlihat lebih matang.
Walau pakai kamera ultrawide 50 MP, Vivo X300 Ultra di 28mm juga menghasilkan foto yang enak dilihat, tapi karakternya sedikit berbeda. Warna langit dan awan terasa lebih natural, sementara detail bangunan tetap cukup baik.
Hanya saja, karena ini bukan kamera utama 35mm, detail halusnya tidak sekuat Oppo di 23mm, terutama saat membandingkan tekstur gedung atau area dengan banyak garis kecil.
Perbedaan makin terasa saat memotret air terjun buatan di area gedung. Oppo Find X9 Ultra bisa menjaga highlight pada air yang sangat terang dengan cukup baik, sambil tetap mempertahankan detail di area dinding gelap. Hasilnya terlihat lebih kontras dan dramatis. Vivo X300 Ultra juga rapi, tapi tampilannya sedikit lebih terang dan bersih, dengan tone yang lebih kalem.
Untuk foto cityscape dari ketinggian, Oppo Find X9 Ultra cenderung memberi hasil yang lebih siap pakai. Warna kota, gedung, dan langit terlihat lebih hidup.
Dynamic range juga cukup luas, sehingga area terang dan gelap masih bisa dijaga dengan baik. Di beberapa foto menjelang sore, karakter Hasselblad-nya memberi tone hangat yang membuat suasana langit terlihat lebih menarik.
Vivo X300 Ultra justru terasa kuat saat kondisi langit lebih dramatis. Di foto dengan awan tebal dan cahaya sore, Vivo mampu menjaga mood dengan lebih natural. Area langit tidak dibuat terlalu agresif, sementara detail awan tetap terlihat tebal.
Di kondisi indoor, seperti foto instalasi kristal, Oppo Find X9 Ultra terlihat lebih unggul karena kamera utama 23mm-nya bisa menghasilkan depth yang lebih kuat. Ada separasi yang lebih jelas antara objek kristal di depan dan belakang. Efek blur naturalnya juga terasa lebih enak, sehingga foto terlihat lebih berdimensi.
Saat malam hari, Oppo Find X9 Ultra kembali menunjukkan keunggulan kamera utamanya. Foto gedung Ritz-Carlton terlihat terang, detail lampu terjaga, dan warna biru serta kuning pada gedung tampil lebih hidup. Noise juga masih terkendali meski ISO naik ke 1000.
Hebatnya kamera ultrawide Vivo X300 Ultra, kamera ini mampu menghasilkan foto malam yang solid, tapi karakternya sedikit lebih natural. Lampu gedung tidak dibuat terlalu menyala, sementara langit malam dan awan tetap terlihat cukup bersih.
Hasil kamera utama (35mm)
Masuk ke focal length 35mm, Vivo X300 Ultra mulai menunjukkan karakter utamanya. Berbeda dari Oppo Find X9 Ultra yang menjadikan 23mm sebagai standar kamera utama, Vivo memang menaruh kamera utamanya di 35mm. Jadi di bagian ini, Vivo terasa lebih berada di ‘ranahnya sendiri’.
Oppo Find X9 Ultra sebenarnya juga menyediakan opsi 35mm dengan menekan tombol 1x pada kamera, dan hasilnya tetap sangat bagus.
Dari beberapa foto yang kami ambil, kamera Oppo mampu menghasilkan detail yang tajam, warna yang matang, serta dynamic range yang luas. Foto gedung di siang hari terlihat bersih, langit biru tampil solid, dan detail pada kaca maupun garis bangunan masih terlihat jelas.
Namun, karakter 35mm di Oppo lebih terasa sebagai crop atau mode lanjutan dari kamera utama 23mm. Hasilnya tetap tajam, tapi feel-nya sedikit berbeda dari Vivo yang memang mengandalkan 35mm sebagai focal length utama.
