AISMOLI Dorong Insentif Pajak Infrastruktur EV di Luar Jawa
AISMOLI memiliki usulan agar serapan motor listrik bisa semakin besar di Indonesia, salah satunya dengan membangun ekosistem di berbagai daerah terpencil.

Uzone.id - Pertumbuhan pasar sepeda motor listrik di Indonesia memang lagi naik daun. Namun, ada satu tantangan besar yang masih membayangi, yaitu distribusi infrastruktur pengisian daya yang belum rata.
Saat ini, pembangunan fasilitas ekosistem motor listrik masih sangat terpusat di Pulau Jawa, khususnya di kawasan Jabodetabek saja.Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) baru saja mengajukan usulan kepada pemerintah untuk memberikan insentif fiskal agar investasi di bidang infrastruktur.
Insentif fiskal yang dimaksud seperti stasiun pengisian daya (charging) dan penukaran baterai (swapping) bisa makin gencar dilakukan, terutama di wilayah yang secara komersial belum dianggap menguntungkan.
“Selain pembangunan langsung, pemerintah juga dapat mempertimbangkan insentif fiskal bagi investasi charging dan infrastruktur swapping (tukar) baterai, terutama untuk wilayah yang secara komersial belum feasible (layak),” ujar PR & Event Executive AISMOLI, Riniwaty Sinaga dikutip dari Antara.
Menurut Riniwaty, strategi ini sebenarnya sudah terbukti sukses di China. Di sana, pemerintah fokus mempercepat pembangunan ekosistem lebih dulu untuk membuka pasar baru di daerah yang infrastrukturnya masih tertinggal.
Harapannya, pola serupa bisa kita tiru agar pembangunan infrastruktur tidak cuma menumpuk di area yang pengguna motor listriknya sudah banyak, tapi juga merambah ke daerah lain yang potensial.
Jika infrastruktur pengisian daya dan penukaran baterai sudah tersedia di daerah, tentu saja adopsi motor listrik akan lebih cepat meningkat.
Riniwaty mengakui, saat ini investasi infrastruktur masih cenderung mengikuti jumlah populasi pengguna. Namun, ia menekankan bahwa ketersediaan fasilitas justru bisa menjadi kunci untuk menarik minat calon pengguna baru.
“Dari perspektif bisnis, investasi infrastruktur biasanya mengikuti populasi pengguna agar tingkat utilisasi dan keekonomiannya tercapai. Namun, infrastruktur yang tersedia lebih dahulu juga dapat meningkatkan kepercayaan diri calon pengguna,” jelas Riniwaty.
Oleh karena itu, AISMOLI berharap pemerintah dan PLN bisa mengambil peran sebagai penggerak pasar, terutama di luar Jawa atau daerah yang memiliki surplus pasokan listrik.
Sebagai catatan perkembangan hingga Maret 2026, Kementerian ESDM mencatat ada sebanyak 4.892 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang sudah beroperasi di 3.163 titik.
Selain itu, ekosistem Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) juga terus dikembangkan dengan total 1.907 unit yang tersebar di Indonesia.
Sebaran unit SPBKLU tersebut saat ini didominasi oleh Pulau Jawa dengan 1.480 unit, diikuti oleh Sumatera sebanyak 238 unit, Bali dengan 120 unit, Sulawesi mencatat 48 unit, Kalimantan sebanyak 20 unit, dan Nusa Tenggara dengan 1 unit.

