Duel Skutik Sporty Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox Alpha

Uzone.id- PT Astra Honda Motor (AHM) baru saja merilis New Honda Vario Evo 160. Langkah ini jelas jadi tantangan buat rival abadinya, Yamaha Aerox Alpha, yang sama-sama berada di pasar skutik sporty.
Yuichi Shimizu, President Director PT Astra Honda Motor, menegaskan bahwa New Honda Vario Evo 160 tidak sekadar mendapatkan penyegaran ringan. Model ini hadir dengan sejumlah pembaruan besar yang menyasar sektor desain dan karakter produk secara keseluruhan.
Penyegaran tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter sporty yang selama ini melekat pada keluarga Vario, sekaligus meningkatkan daya tariknya di tengah persaingan segmen skutik premium yang semakin ketat.
"Model ini hadir dengan penyempurnaan dan perubahan besar dari desain yang memadukan unsur kecepatan yang agresif dan lekukan yang aerodinamis," ujar Shimizu, Rabu (24/6).
Desain dan Dimensi
Soal tampilan, Vario Evo 160 sekarang agak melar dari sebelumnya. Panjangnya 1.929 mm, lebar 686 mm (CBS) / 696 mm (ABS), dan tinggi 1.091 mm.
Jarak sumbu rodanya sebesar 1.277 mm, tinggi jok 778 mm, serta beratnya naik sedikit jadi 116 kg (CBS) dan 118 kg (ABS), membuat motor ini masih cocok untuk selap-selip di kemacetan.
Nah, kalau Yamaha Aerox Alpha tampilannya lebih kekar ala racing. Dimensinya lebih bongsor: panjang 1.980 mm, lebar 710 mm, dan tinggi 1.170 mm.
Sumbu rodanya lebih panjang di angka 1.350 mm dengan tinggi jok 790 mm dan bobot kosong 127 kg.
Di dapur pacu, Vario Evo 160 pakai mesin 160 cc eSP+ 4 katup yang powernya 15,15 dk di 8.500 rpm dan torsi 14 Nm di 6.500 rpm.
Kalau diperhatikan, Honda sengaja geser torsinya ke putaran bawah biar lebih responsif buat stop-and-go di kota.
Di sisi lain, Aerox Alpha punya mesin 155 cc VVA dengan tenaga 15,19 dk di 8.000 rpm dan torsi 14,2 Nm di 8.000 rpm.
Beda tipis cuma 0,04 dk sih, tapi Vario menang di tarikan awal karena torsi puncaknya sudah keluar di 6.500 rpm, sementara Aerox nunggu sampai 8.000 rpm.
Kaki-Kaki dan Sistem Pengereman
Biar makin stabil, Vario Evo 160 dibekali ban 100/80-14 di depan dan 120/70-14 di belakang. Tapi kalau urusan kekar, Aerox Alpha masih juaranya dengan ban 110/80-14 di depan dan 140/70-14 di belakang.
Urusan rem, Aerox Alpha lebih lengkap dengan double disc brake dan ABS single channel. Sedangkan Vario Evo 160 masih pakai rem tromol buat roda belakangnya.
Fitur Canggihan Mana?
Nah kalau bahas fitur, Honda Vario Evo 160 masih mirip dengan sebelumnya mulai dari penggunaan lampu full LED, remote keyless, idling stop system, anti-lock braking system (ABS) panel meter digital, hingga USB charging Type-C.
Benar, perubahan dari segi fitur memang tidak signifikan, hanya sebelumnya menggunakan power socket 12 V yang diganti menjadi Type-C saja. Bahkan model ini belum dilengkapi oleh Honda RoadSync.
Sedangkan Yamaha Aerox Alpha, punya fitur yang lebih lengkap seperti lampu full LED, start stop system, panel instrumen digital dan USB charging Type-A.
Tapi pada varian tertingginya telah dilengkapi remote keyless, panel instrumen digitalnya sudah TFT full color yang bisa terkoneksi smartphone, navigasi, ABS, TCS, hingga Yamaha Electric CVT yang dilengkapi Y-Shift untuk berakselerasi.
Harga
Nah harga memang menjadi penentu terakhir bagi setiap konsumen yang ingin membeli motor. Honda Vario Evo 160 dijual dengan tiga varian, mulai dari Rp28.5 jutaan untuk tipe CBS, Rp28.7 jutaan pada tipe CBS Nitro, dan Rp31.4 jutaan untuk tipe ABS.
Sementara Yamaha Aerox Alpha dibanderol mulai dari Rp30,4 juta untuk varian standard, Rp30,95 juta untuk Cybercity, Rp34,49 juta untuk Cybercity ABS, Rp39,75 juta untuk Turbo, dan Rp41,93 juta untuk Turbo Ultimate.