Sebab pada Vivo X300 Ultra, sudut pandang 35mm terasa lebih natural, lebih rapat, dan lebih enak untuk membangun komposisi tanpa banyak elemen mengganggu di sekitar frame.
Saat memotret gedung tinggi, misalnya, Vivo X300 Ultra memberi framing yang lebih fokus. Gedung terlihat lebih dominan, langit tetap punya ruang, dan perspektifnya tidak terlalu melebar. Foto juga terasa lebih terarah, bukan sekadar mengambil semua objek dalam satu frame.
Rasanya, ini yang membuat 35mm Vivo terasa cocok untuk street photography, foto arsitektur, sampai dokumentasi harian yang ingin terlihat lebih sinematik.
Untuk cityscape dari ketinggian, Vivo X300 Ultra juga terlihat kuat. Detail gedung, rumah, jalan, dan area hijau tertangkap dengan baik. Warna tidak dibuat terlalu agresif, tapi tetap hidup.
Di sisi lain, Oppo Find X9 Ultra memberikan hasil yang lebih kontras dan terang. Foto kota dari Oppo terlihat lebih siap unggah, sedangkan Vivo terasa lebih natural dan punya ruang lebih besar untuk diedit lagi.
Di kondisi malam hari, keduanya imbang. Oppo Find X9 Ultra mampu menjaga pencahayaan gedung dengan sangat baik. Lampu-lampu kota terlihat hidup, warna biru dan kuning pada gedung Ritz-Carlton tampil menyala, sementara area gelap tetap terlihat bersih. Hasilnya terasa dramatis dan langsung menarik saat dilihat.
Vivo X300 Ultra juga tidak kalah meyakinkan. Foto malam dari Vivo terlihat lebih kalem, dengan highlight yang lebih terkontrol. Lampu gedung tidak terlalu terang, garis-garis bangunan tetap rapi, dan warna langit malam masih terlihat natural.
Perbedaan karakter terlihat saat memotret manusia. Oppo Find X9 Ultra menghasilkan warna kulit yang cenderung hangat dan cerah. Foto anak kecil dengan kembang api terlihat punya suasana yang hidup, apalagi cahaya dari sparkler berhasil ditangkap dengan cukup dramatis.
Vivo X300 Ultra cenderung lebih pas dalam mengolah warna kulit. Pada foto anak dengan sparkler, wajah terlihat lebih natural, detail mata dan ekspresi masih terjaga, sementara cahaya dari kembang api tidak terlalu mendominasi frame.
Untuk foto indoor dengan objek kecil, seperti mainan balok, keduanya juga menunjukkan kualitas kamera utama yang kuat.
Oppo Find X9 Ultra memberikan efek depth yang cukup dalam dengan warna yang lebih pop. Fokus pada objek utama terlihat tegas, sementara background dibuat blur dengan rapi. Vivo X300 Ultra punya pendekatan yang mirip, tapi detail pada objek dan tekstur kulit terasa sedikit lebih halus.
Hasil telephoto (47mm di Oppo dan 50mm di Vivo)
Masuk ke kamera telephoto jarak pendek, Oppo Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra kembali punya pendekatan yang mirip, tapi tidak benar-benar sama.
Oppo menggunakan focal length 47mm, sementara Vivo berada di 50mm. Selisihnya memang tipis, tapi karakter fotonya tetap terasa berbeda saat dipakai.
Di focal length ini, keduanya sudah mulai masuk ke area yang lebih ideal untuk portrait. Bidang gambar lebih rapat, perspektif wajah dan tubuh terlihat lebih natural, dan background punya kompresi yang lebih enak dilihat dibanding kamera utama yang lebih lebar.
Saat mencoba foto orang berjalan di trotoar Sudirman, Oppo Find X9 Ultra terlihat cukup rapi menjaga subjek tetap jelas di tengah frame. Separasi antara subjek dan background terasa natural, sementara gedung-gedung di belakang tetap memberi konteks kota.
