BMKG Hadirkan Sistem Berbasis AI untuk Prediksi Cuaca Jangka Pendek

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idBadanMeteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia bersama dengan PTEnvironmental Intelligence Indonesia (EII) bekerja sama untuk mengembangkanteknologi prediksi cuaca berbasis AI untuk memprediksi cuaca dalam jangkapendek (nowcasting).

Dalam keterangan yang dikutip dari Tech in Asia, Selasa,(20/01), teknologi ini menggabungkan data dari radar BMKG dengan citra satelitglobal untuk kemudian menghasilkan prediksi cuaca yang diklaim beresolusitinggi dengan tingkat ketelitian yang juga tinggi, yaitu mencapai 0,5kilometer.




Saat ini, sistem prediksi cuaca berbasis AI tersebut sudahdiuji coba secara teknis di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Dari hasil uji cobatersebut, data cuaca yang dihasilkan dinilai lebih detail dan lebih seringdiperbarui sehingga memiliki akurasi yang cukup tinggi. 

Dengan informasi yang lebih akurat dan cepat ini, pihakBMKG, Basarnas hingga masyarakat akan mampu merespons cuaca ekstrem lebih cepatdan tepat, misalnya untuk mengantisipasi hujan lebat, banjir, atau anginkencang.

Saat ini uji coba berada di tahap studi kelayakanpemanfaatan teknologi kecerdasan untuk meningkatkan akurasi dan keandalaninformasi cuaca nasional.

Uji coba ini juga bertujuan untuk meningkatkan prediksihujan hingga tiga jam ke depan, terutama di daerah dengan pola cuaca yangberagam dan juga kompleks seperti perkotaan padat.




"Pengembangan layanan cuaca berbasis teknologi tersebutsejalan dengan upaya BMKG mendukung visi pembangunan nasional jangka panjangserta penguatan ketahanan iklim Indonesia," kata Deputi Bidang MeteorologiBMKG, Guswanto dikutip dari Antaranews, Selasa, (20/01).

Adanya sistem prediksi cuaca berbasis AI ini dirancang untukmendukung upaya peringatan dini di sektor-sektor seperti manajemen bencana,pertanian, penerbangan, maritim, dan energi.

Nantinya, sistem Tomorrow Indonesia ini akan diperluas kebeberapa wilayah seperti Sumatra dan Sulawesi, termasuk diterapkan ke pertanianberbasis cuaca, penerbangan, dan pengelolaan jaringan energi terbarukan.

Saat ini, proyek ini telah menyelesaikan integrasi dataantara sistem cloud Tomorrow Indonesia dan infrastruktur BMKG dan tengah menujuimplementasi secara nasional.