Banyak Penipuan hingga Rekrut Penjahat, WhatsApp Mau Ditendang Rusia

Uzone.id— Pemerintah Rusiaakan memblokir platform perpesanan WhatsApp dari negara mereka gara-gara tidakmau mengikuti aturan negara setempat. Padahal, WhatsApp sangat populer dinegara tersebut.
Bahkan, dalam update yang dibagikan Senin, (01/12), Rusiasudah mulai membatasi penggunaan platform tersebut. Banyak pengguna di Rusiamulai kesulitan mengirim pesan maupun video lewat WhatsApp.
Usut punya usut, alasan Rusia geram dan mengancam untukmemblokir WhatsApp adalah karena WhatsApp dianggap sudah gagal mencegahkejahatan di negara tersebut.
Menurut Lembaga Pengawasan Komunikasi Rusia Roskomnadzor,WhatsApp digunakan "untuk mengorganisir dan melaksanakan kegiatan teroris,merekrut pelaku, penipuan dan kejahatan lain terhadap warga Rusia."
Lembaga tersebut mendesak warga Rusia untuk beralih keaplikasi alternatif bikinan dalam negeri dan menegaskan bahwa layanan tersebutdapat diblokir sepenuhnya jika tidak mematuhi tuntutan hukum.
"Jika layanan pesan instan tersebut tidak mematuhiundang-undang Rusia, maka akan diblokir sepenuhnya," kata pihak berwenangsebagaimana dikutip dari The New Indian Expresss.
Anggota parlemen senior Anton Gorelkin mengatakan bahwatindakan Rusia terhadap WhatsApp ini kemungkinan dipicu juga oleh dugaanbocornya percakapan diplomatik tingkat tinggi yang melibatkan Yuri Ushakov,asisten Presiden Vladimir Putin, pengusaha AS dan utusan Donald Trump SteveWitkoff, serta pejabat investasi Kremlin Kirill Dmitriev.
“Ada beberapa percakapan di WhatsApp yang, secara umum,mungkin bisa didengar oleh seseorang,” kata asisten Vladimir Putin kepadamedia.
Sementara dari sisi Meta (induk WhatsApp), pemblokiran inidilakukan Rusia karena WhatsApp menentang upaya pemerintah Rusia yang hendakmelanggar hak warga negara atas komunikasi yang aman dan terjamin.
WhatsApp sendiri belum memberikan konfirmasi soal kebocoranpercakapan tersebut, dan juga belum memutuskan apakah mereka akan mengikutikemauan Rusia atau memutuskan untuk pergi dari negara tersebut.
Jika benar-benar diblokir, maka Rusia akan menjadi negaraselanjutnya setelah China dan Korea Utara yang berhasil mengusir platformpercakapan populer tersebut dari negaranya.