Vivo X300 Ultra di 50mm memberi kesan yang sedikit lebih pas. Kompresi background terasa lebih kuat, bokeh di area belakang terlihat lebih halus, dan subjek tampak lebih terpisah dari lingkungan sekitar. Foto terasa lebih fokus ke orangnya, sementara suasana jalanan tetap terlihat dengan baik.
Untuk foto portrait di rooftop, perbedaan keduanya makin menarik. Oppo Find X9 Ultra menghasilkan foto yang cerah dan bersih. Wajah subjek terlihat terang, warna kulit cukup halus, dan background kota dibuat blur dengan rapi. Efek bokeh-nya tidak terlalu berlebihan, sehingga foto masih terasa natural.
Kalau Vivo X300 Ultra sedikit lebih kuat di sisi mood. Warna kulit terlihat lebih kalem, detail wajah tetap aman, dan latar kota di belakang subjek punya blur yang lebih creamy. Tone langit dan awan juga tidak dibuat terlalu terang, sehingga hasilnya terasa lebih sinematik.
Saat memotret anak kecil di area bermain indoor, Oppo Find X9 Ultra memberi hasil yang lebih hiduo. Warna kuning pada mainan excavator terlihat kuat, wajah anak tetap terang, dan detail pada baju maupun objek di sekitar frame terlihat cukup jelas.
Vivo X300 Ultra di kondisi yang sama terlihat sedikit lebih kalem. Warna kuning pada mainan tetap keluar, tapi tidak terlalu menyala. Wajah anak terlihat natural, tekstur kulit lebih halus, dan transisi blur di background terasa lebih lembut.
Di kondisi malam hari, keduanya sama-sama kuat. Oppo Find X9 Ultra mampu menangkap gedung tinggi dengan detail yang tajam, garis bangunan rapi, dan cahaya lampu tetap terlihat hidup. Warna biru serta kuning pada gedung Ritz-Carlton tampil tegas, sementara langit malam masih cukup bersih.
Vivo X300 Ultra juga impresif untuk foto gedung malam di 50mm. Detail jendela, garis kaca, dan lampu gedung terlihat jelas. Vivo juga tidak terlalu menaikkan saturasi warna lampu, sehingga hasilnya terasa lebih natural. Noise masih terkontrol, dan area gelap tidak terlihat terlalu kasar.
Hasil telephoto (70mm)
Di focal length 70mm, Oppo Find X9 Ultra terasa lebih unggul, terutama dari sisi detail, ketajaman, dan karakter warnanya. Wajar, karena lensa periscope telephoto-nya memang disiapkan pada focal length 70mm.
Saat memotret air terjun buatan, Oppo mampu menangkap butiran air dengan cukup tajam. Percikan air terlihat halus, tembok gelap di belakang tetap punya tekstur, dan highlight pada aliran air masih relatif terjaga. Kontrasnya terasa kuat, sehingga foto terlihat lebih dramatis.
Vivo X300 Ultra juga bagus di skenario yang sama. Detail percikan air tetap terlihat jelas, tapi hasilnya terasa sedikit lebih natural dan lagi-lagi tidak seagresif Oppo. Area gelap pada dinding terlihat lebih kalem, sementara aliran air tidak dibuat terlalu putih.
Pada foto gedung, Oppo Find X9 Ultra menunjukkan karakter yang tajam dan bersih. Garis-garis bangunan terlihat tegas, tekstur kaca cukup rapi, dan langit tetap terang. Vivo X300 Ultra memberi hasil yang sedikit berbeda, di mana detail gedung tetap kuat, tapi tone warna terlihat lebih tenang.
Mencoba foto Monas dari ketinggian, keduanya sama-sama mampu menangkap detail jarak jauh dengan baik. Oppo terlihat lebih terang, dengan warna rumput dan area kota yang dibuat sedikit lebih hidup, sedangkan Vivo X300 Ultra cenderung membuatnya terlihat apa adanya—natural.
