Couchbase Bantu Perusahaan Bikin Agen AI Lebih Siap Pakai

pada dalam 1 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Couchbase, perusahaan penyedia platform database modern asal Amerika Serikat (AS), resmi mengumumkan ketersediaan umum Couchbase AI Data Plane, lapisan infrastruktur data terpadu untuk agen AI enterprise.

Lewat AI Data Plane, Couchbase ingin menjawab salah satu tantangan besarenterprisesaat mengembangkan agen AI, yakni data yang masih tersebar di banyak sistem, unit bisnis, hingga lingkunganclouddanedge.

Masalah ini cukup sering ditemui perusahaan di Indonesia dan Asia. Banyak perusahaan ingin membawa agen AI ke operasional harian, tapi terhambat oleh data yang terpisah di berbagai sistem lama, aturan kedaulatan data yang berbeda antarwilayah, konektivitas yang tidak selalu stabil, sampai inisiatif AI yang berjalan sendiri-sendiri.



Imbasnya, banyak proyek agen AI berhenti di tahap uji coba atau pilot. Sistemnya mungkin bisa berjalan dalam skala kecil, tapi belum cukup konsisten untuk dipakai dalam layanan pelanggan, operasional internal, atau proses bisnis yang membutuhkan respons cepat dan akurat.



Di sinilah tugas Couchbase AI Data Plane. Teknologi ini hadir untuk menyatukan memori agen, akses data, tata kelola, dan kemampuan mengambil tindakan dalam satu lapisan yang konsisten, sehingga agen AI bisa mengakses konteks secarareal-time, menyimpan memori secara berkelanjutan, dan tetap bekerja daricloudsampaiedge.

Riset IDC mendukung urgensi ini. “IDC memperkirakan 80 persen kasus penggunaan agen AI akan membutuhkan data yang real-time, kontekstual, dan mudah diakses, sehingga arsitekturnya harus mendukung hal tersebut,” kata Devin Pratt, Research Director, AI, Automation, Data & Analytics, IDC. 

Ia melanjutkan, “Dengan menyatukan vektor, dokumen,cache, dan data operasional dalam satu platform terdistribusi dari cloud hinggaedge, Couchbase mengurangi beban integrasi yang selama ini memperlambat penerapan agen AI di dunia nyata.”

Agent Memory jadi komponen utama





Salah satu bagian utama dari Couchbase AI Data Plane adalah Agent Memory. Fitur ini menjadi lapisan persistensi terpadu untuk menyimpan memori, konteks, dan data yang dibutuhkan agen AI dalam satu layanan.

Dengan Agent Memory, perusahaan tidak perlu lagi menyatukan penyimpanan cache, vektor, dan dokumen secara terpisah untuk setiap agen AI yang dikembangkan. Couchbase menyebut pendekatan ini bisa menyederhanakan pekerjaan timengineering, terutama saat perusahaan mulai membawa agen AI dari tahap percobaan ke produksi.



Agent Memory juga dibuatframework-agnosticdan sudah divalidasi dengan LangGraph, CrewAI, serta LlamaIndex. Artinya, tim engineering bisa mengganti atau menggabungkan framework orkestrasi AI tanpa harus membangun ulang lapisan memori dari awal.

Menurut Couchbase, agen AI sederhana mungkin masih bisa berjalan hanya dengan vector search. Namun untuk agen AI enterprise yang dipakai di lingkungan produksi, kebutuhannya jauh lebih kompleks.

Agen AI harus bisa menyimpan konteks percakapan, mengambil data operasional terstruktur, serta mempertahankan status lintas sesi dan restart. Semua itu juga perlu berjalan dengan latensi sangat rendah, terutama ketika agen AI harus mengambil keputusan dalam waktu nyata.

Selain Agent Memory, Couchbase AI Data Plane juga membawa dua komponen lain, yakni Agent Catalog dan MCP Server.

Agent Catalog digunakan untuk mengelola tools AI agar lebih mudah ditemukan dan distandarisasi. Sementara MCP Server mendukung integrasi Model Context Protocol antara model AI dan sistem enterprise.

Lewat tiga komponen ini, Couchbase ingin memberikan satu lapisan operasional yang lebih konsisten untuk tim platform, tanpa harus memakai banyak solusi terpisah untuk kebutuhan memori agen, cache, vektor, dokumen, data operasional, dan integrasi sistem.

Barry Morris, Chief Product and Strategy Officer Couchbase, mengatakan lapisan database menjadi titik penting dalam pengembangan agentic AI. Menurutnya, banyak perusahaan masih memperlakukan memori agen sebagai komponen tambahan, padahal bagian ini justru menentukan apakah proyek AI bisa naik dari tahap pilot ke produksi.

“Lapisan database adalah tempat di mana agentic AI berkembang atau macet, dan sebagian besar industri masih memperlakukan memori agen sebagai hal sekunder,” kata Barry.

Ia menambahkan, Agent Memory memberikan lapisan persistensi terpadu yang bisa berjalan konsisten dicloudmaupunself-managed environment, daricloudhinggaedge, dengan latensi yang dibutuhkan agen AI enterprise.

Bersamaan dengan AI Data Plane, Couchbase juga mengumumkan Enterprise Analytics 2.2. Pembaruan ini memperluas kemampuan analitik Couchbase agar bisa terhubung dengan ekosistem lakehouse yang lebih luas.

Enterprise Analytics 2.2 membawa federasi lakehouse Apache Iceberg. Dengan dukungan ini, tim data bisa menjalankan kueri analitik operasional real-time dari Couchbase bersama tabel Iceberg yang sudah ada, tanpa harus melakukan proses ETL kompleks atau menggandakan data.

Pembaruan ini juga mencakup dukungan Google Cloud Storage, autentikasi JWT, change data capture untuk Oracle dan SQL Server, kueri jangka panjang secara asinkron, serta pembaruan SDK untuk Java, .NET, Python, JavaScript, dan Go.

Couchbase juga menyiapkan adaptor Trino baru yang dijadwalkan hadir pada kuartal ketiga 2026. Adaptor ini akan memberikan akses SQL langsung ke data operasional Couchbase dari platform berbasis Trino, termasuk AWS Athena, Amazon EMR, Google Dataproc, dan Starburst.

Di sisi lain, Capella iQ juga mendapat pembaruan. Asisten kueri berbasis bahasa alami dari Couchbase ini kini mendukung pemilihan penyedia model multi-model melalui AWS Bedrock dan OpenAI, yang diatur lewat kebijakan tingkat organisasi.



Dengan kemampuan tersebut, administrator bisa mengatur model mana yang tersedia untuk tim tertentu. Tujuannya agar biaya inferensi dan kebutuhan residensi data tetap berada dalam batas kebijakan perusahaan.

Untuk lingkungan edge dan mobile, Couchbase memperluas AI Data Plane agar agen AI tetap bisa mengakses data yang direplikasi dan menjalankan vector search lokal saat konektivitas terbatas atau terputus. Saat koneksi kembali tersedia, pembaruan data dapat disinkronkan lagi ke cloud.

Pembaruan di sisi edge mencakup Couchbase Lite 4.1 dengan sinkronisasipeer-to-peermelalui Bluetooth secara native, Edge Server 1.1 dengan kontrol akses tingkat klien, React Native 1.1 untuk tim mobile lintas platform, serta Sync Gateway 4.1 untuk sinkronisasi datacloud-to-edge.

Seluruh produk yang diumumkan Couchbase sudah tersedia mulai sekarang, kecuali adaptor Trino yang dijadwalkan meluncur pada kuartal ketiga 2026.