Bocoran Kenaikan Harga BBM Subsidi, Jadi Berapa?

pada 3 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membocorkan adanya peluang harga BBM subsidi yang naik di Indonesia. Rencana ini menjadi salah satu dampak dari melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, keputusan tersebut menjadi pilihan terakhir jika kenaikan harga minyak dunia terus terjadi kedepannya.

Menurutnya, jika harga minyak dunia terus mengalami kenaikan dan harga BBM subsidi seperti Pertalite terus dipertahankan, maka akan melampaui kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).



"Kalau memang anggarannya enggak kuat sekali, enggak ada jalan lain, kami berbagi dengan masyarakat sebagian. Artinya, ada kenaikan BBM," ujar Purbaya di kantro Kemenkeu, Jakarta Pusat, dikutip dariAntaranews.

Sayangnya Purbaya belum menginformasikan berapa harga BBM subsidi seperti Pertalite jika terjadi kenaikan.

Purbaya juga mengaku kenaikan harga BBM subsidi tidak dilakukan secara buru-buru. Keputusan itu akan benar-benar diambil jika APBN sudah tidak mampu lagi mengimbangi tekanan harga minyak dunia.





Hasil perhitungan Kemenkeu, menunjukkan defisit APBN bisa mencapai 3,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) jika harga minyak bertahan pada level USD 92 per barel sepanjang tahun tanpa adanya intervensi dari pemerintah.

Purbaya juga menyebutkan kalau Indonesia pernah mengalami tekanan harga minyak dunia yang lebih tinggi lagi hingga mencapai sekitar USD 150 per barel. Kala itu, ekonomi Indonesia masih mampu bertahan.

"Kita dulu pernah melewati keadaan dimana harga minyak sampai 150 dolar AS per barel. Jatuh enggak ekonominya? Agak melambat, tapi enggak jatuh. Jadi, kita punya pengalaman," ungkapnya.



Perlu diketahui, harga minyak dunia melonjak sejak terjadinya konflik di Timur Tengah disebabkan perang Amerika Serikat-Israel kepada Iran.

Minyak mentah atau yang disebut dengan Brent melonjak hingga 4,93 persen ke SD 85,41 per barel, sementara itu US WTI melonjak hingga 8,51 persen ke USD 81,01 per barel.

Ditambah lagi, dua kapal tanker Pertamina masih tertahan di Selat Hormuz, yang ditutup oleh Iran, hingga hari ini. Jalur ini cukup penting bagi Indonesia, karenamelayani 19% impor minyak mentah Indonesia dari Timur Tengah.