Karakter warna ini juga terlihat pada foto kawasan permukiman dari atas, di mana Oppo kembali tampil lebih punchy. Vivo X300 Ultra terlihat sangat tajam juga, bedanya Vivo tidak terlalu mendorong warna terang pada gambarnya, terlihat netral saja.
Saat memotret instalasi kaca di dalam ruangan, Oppo Find X9 Ultra menghasilkan bokeh yang lembut, dengan subjek kaca di depan terlihat tajam. Pantulan cahaya kecil di background juga terlihat cantik, walau ada sedikit kesan highlight yang lebih menyala.
Vivo X300 Ultra terasa lebih matang di foto close-up seperti ini. Subjek kaca terlihat tajam, teksturnya keluar, dan bokeh di belakang terasa lebih creamy. Transisi blur dari latar depan ke belakang juga halus.
Motret anak di area bermain, Oppo Find X9 Ultra mempertahankan warna yang cerah. Kuning pada excavator mainan tampil kuat, wajah anak tetap dibuat terang, dan detail di sekitar frame masih jelas.
Vivo X300 Ultra memberi hasil yang lebih lembut. Warna kuning tetap keluar, tapi tidak terlalu menyala. Wajah anak terlihat natural, tone kulit lebih aman, dan separasi antara subjek dengan latar di belakang terasa rapi.
Di kondisi malam, Oppo Find X9 Ultra kembali menunjukkan kemampuan telephoto 70mm-nya. Gedung Ritz-Carlton terlihat tajam, cahaya biru dan kuning tampil hidup, dan detail jendela masih terjaga. Noise juga masih terkontrol, meski di area langit gelap tetap ada sedikit tekstur halus.
Vivo X300 Ultra juga kuat di malam hari. Detail gedung terlihat rapi, garis-garis kaca tidak hancur, dan warna lampu terasa lebih natural.
Hasil telephoto (85mm)
Di focal length 85mm, keduanya memberikan sudut pandang ala portrait yang klasik, tapi sudah mumpuni juga untuk mengambil detail bangunan sampai objek kecil dari jarak jauh.
Oppo Find X9 Ultra memperlihatkan karakter kompresi yang kuat. Pada foto orang di trotoar, background gedung dan jalan terasa lebih dekat ke subjek. Separasi subjek dengan latar juga cukup rapi, meski karena ini masih foto lingkungan, efek blur-nya tidak dibuat terlalu berlebihan.
Pada skenario yang sama, Vivo X300 Ultra di 85mm memberikan hasil yang lebih padat dan sedikit lebih kontras. Subjek juga terlihat lebih menonjol dari background.
Untuk foto Monas dari ketinggian, Oppo Find X9 Ultra masih mampu menjaga detail dengan baik. Monas terlihat jelas, area taman dan jalan di sekitarnya masih punya tekstur, dan warna hijau tidak dibuat berlebihan.
Vivo X300 Ultra terlihat lebih kontras di foto Monas. Langit dan awan dibuat lebih dramatis, sementara area kota terlihat sedikit lebih tegas. Detail Monas lebih bagus dibanding Oppo Find X9 Ultra, terlihat pada detail gedung di ujung gambar yang masih terlihat dengan baik.
Beralih ke mode Portrait, Oppo Find X9 Ultra menghasilkan foto yang bagus. Wajah terlihat tajam, warna kulit lembut, dan background kota di belakang dibuat blur dengan rapi. Separasi antara subjek dan railing juga terlihat aman, tidak ada potongan yang terlalu kasar.
Di foto portrait dari belakang, Oppo juga mampu menjaga tekstur rambut dan pakaian dengan baik. Background kota dan langit dibuat lembut, sementara subjek tetap menjadi fokus utama. Bokeh-nya tidak terlalu agresif, tapi cukup untuk memberi kesan depth yang natural.
