Dampak PP Tunas, 1,7 Juta Akun Anak Tak Bisa Akses TikTok

pada 1 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— TikTok kembalimelakukan penghapusan akun-akun yang terdeteksi milik anak di bawah usia 16tahun. Dalam update terbaru yang disampaikan pada Selasa, (28/04), TikTokmengungkap bahwa pihaknya kembali memblokir hampir 1 juta akun anak-anak diIndonesia.

Jika ditotal, TikTok telah berhasil memblokir lebih dari 1,7juta akun anak-anak di Indonesia selama kurang lebih 2 pekan terakhir. 

“Per hari ini, yang telah dinonaktifkan akun di bawah 16tahun adalah 1,7 juta akun anak dari platform Tiktok,” kata Menteri Komdigi,Meutya Hafid dalam Konferensi Pers Update Kepatuhan PP TUNAS, Selasa, (28/04).




Pemblokiran ini dilakukan TikTok sebagai bagian dariimplementasi kepatuhan platform digital terhadap PP TUNAS dan Meutya Hafid punmengapresiasi langkah TikTok ini dan meminta platform lain lain untuk ikutpatuh pada penerapan PP Tunas ini.

“Kami menghimbau para platform yang sudah mengatakankomitmen kepatuhannya untuk tidak berhenti di hanya komitmen kepatuhan, tapiuntuk segera melapor langkah-langkah nyata yang sudah dilakukan kepada publikdi Indonesia melalui Kementerian Komdigi,” tegas Meutya.




Selain penonaktifan akun anak-anak, TikTok dan Komdigi jugasepakat untuk membahas rencana lain termasuk peningkatan penanganan kejahatandigital seperti judi online di platform.

Head of Public Policy TikTok Indonesia Hilmi Ardianto punmengatakan kalau ini menjadi bagian dari komitmen mereka dalam memprioritaskankeamanan pengguna.

“TikTok terus memperkuat kolaborasi dengan KementerianKomdigi dalam mendorong literasi digital, perlindungan anak, dan penanganankonten berisiko termasuk judi online,” tambahnya.

Terlepas dari itu, Menkomdigi Meutya Hafid terusmengingatkan seluruh platform agar segera menyampaikanself-assessmentkepatuhansebelum batas waktu 6 Juni 2026.

“Jadi kalau yang belum (patuh), silahkan juga untuk segeramemberikanself assessment-nya agar tidak bertumpuk di ujung, agar bisadisegerakan juga oleh penilaian-penilaian dari tim kami di KementerianKomdigi,” ujarnya.