Awalnya Ragu, Ternyata Seenak Ini Kerja Pakai Xiaomi Pad 8 Pro

Uzone.id-Agak nekat juga gantikan laptop dengan tablet Xiaomi Pad 8 Pro untuk kerja selama seminggu terakhir. Udah muncul aja pikiran negatif seperti ukuran layar yang lebih kecil, performa yang tak se-responsif laptop, hingga keterbatasan untuk melakukanmultitaskingyang se-smoothlaptop.
Cuma itu hanya sebatas anggapan belaka saja, karena setelah pakai langsung, memang seenak itu kerja di Xiaomi Pad 8 Pro.
Sebelum bahasexperience-nya secara keseluruhan, kami akan sedikit membahas hardware tabletflagshipXiaomi ini terlebih dahulu.
Dari desain dulu, tablet ini memang terasa premiumnya, terasa banget kalau ini “tablet mahalnya Xiaomi.” Solid banget saat digenggam berkat desainunibodyberbahan aluminium yangfinishingwarnanya dibuatmatte.
Kurangnya satusih. Seandainya harus membandingkan tablet ini dengan Samsung Galaxy Tab S11 untuk sektor ketahanan, tablet premium Samsung jelas lebih baik. Alasannya, Xiaomi Pad 8 Pro sama sekali tak mengantonfi sertifikasi tahan air dan debu IP68, seperti Galaxy Tab S11.
Bicara sekelilingnya, tampilan Xiaomi Pad 8 Pro memang dibuatsimple. Di bodi belakang, pasti pandangan akan langsung tertuju pada modul kamera berbentuk kotak yang memuat sensor utama 50 MP dengan LED flash.
Ya, benar sekali! Modul kamera ini memang dibuat hampir sama seperti jajaransmartphone flagship-nya Xiaomi, yakni Xiaomi 15. Masih di area belakang juga, ada Pogo Pin untuk memasangkan aksesori keyboard ke Xiaomi Pad 8 Pro secara langsung.
Soal kelengkapan port dan tombol, terdapat empat speaker berukuran besar dengan dukungan Dolby Atmos. Port USB-C dan tombol power diletakkan di sisi kanan dan kiri (bila diposisikan landscape).
Menariknya, tombol power ini sudah terintegrasi langsung dengan sensor pemindai sidik jari. Responsifsih, letaknya saja bikin kagok. Biasanya buka perangkat pakai jari tangan kanan,ehhsekarang malah pakai jari tangan kiri.
Sementara itu, di sisi memanjangnya, kalian akan menemukan tombol volume serta area magnetik untuk menempelkan sekaligus mengisi daya stylus.
Beralih ke depan, walau kastanya premium, tapi Xiaomi Pad 8 Pro masih saja mengusung layar LCD alih-alih AMOLED. Layarnya memang tak ‘sekentang’ panel LCD di tablet murah, apalagi bentangannya yang mencapai 11,2 inci dengan resolusi 2.136 x 3.200 piksel danrefresh ratemencapai 144Hz.
Layarnya asyik buat dipandang, apalagi kalau suka memutar video beresolusi tinggi. Sebab, kedalaman warnanya saja sudah 12-bit dengan dukungan standar video HDR modern. Di salah satu bezel memanjangnya ini, Xiaomi menyematkan kamera depan 32MP dan sensor cahaya yang nyaris tidak terlihat.
Untuk memaksimalkan potensi tablet ini, Xiaomi melengkapi Pad 8 Pro dengan aksesori Keyboard Cover. Ini adalah casing yang punya keyboard bawaan dengan susunantutsyang menawarkan jarak tekan yang bikin nyaman buat ngetik kerjaan—tanpa seringtypo.
Lantaran ada Pogo Pin, nggak usah nyambungin keyboard ini menggunakan koneksi Bluetooth, tinggal tempelkan tablet saja dan kalian langsung menggunakannya seperti biasa.
Sayangnya, keyboard ini tak punyatouchpad. Seandainya adatouchpad, bakalan lebih enak lagi buat kerja harian.
Aksesori lainnya, ada Xiaomi Focus Pen Pro. Stylus generasi terbaru ini tampil beda dengan desain tanpa tombol. Navigasinya kini mengandalkan sensor area tekanan yang merespons gestur dari jari.