Vivo X300 Ultra terlihat lebih kuat untuk mode ini. Pada foto close-up, detail wajah, rambut, dan tekstur pakaian terlihat sangat rapi. Warna kulit juga tampak natural, dengan karakter Zeiss yang cenderung kalem dan natural. Background blur juga lebih creamy dan transisinya lebih halus dari subjek ke latar.
Malah menurut kami, di beberapa frame, Vivo terasa lebih sinematik. Area wajah tidak dibuat terlalu terang, highlight di langit tetap dijaga, dan tone keseluruhan terasa lebih adem.
Untuk foto kembang api kecil, Oppo Find X9 Ultra menangkap percikan cahaya dengan efek yang cukup dramatis, sedangkan Vivo X300 Ultra juga menangkap percikan dengan baik, tapi hasilnya terasa lebih terkontrol—tajam dengan warna yang tidak terlalu ‘meledak’.
Untuk foto gedung malam, Oppo Find X9 Ultra masih tampil solid. Lampu biru dan kuning di gedung terlihat terang, garis-garis bangunan tetap tegas, dan noise di langit masih terkendali. Tapi karena exposure lebih lambat, hasilnya membutuhkan tangan yang stabil agar detail tetap maksimal.
Vivo X300 Ultra di kondisi malam terlihat lebih berani menaikkan ISO. Foto gedung tetap terang dan detailnya masih baik, tapi noise di area langit lebih mudah terlihat. Di sisi lain, Vivo masih berhasil menjaga detail lampu dan struktur bangunan dengan cukup rapi.
Hasil telephoto (139mm di Oppo dan 135mm di Vivo)
Lagi-lagi beda focal length di Oppo Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra. Di Oppo, standarnya 139mm, sementara Vivo mengusung 135mm.
Pada foto gedung siang hari, Oppo Find X9 Ultra di 139mm terlihat impresif. Detail jendela, garis balkon, panel kaca, sampai struktur putih di bagian atas gedung masih tertangkap rapi. Warna langit juga terlihat bersih, birunya natural, dan tidak terlalu dibuat pekat.
Vivo X300 Ultra di 135mm juga tak kalah, meski karakternya sedikit berbeda. Hasilnya terasa lebih kontras, dengan detail garis bangunan yang lebih tegas. Warna biru langit juga tampak lebih pekat, membuat foto terlihat lebih punchy.
Untuk portrait outdoor di trotoar, Oppo menghasilkan kompresi yang enak dilihat. Background jalan, rambu, lampu lalu lintas, dan kendaraan di belakang jadi terasa dekat, tapi tetap dipisahkan dengan blur yang cukup halus. Wajah subjek tajam, warna kulit juga tampak natural, dan detail pakaian masih terlihat realistis.
Vivo terlihat lebih kuat dalam memberi efek separasi. Background di belakang subjek dibuat lebih ciamik ketimbang Oppo, dengan bokeh yang lebih terasa. Lampu lalu lintas dan kendaraan di belakang berubah jadi bulatan cahaya yang menarik, sehingga foto terlihat lebih sinematik.
Di foto Monas, Oppo Find X9 Ultra mampu menjaga detail jarak jauh dengan sangat baik. Monas terlihat besar dan tajam, detail area taman, jalan, serta bangunan di belakangnya masih bisa dibaca. Warna keseluruhan cenderung natural dan tidak terlalu dramatis.
Vivo X300 Ultra di 135mm memberi hasil yang lebih kontras dan lebih berkarakter. Monas tetap tajam, gedung-gedung di belakang terlihat lebih tegas, dan langit dibuat sedikit lebih dramatis.
Beralih ke foto portrait close-up, Oppo Find X9 Ultra memberikan kesan wajah yang terlihat tajam, skin tone lembut, dan background dibuat blur dengan transisi yang cukup rapi. Detail rambut, mata, tekstur kulit, dan pakaian masih dipertahankan tanpa terlihat terlalu keras. Bokeh di belakang juga terlihat natural tanpa ada efek artifisial racikan AI.
