Babak Baru Nadiem Makarim: Didakwa Bikin Rugi Negara Rp2,1 Triliun

pada 5 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idPerkembangandugaan korupsi Chromebook yang melibatkan mantan CEO Gojek, Nadiem Makarimterus berlanjut. Dalam sidang terbaru yang dilaksanakan pada Senin,(05/01/2026).

Ini menjadi sidang perdana Nadiem pasca dirinya ditetapkanmenjadi tersangka pada September 2025 lalu dengan agenda pembacaan suratdakwaan.

Jaksa penuntut umum mendakwa bahwa Nadiem Makarim telahmerugikan negara sebesar Rp2,1 triliun dalam kasus dugaan korupsi terkaitpengadaan laptop Chromebook.

Perhitungan kerugian ini didapat dari angka selisih hargaChromebook, dimana negara membayar Rp1,5 triliun lebih mahal serta pengadaanChrome Device Management(CDM) yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaatsenilai Rp621 miliar.



Nadiem disebut melakukan perbuatan tersebut dengan samadengan beberapa rekannya, yakni tenaga konsultan Ibrahim Arief alias Ibam, lalueks Statfsus Nadiem yaitu Jurist Tan, mantan Direktur SD PaudasmenKemendikbudristek Sri Wahyuningsih dan juga mantan Direktur SMP PaudasmenKemendikbudristek, Mulyatsyah.

Selain itu, Nadiem juga disebut-sebut telah memerintahkantim teknisnya untuk mengubah hasil kajian (penelitian/analisis) yang dibuatpada tahun 2020 terkait spesifikasi pengadaan perangkat TIK.

Kejadian tersebut kemudian diperintahkan kembali untukdiubah agar secara khusus merekomendasikan penggunaan perangkat Chrome OSsehingga mengarah ke pengadaan laptop Chromebook.

Tak hanya merugikan negara, Nadiem juga dituduh mengambilkeuntungan dari pengadaan ini senilai Rp809 miliar. Namun sebagai pembelaan,tuduhan ini bisa dilihat dari dokumentasi yang ada di PT AKAB.

Ia menyebut kalau transaksi tersebut adalah transaksiinternal antara 2 perusahaan Gojek sebesar Rp809 miliar di 2021 yang tidak adahubungannya dengan Google maupun Chromebook. 




“Transaksi tersebut terdokumentasi lengkap dan tidakmelibatkan saya. Tidak sepeserpun uang itu diterima saya, bahkan uang itukembali seutuhnya ke rekening PT AKAB," tegas Nadiem.

Sebagai argumen tambahan, dirinya mengungkap bahwa nilaikekayaan yang ia miliki turun drastis dari Rp4,8 triliun menjadi Rp600 miliardari tahun 2022 hingga 2024.

Ia merincikan bahwa kekayaan senilai Rp4,8 triliun inididapat dari nilai saham GoTo yang telah resmi IPO dengan harga saham mencapaiRp250-300 per saham kala itu. Namun pada tahun 2024, kisaran harga saham GoToterus turun ke Rp70-80 per saham sehingga kekayaannya terjun.

“Pada 2024, dimana kisaran harga GoTo drop lagi ke Rp70-80per saham, kekayaan saya turun lagi ke Rp600 miliar," kata Nadiem, dikutipdari berbagai sumber.