Cuma 15 Persen Perempuan di Sektor AI, Menkomdigi Dorong Peran Ekstra

pada 4 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Keterlibatan peranperempuan di dunia teknologi disebut menjadi kunci pertumbuhan ekonomi digitaldi Indonesia saat ini dan di masa depan. Hal ini disampaikan Menteri Komdigi,Meutya Hafid dalam acaraAmazon Girls Tech Day.

Amazon Girls’ Tech Daysendiri adalah acara tahunan yangdigelar Amazon bersama dengan bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI). Memasukitahun keempat, inisiatif pembelajaran global ini bertujuan menginspirasi danmempersiapkan anak perempuan serta perempuan muda untuk menapaki masa depan didunia teknologi.

Ini sejalan dengan kebutuhan talenta digital di Indonesia saat ini, dimana Indonesia diperkirakan membutuhkan kurang lebih 12 jutatalenta digital pada 2030 mendatang.

Sayangnya, target tersebut belum sepenuhnyatercapai. Komdigi mencatat bahwa saat ini Indonesia masih kekurangan sekitar 3juta talenta.

Adanya tantangan ini bukan soal jumlah, melainkan soal aksesyang lebih luas dan adil bagi semua kalangan, termasuk perempuan untuk terlibatdalam dunia teknologi.



Salah satu yang di-highlightadalah fenomenaleaky pipelineataukurangnya jumlah perempuan yang berkarir di sektor teknologi. Dari data yangada, partisipasi perempuan di ruang digital saat ini hanya sekitar 36 persensaja dan hanya 17 persen diantaranya yang berlanjut ke karir profesional.

“Di Indonesia, peran teknis mendalam seperti AI danengineering baru melibatkan sekitar 15 hingga 18 persen perempuan. Kita harusmemastikan akses digital berkembang menjadi keterampilan dan peluang kerjanyata," kata Meutya.

Di tengah krisis tersebut, Menkomdigi mengapresiasi programAWS Girls’ Tech Day sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dengan industri.

Acara ini menjadi salah satu contoh bahwa perempuan memilikisemangat dan kemampuan untuk ikut andil di sektor teknologi. Ada lebih dari 400siswi dari 10 sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan ini dari jenjang SDhingga SMA.

Ini menjadi kali pertama Amazon memperluas tingkatan sekolahtersebut dan menjadi langkah strategis perusahaan dalam menumbuhkan minat dankesiapan talenta perempuan sejak usia dini, seiring semakin pesatnyatransformasi digital berbasis AI.



Indonesia Regional Manager of Data Center OperationsAmazon Web Services (AWS), Winu Adiarto, mengungkapkan bahwa acara inimerupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu membimbing dan melatihtalenta generasi masa depan.

“Tujuan kami adalah untuk memicu minat dan membangun rasapercaya diri dalam hal teknologi, sembari membangun rasa percaya diri sejakdini. Melalui AmazonGirls’ Tech Day, kami ingin memastikan bahwa anakperempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memahami, menciptakan, danmemimpin di era AI,” katanya.

Sejalan dengan itu, Direktur Eksekutif Prestasi JuniorIndonesia, Utami Anita Herawati juga menekankan pentingnya intervensi sejakusia sekolah dasar untuk menjawab kesenjangan gender di sektor teknologi. 

“Melalui kolaborasi dengan AWS di Amazon Girls’ Tech Day2026, kami ingin menyiapkan talenta digital perempuan sejak dini. Selama ini,bidang AI, gaming, dan teknologi canggih kerap dipersepsikan sebagai ranahlaki-laki. Karena itu, kami ingin mematahkan stereotip tersebut denganmemberikan pengalaman nyata dan relevan bagi siswi dari SD hingga SMA,”tuturnya.