Namun jujur, rasanya Vivo X300 Ultra jadi yang terbaik di portrait pada rentang ini. Separasi subjek dengan background lebih tegas, blur lebih mantap, dan warna kulit tetap natural.
Pada foto pemandangan kota dengan langit mendung, Oppo terlihat menjaga exposure dengan cukup aman. Awan, gedung, dan area kota masih terlihat seimbang. Foto memang terlihat agak flat karena kondisi cuaca, tapi detail di gedung dan skyline tetap tertangkap.
Vivo pada skenario yang sama tampil lebih dramatis. Langit terlihat lebih gelap, awan lebih berat, dan suasananya jadi lebih sinematik. Tapi konsekuensinya, area kota juga ikut lebih gelap.
Untuk foto malam, Oppo Find X9 Ultra masih solid dengan warna yang tajam dan noise yang terkendali. Di sisi lain, Vivo X300 Ultra juga tetap terang dan kontras. Meski, karena ISO-nya lebih tinggi, membuat noise di area langit jadi lebih terasa saja.
Hasil telephoto (230mm)
Nah ini skenario yang sulit 10x zoom atau 230mm. Hasilnya, Oppo Find X9 Ultra masih mampu menjaga detail dengan sangat baik, pun demikian dengan Vivo X300 Ultra, terutama saat kami memotret Monumen Selamat Datang di kawasan Bundaran HI.
Memotret dari atas, seperti foto stasiun dan rel kereta dari atas yang sarat akan detail kecil, Oppo Find X9 Ultra masih bisa menjaga detail kompleks dengan baik dan tampak natural. Vivo X300 Ultra juga terlihat lebih tajam dan lebih padat. Soal detail, Vivo jagoannya karena memberi kesan yang lebih crisp.
Untuk foto cityscape dengan langit senja, Oppo menghasilkan warna yang hangat dan cukup dramatis. Siluet gedung, awan gelap, dan pesawat kecil di langit masih terlihat. Dynamic range-nya bagus, meski area bawah kota dibuat cukup gelap untuk mempertahankan suasana senja.
Vivo tampil lebih gelap dan lebih sinematik. Langitnya lebih pekat, gradasi oranye lebih kuat, dan siluet gedung terlihat lebih tegas. Hasil Vivo terasa lebih cocok untuk foto suasana. Namun, detail di area kota bawah jadi lebih banyak tertahan dalam bayangan.
Pada close-up objek kaca, Oppo Find X9 Ultra tampil cukup impresif. Detail lekukan kaca, pantulan cahaya, dan tekstur objek masih tajam. Bokeh di belakang juga lembut, dengan warna hangat yang nyaman.
Sementara Vivo X300 Ultra, objek yang sama memberi hasil yang lebih tajam dan kontras. Pantulan pada kaca terasa lebih kuat, detail permukaan lebih keluar, dan background blur terlihat lebih bokeh dari Oppo.
Di foto gedung malam, Oppo cukup mengejutkan. Meski ISO sudah naik tinggi, detail lampu biru, jendela, dan garis bangunan masih terjaga. Warna lampu juga tidak terlalu pecah, walau noise di area langit mulai terlihat. Dengan shutter 1/13s, stabilisasi Oppo juga terasa bekerja dengan baik.
Vivo pada foto malam terlihat lebih terang dan lebih bersih secara visual. Lampu biru tampak lebih menyala, detail jendela tetap tajam, dan noise masih cukup terkendali meski ISO juga tinggi.
Hasil selfie
Untuk kamera selfie, Oppo Find X9 Ultra dan Vivo X300 Ultra sama-sama bisa menghasilkan foto yang tajam, cerah, dan cukup natural. Di kondisi backlight, keduanya masih mampu menjaga wajah tetap terlihat jelas tanpa membuat background benar-benar hilang.
