Harga BBM Naik, Motor Listrik Honda Makin Dilirik?

pada 2 jam lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi belakangan ini ternyata belum jadi pemicu utama masyarakat buat langsung "hijrah" ke motor listrik. Setidaknya, itulah yang dilihat oleh PT Astra Honda Motor (AHM).

Meskipun dibandingkan tahun lalu ada peningkatan, namun minat masyarakat terhadap kendaraan listrik roda dua masih terhitung landai.

Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Dwi Putro, menyebut penjualan motor listrik Honda saat ini masih cenderung stabil.

“Ada peningkatan dibanding tahun lalu,(tapi) relatively flat lah ya kalau motor listriknya,” ujar Octa di Cikarang, Rabu (24/6).



Menurut Octa, keputusan konsumen untuk membeli motor listrik sebenarnya dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan cuma harga BBM saja. Konsumen masih sangat mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, daya listrik di rumah, hingga kenyamanan penggunaan sehari-hari.

“Kita kembali ke pilihan konsumen. Pasti konsumen kan punya pertimbangan disesuaikan lah, baik itu daya di rumahnya, kemudian masih ada worry terkait ini, meskipun kita selalu educate bahwa sebenarnya motor listrik yang sekarang juga sudah reliable,” kata Octa.

“Sebenarnya enggak perlu takut, tapi kembali konsumen kita kan punya pertimbangan masing-masing dan kita akan kasih pilihan ke konsumen,” tambah dia.





Saat ini, AHM sendiri sudah menghadirkan empat model motor listrik di Indonesia, yakni EM1 e:, EM1 e: Plus, ICON e:, dan CUV e:. Keempatnya disiapkan untuk memenuhi segmen pengguna dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

Kenapa kenaikan harga BBM belum bikin permintaan motor listrik meledak? Octa menjelaskan, konsumen masih menilai motor bensin lebih praktis dan ekonomis.

Apalagi, motor Honda dikenal punya konsumsi bahan bakar yang efisien, sehingga kebutuhan fungsional sehari-hari sudah terpenuhi tanpa harus beralih ke listrik.

“Sekarang masih belum (meningkat) lah karena kan gini, bagi konsumen itu kan kalau sepeda motor terutama Honda ini kan cukup reliable dalam artian fuel efficient juga, kegunaan fungsionalnya juga memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Octa.



"Jadi motor listrik ini mulai (diminati) tetapi masih menjadi backup lah istilah saya. Jadi motor cadangan,” tutupnya.

Perlu diketahui, distribusi kendaraan roda dua dari pabrik ke diler (wholesales) hanya tercatat sebanyak 479.388 unit.

Angka tersebut terkoreksi cukup dalam sebesar 7,9 persen jika dibandingkan dengan capaian pada April 2026. Mengingat wholesales sepeda motor pada saat itu menorehkan angka 520.972 unit.

Tak hanya itu, jika kita membandingkannya dengan periode Mei 2025 yang mencatatkan wholesales sebesar 505.350 unit, distribusi kendaraan roda dua anyar ini tercatat merosot hingga 5,1 persen.