Efek Rekening Diblokir, Transaksi Judi Online Turun Hingga 70 Persen

pada 1 tahun lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Transaksi judionline di Indonesia diklaim langsung menurun tajam setelah PPATK (PusatPelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) melakukan pemblokiran pada lebihdari 120 juta rekeningdormantmasyarakat Indonesia.

Klaim ini disampaikan langsung oleh Ketua PPATK IvanYustiavandana dalam akun Instagram resmi PPATK, Sabtu, (04/08).

“Setelah PPATK membekukan rekening terindikasi judi online,total deposit judi online bulan April hingga Juni 2025 langsung anjlok hinggalebih dari 70 persen. Dari sebelumnya Rp5 triliun lebih kini hanya tersisa Rp1triliunan lebih,” kata Ivan.

Penurunan deposit ini juga ditandai dengan penurunan jumlahtransaksi yang ikut turun dari April hingga Juni 2025. PPATK mencatat frekuensitransaksi turun dari 33,23 juta kali menjadi 2,79 juta kali.




“Frekuensi transaksi deposit judi online antara bulan Aprildan Juni ikut terjun bebas setelah rekening terindikasi judi online dibekukan.Penurunan signifikan ini menunjukkan bahwa pelaku kesulitan mengakses danauntuk berjudi,” tambahnya.

Ivan menjelaskan bahwa angka penurunan tersebut merupakanbukti nyata bahwa pemblokiran efektif menekan aliran dana haram. Langkah inijuga sejalan dengan Asta Cita dan visi dari Indonesia Emas yang bersih daripraktik ilegal.

Tak hanya itu, Ivan turut meluruskan mengenai huru-hara yangterjadi pasca pemblokiran puluhan juta rekening bank yang dinyatakan dormant.Menurutnya, penghentian transaksi terhadap rekening tidak aktif (dormant)adalah wujud nyata perlindungan negara terhadap hak dan kepentingan nasabahperbankan. 

“Hal ini juga menjadi langkah nyata untuk menjaga integritassistem keuangan indonesia dari segala bentuk upaya penyalahgunaan oleh pelakukriminal terhadap hak dan kepentingan nasabah perbankan,” tegas Ivan.




Meski pemblokiran rekening ini diklaim berhasil menurunkanangka judi online, Ivan mengungkap tidak semua rekening yang tidak aktif adalahrekening-rekening judi online. Makanya, saat ini PPATK tengah dalam prosespembukaan kembali rekening-rekening yang terbukti tidak menunjukkan indikasiaktivitas ilegal.

“Namun diantara rekening yang dibekukan terdapat rekeningterindikasi tindak pidana. Rekening lainnya kami buka kembali dalam waktusegera. 100 persen aman,” klaim Ivan.

Hingga berita ini diturunkan, Senin, (04/08), PPATK sudahmulai membuka kembali akses blokir pada 30 juta rekening dormant atau rekeningyang tidak menunjukkan aktivitas transaksi selama tiga bulan lebih. 

Pembukaan ini terus dilakukan secara bertahap sejak Mei 2025dan dilakukan setelah melakukan verifikasi oleh bank.