Performanya bisa diandalkan
Sekarang mari kita bedah sektor dapur pacunya. Xiaomi Pad 8 Pro ditenagaichipsetkelas atas Snapdragon 8 Elite dengan fabrikasi 3nm.
Prosesor ini bawa konfigurasi CPUocta-coreyang kencang, mengombinasikan 2xprime-coreOryon V2 Phoenix L berkecepatan 4,32 GHz dan 6xperformance-coreOryon V2 Phoenix M di 3,53 GHz. Urusan pengolahan grafis, chip ini punya GPU Adreno 830.
Untuk mengimbangi mesinnya yang gahar, Xiaomi menghadirkan beberapa opsi konfigurasi memori. Kalian bisa memilih antara varian 8/256 GB atau 12/512 GB.
Namun, ada detail spesifikasi yang perlu kalian ketahui sebelum membeli. Varian RAM 8 GB masih menggunakan jenis LPDDR5X, sedangkan kalau kalian ambil versi 12 GB, itu sudah memakai RAM LPDDR5T yang jelas lebih ngebut.
Untungnya, baik untuk varian 256 GB atau 512 GB, Xiaomi sudah menggunakan chip penyimpanan UFS 4.1 yang kasih performareaddanwrite speedyang lebih cepat. Itu berarti, mau buka aplikasi, beralih antar aplikasi, atau misalnya bermain game secara intens, bisa berjalan dengan lancar tanpalag.
Bagaimana denganbenchmark-nya? Di sinilah catatan terbesar menurut kami. Skor AnTuTu v11 dari Xiaomi Pad 8 Pro begitu tinggi, menembus 3,2 juta poin.
Sedangkan saat menguji di Geekbench 6, raihan skor untuk tes CPU adalah 2.947 poin untuksingle-coredan 9.572 poin untukmulti-core. Serta, Xiaomi Pad 8 Pro mencatatkan nilai 17.982 poin untuk GPU.
Sayang, kami tak bisa melakukan pengujian 3DMark di Xiaomi Pad 8 Pro. Tablet ini mudah mengalamioverheat, membuat tes selalu terhenti pada putaran 8-10 dari 20 putaran pengujian yang harus dilakukan.
Tes langsung berhenti dengan menampilkan notifikasi ‘Device overheated.Wait until your device cools down to be able to use this feature.” Setelahnya, performa pun cenderung menurun, dengan transisi yang agak patah-patah di layar utama.
Beralih ke urusan daya, Xiaomi menanamkan baterai berkapasitas monster 9.200 mAh. Ini merupakan sedikit peningkatan dibandingkan kapasitas 8.850 mAh yang ada di Xiaomi pad 7 Pro.
Daya tahannya pun sangat impresif, lantaran tablet ini sanggup menemani kerjaan harian kami dari jam 9 pagi sampai 5 sore, tanpa harus mengisi daya baterai.
Kalau pun baterainya habis, proses pengisian dayanya tidak akan menyita banyak waktu. Xiaomi Pad 8 Pro sudah mendukung teknologi pengisian cepat HyperCharge 67W, atau maksimal 50W jika kalian menggunakan adaptor USB-PD pihak ketiga yang kompatibel.
Berdasarkan hasil pengujian menggunakan adaptor asli bawaan Xiaomi 67W, baterainya bisa terisi penuh dalam kurun waktu 70-an menit saja.
Enak buat kerja atau enggak?
Xiaomi Pad 8 Pro berjalan di HyperOS 3 berbasis Android 16. Ada beberapa keunggulannya, tapi yang pertama dan yang wajib banget kalian tau adalah, gak ada iklan,guys!
HyperOS di Xiaomi Pad 8 Pro ini bebas dari iklan—pengalaman yang sering kami temui padasmartphoneRedmi maupun Poco. Buka aplikasi bawaan, mengakses Security, install aplikasi, hingga mengatur wallpaper, tak ada iklan yang mengganggu.
Hal kedua yang kami suka adalahmultitasking, hal yang awalnya kami ragukan. Tampilan bersih HyperOS 3 di tablet ini memang jadi nilai tambah.
Di bawah layar, adadockyang memberikan akses cepat ke pintasan aplikasi, perpindahan antar aplikasi, atau mengakses aplikasi yang baru saja dibuka.