Oppo Find X9 Ultra punya karakter warna yang lebih hangat dan natural. Warna kulit terlihat tidak terlalu dibuat-buat, sementara detail wajah masih cukup terjaga.
Kalau Vivo X300 Ultra, sedikit lebih terang dan tajam. Wajah tampak lebih clean, detail lebih keluar, dan hasil akhirnya terasa lebih siap unggah ke media sosial tanpa banyak edit.
Kesimpulan, bagus mana untuk setiap skenario?
Secara keseluruhan, Vivo X300 Ultra dan Oppo Find X9 Ultra sama-sama pantas disebut sebagai dua smartphone yang punya kamera terbaik di tahun ini. Keduanya punya karakter yang kuat, tinggal balik lagi ke kebutuhan pengguna.
Oppo Find X9 Ultra terasa lebih fleksibel untuk banyak kondisi, sementara Vivo X300 Ultra lebih menonjol kalau bicara karakter foto, portrait, dan detail di jarak jauh.
Untuk kamera ultrawide, Oppo Find X9 Ultra lebih menarik buat yang suka foto cerah, kontras, dan langsung enak dilihat. Warna langit, gedung, dan suasana kota dibuat lebih hidup. Vivo X300 Ultra lebih kalem, natural, dan cocok buat yang suka hasil foto tidak terlalu matang dari kamera.
Di kamera utama, Oppo Find X9 Ultra lebih praktis karena focal length 23mm terasa familiar dan fleksibel untuk banyak kebutuhan. Mau foto gedung, jalanan, cityscape, sampai kondisi malam, hasilnya konsisten dan siap pakai.
Vivo X300 Ultra punya pendekatan berbeda lewat kamera utama 35mm. Buat yang belum terbiasa, memang agak aneh memotret di focal length 35mm atau 1,5x zoom ini. Cuma, gambar yang dihasilkan memiliki bidang yang lebih rapat, dan justru memberi karakter yang lebih sinematik, terutama untuk street photography dan portrait.
Untuk portrait, Vivo X300 Ultra terasa lebih kuat. Mulai dari 50mm, 85mm, sampai 135mm, separasi subjek dan background terlihat lebih rapi, bokeh lebih creamy, dan warna kulit cenderung natural. Oppo Find X9 Ultra juga bagus, tapi karakternya lebih cerah dan aman untuk pengguna yang suka hasil foto langsung jadi.
Di telephoto jarak menengah sampai jauh, Vivo X300 Ultra juga unggul dalam ketajaman dan detail, terutama pada 85mm, 135mm, dan 230mm. Foto terlihat lebih crisp, kontrasnya lebih tegas, dan cocok untuk mengambil objek jauh seperti gedung, Monas, rel kereta, sampai detail kecil. Oppo Find X9 Ultra tidak kalah menarik, terutama karena punya pilihan focal length yang lebih beragam, termasuk 70mm dan 230mm yang sangat fleksibel.
Untuk malam hari, Oppo Find X9 Ultra terlihat lebih stabil dalam menjaga warna lampu, exposure, dan noise. Hasilnya cenderung lebih terang dan dramatis. Vivo X300 Ultra tetap tajam, tapi di beberapa kondisi ISO yang lebih tinggi membuat noise lebih mudah terlihat, khususnya di area langit gelap.
Sementara untuk selfie, keduanya sama-sama bagus. Oppo lebih natural dan hangat, sedangkan Vivo lebih terang, tajam, dan terasa lebih siap unggah ke media sosial.
Jadi, kalau mencari smartphone kamera yang lebih fleksibel, mudah dipakai, dan hasilnya langsung menarik, Oppo Find X9 Ultra terasa lebih aman. Tapi kalau mencari karakter foto yang lebih sinematik, portrait yang lebih matang, dan detail telephoto yang lebih kuat, Vivo X300 Ultra lebih menggoda.