Diduga Overheat Baterai, Hyundai Kona Terbakar di Gresik

Uzone.id-Sebuah mobil listrik Hyundai Kona dilaporkan terbakar di Gresik, Jawa Timur. Insiden tersebut diduga karena adanya overheat atau panas berlebih pada baterai kendaraan.
Peristiwa ini, yang merupakan kasus pertama terbakarnya Hyundai Kona di Indonesia, menarik perhatian publik seiring masifnya adopsi kendaraan listrik.
Insiden tersebut terjadi di Jalan Mayjen Sungkono, Desa Gulomantung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Petugas pemadam kebakaran setempat segera dikerahkan untuk menangani api.
Rekaman video yang dibagikan melalui akun Instagram @infogresik menunjukkan mobil tersebut mengeluarkan asap tebal sebelum api berkobar besar, melalap habis seluruh bagian kendaraan.
Menurut keterangan unggahan video, pemilik kendaraan awalnya menyadari adanya indikator baterai lemah pada panel instrumen. Sekitar 10 menit kemudian, sistem kendaraan mendeteksi kondisi overheat.
Tidak lama berselang, percikan api mulai terlihat dari bagian bawah kendaraan dan dengan cepat membesar.
Pemilik sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia di mobil, namun upaya tersebut tidak berhasil menghentikan kobaran api.
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas dalam waktu sekitar satu jam.
Meskipun penyebab pasti kebakaran belum dikonfirmasi, dugaan kuat mengarah pada overheat baterai.
Penting diketahui bahwa Hyundai Kona menggunakan baterai yang diproduksi di dalam negeri oleh PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat.
Perusahaan telah mengklaim bahwa perakitan baterai dilakukan sesuai standar global untuk menjamin tingkat keamanannya.
Terkait masalah kebakaran baterai, Hyundai pernah menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya bisa jadi karena adanya kotoran yang memicu arus anoda dan katoda.
Jenama asal Korea Selatan itu meyakinkan bahwa baterai yang mereka produksi dipastikan bebas dari kontaminan pemicu masalah tersebut.
Pihak berwenang dan Hyundai menghadapi tantangan dalam investigasi ini, mengingat kebakaran akibat baterai memerlukan prosedur pemadaman yang berbeda dan waktu yang lebih lama untuk memastikan tidak ada arus tersisa yang bisa memicu kebakaran lanjutan.
Jika hasil investigasi membenarkan bahwa insiden ini disebabkan oleh overheat baterai, maka Hyundai perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap baterai rakitan lokal mereka untuk mencegah terulangnya kasus serupa.