Nah, buat tampilanmultitaskingatau membuka lebih dari satu aplikasi bersamaan, HyperOS 3 dapat membagi layar dengan rasio 50:50 secara vertikal antar dua aplikasi.
Kalaupun tak mau dibagi dua tampilannya, jendela aplikasi tersebut juga bisa disesuaikan tergantung kebutuhan. Sementara untuk aplikasi lain yang mau dibuka, dapat ditampilkan secarafloating.
Kelebihan ketiga yang kami suka adalah keleluasaan Xiaomi Interconnectivity. Lewat fitur ini, Xiaomi Pad 8 Pro atau perangkat yang mendukung, dimungkinkan untuk terhubung langsung ke perangkat Android lain dan produk Apple juga seperti iPhone dan iPad. Malah, terhubung ke laptop Windows dan Mac juga bisa.
Hal yang sering kami lakukan selama pakai tablet ini adalah berbagi file, tinggaldrag and dropatau berbagi via Xiaomi Share asalkan perangkatnya berada di jaringan WiFi yang sama. Malah, membuka layar MacBook di Xiaomi Pad 8 Pro (sebagaisecond screen) bisa menggunakan fitur ini.
Kelebihan lainnya adalah HyperAI dengan fitur AI yang variatif. Fitur-fitur ini untuk meringankan beban kerja, karena AI dapat membantu penggunanya untuk merangkum tulisan, membuat transkrip, menerjemahkan bahasa, memunculkansubtitleotomatis saatmeetingatau menonton video, hingga mengedit foto dan video secara instan lewat paket AI Creativity.
Cuma, ada kurangnya juga. Sejujurnya lebih ke masukan saja untuk Xiaomi, demi mengembangkan HyperOS 3 untuk tablet agar lebih baik lagi.
Seperti Samsung DeX, ada fitur Workstation Mode, di mana tampilan layar akan berubah menjadi desktop ala Windows. Jadi, seluruh aplikasi akan terbuka dalam bentuk jendelapop-up, mirip seperti laptop Windows.
Kurangnya, aplikasi yang ditampilkan tidak serta-merta disediakan tombol khusus untuk menutup atau meminimalkan jendela aplikasi langsung seperti (X) atau (_). Jadi, perlu menekan ikon tiga titik terlebih dahulu, yang membuatnya agak lebih ribet.
Plus-nya dari mode ini, tampilannya yang seolah terinspirasi dengan macOS. Makanya, buat kami yang menggunakan MacBook, tampilannya lebih familiar.
Namun terlepas dari kekurangan minor tersebut, jika dipadukan dengan setelan pintasankeyboardyang lengkap dan presisi navigasi dari sentuhan Focus Pen Pro, harus diakui bahwa bekerja menggunakan Xiaomi Pad 8 Pro selama seminggu penuh memberikan pengalaman komputasimobileyang bagus.
Kesimpulan
Keraguan kami untuk menjadikan Xiaomi Pad 8 Pro sebagai mesin pekerja pengganti laptop harian terpatahkan.
Tablet ini terbukti mampu menawarkan pengalaman komputasimobileyang memuaskan berkat perpaduan desain aluminium premium, baterai badak yang bisa menemani kerja9-to-5, dan tentunya antarmuka HyperOS 3 yang bersih tanpa gangguan iklan sama sekali.
Eksekusimultitasking-nya yang intuitif, ditambah fleksibilitas fitur Interconnectivity yang bisa lintas ekosistem—bahkan menyambung mulus ke perangkat Apple dan Windows—sukses mempermudah alur kerja harian selama menggunakannya.
Meski begitu, kalian tetap harus berkompromi dengan beberapa catatannya. Absennya sertifikasi tahan air, isuoverheatsaat dipacu kinerja grafis maksimal, hingga Workstation Mode yang operasional jendelanya belum sepraktis laptop sungguhan, tentu perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum membelinya.
Namun, terlepas dari kekurangan minor tersebut, apalagi jika langsung dipadukan dengankeyboarddan Focus Pen Pro, Xiaomi Pad 8 Pro nyatanya mampu membuktikan diri sebagai tablet andal yang siap mengambil alih beban kerja laptop kalian.