
Uzone.id – Hanny Zeng selaku Founder & CEO Jims Honey sekaligus Seller Mall Tokopedia & TikTok Shop mengungkapkan bahwa kontribusi affiliate terhadap total penjualan produk mereka mencapai 60 persen.
“Kontribusinya sekitar 55-60 persen,” ungkap Hanny Zeng saat bertemu di Konferensi Pers Promo Guncang 11.11: Tokopedia & TikTok Shop Dorong Pertumbuhan Merata, Rabu (5/11).Sebagai salah satu merek fashion yang cukup dikenal di Tanah Air, Jims Honey menyadari pentingnya untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan selera konsumen.
Menurut Hanny, tujuan utama mereka adalah memastikan produk dikenal luas, terutama oleh konsumen muda.
“Juga karena tujuan kita memang ingin produk kita ingin dikenal sama konsumen. Terutama konsumen muda, karena kalau aku kan produknya fashion. Kita nggak boleh terhempas oleh generasi, di situlah TikTok Shop sangat membantu,” jelas Hanny.
Hanny menyadari bahwa peran program affiliate sangat membantu mencapai tujuan tersebut. Menurutnya, affiliate secara tidak langsung mempromosikan produk dengan cara yang lebih kreatif dan penuh effort.
“Sebenarnya kalau orang dengar affiliate, affiliate itu apa sih? Ah, bikin konten doang. Padahal kalau menurut aku, affiliate itu udah berbisnis juga. Kayak affiliate itu kan sebenarnya mempromosikan barang kita secara kreatif loh, malah lebih effort,” ungkapnya.
Berbeda dengan reseller yang harus mengambil stok barang terlebih dahulu, risiko menjadi affiliate lebih minim.
“Kalau kita ngomongin reseller, reseller kalau ngambil barang kita mungkin kinerjanya masih lebih konvensional kan. Kayak mulut ke mulut aja, mau nggak beli barang nih, ada nih di aku. Tapi kalau affiliate ini kan enggak, dia nggak nyetok barang. Itu kan resikonya lebih minim. Tapi dia mempromosikan barang-barang kita melalui konten, melalui video pendek,” ungkap Hanny.
Kunci menjadi affiliate yang sukses
Menurut Hanny, kunci untuk menjadi affiliate yang sukses terletak pada kreativitas dalam membuat video dan konsistensi mengunggahnya. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan affiliate lebih dari sekadar bermain ponsel, melainkan membutuhkan ide dan produksi konten yang kreatif.
“Kalau kamu milih jalan kamu jadi affiliate, kamu harus kreatif bikin video. Konsisten terus, sehari upload 5-10. Jadi bukan modal main handphone doang, tapi ide itu kan dari otak. Pembuatan produksi konten itu butuh kekreatifitasan yang benar-benar sangat tidak terbatas. Jadi ya konsisten terus, jangan gampang menyerah, jangan gampang minder,” terang Hanny.
Konten video pendek yang kerap dibuat oleh affiliate pun sangat beragam, mulai dari edukasi produk hingga informasi dengan sudut pandang tertentu.
Menurut Hanny, para affiliate ini pada dasarnya adalah bagian dari business owner, karena mereka mendapatkan komisi atau gaji yang ditentukan oleh penjualan produk yang berhasil terdistribusi dari video yang mereka buat.
“Nah, di sana ini kan sebenarnya mereka itu part of the business owner. Karena kan mereka mendapatkan gaji ataupun komisi gitu kan. Itu kan dari si affiliate ini. Jadi kerja keras, hasil kerja kerasnya mereka ini di tentukan dari jualan yang bisa terdistribusi dari video yang mereka buat,” jelas Hanny.
Pesan untuk para pemula di dunia affiliate
Hanny juga turut meninggalkan pesan untuk orang-orang yang akan mulai terjun ke dunia affiliate. Ia menuturkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai dan mengingatkan pentingnya tetap percaya diri serta menikmati setiap proses tengah dijalani.
“Nggak ada kata terlambat, nggak ada rasa percaya. Maksudnya jangan ngerasa nggak percaya diri. Karena semua orang itu pasti mulai dari nol, dari kecil. Nggak ada orang yang tiba-tiba mulai tuh udah langsung gede, meledak tuh nggak ada. Jadi mulai dari nol, mulai dari kecil, nikmatin aja prosesnya. lakuin terus sampai kamu pecah telor videonya kamu bisa meledak, dan itu konsisten aja,” tutup Hanny.