Hyundai Siapkan EV 7-Seater 'Made in Indonesia', Stargazer?

pada dalam 4 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.idPasar mobil 7 penumpang di Tanah Air masih tetap diminati. Dan Hyundai mengetahui hal itu, karenanya pabrikan Korea ini sedang menyiapkan senjata barunya.

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memberikan bocoran strategi produk terbarunya yang ditujukan untuk pasar keluarga. 



Dalam waktu dekat, tepatnya pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Hyundai dijadwalkan akan memperkenalkan lini elektrifikasi terbaru yang mencakup berbagai segmen.

Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari diversifikasi produk Hyundai. 

Namun, di antara sekian banyak rencana peluncuran, ada satu model yang dianggap sangat istimewa karena dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

"Model tadi sudah disebutkan, ada SUV hybrid, dan ada SUV listrik. Terus kemudian juga ada MPV yang hybrid dan EV. Tapi yang paling spesial adalah yang 7-seater EV dan produksi dalam negeri di Indonesia," ungkap Fransiscus.

Menakar Kandidat Mobil Listrik 7-Seater

Hingga saat ini, HMID belum membuka tirai mengenai identitas mobil tersebut. Namun, Hyundai sendiri sebenarnya memiliki portofolio 7-penumpang yang cukup kuat.

Mulai dari Stargazer di segmen low MPV, hingga jajaran SUV bongsor seperti Santa Fe dan Palisade, serta MPV premium Staria.

Spekulasi mengenai calon model yang akan diusung pun mulai mengerucut pada dua kandidat utama:

  1. Staria EV: Secara global, Hyundai sudah memiliki varian listrik untuk Staria. Sebagai MPV premium, model ini memiliki basis penggemar tersendiri dan teknologi yang sudah siap.
  2. Stargazer EV: Opsi ini dianggap sangat potensial. Sebagai model andalan di segmen keluarga, Stargazer sudah diproduksi secara lokal di pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI). 

Mengembangkan versi listrik dari model yang sudah sukses secara penjualan dan memiliki rantai pasok lokal tentu menjadi langkah strategis yang sangat masuk akal bagi Hyundai.

Selain kepastian produksi lokal yang akan memberikan nilai tambah bagi ekosistem industri otomotif tanah air, kehadiran mobil listrik 7-penumpang ini digadang-gadang akan mengubah peta persaingan kendaraan keluarga.

Selama ini, pasar mobil listrik Indonesia didominasi oleh segmen sedan, city car, atau SUV 5-penumpang. 

Dengan membawa opsi 7-penumpang yang terjangkau, Hyundai berpotensi membuka akses bagi keluarga Indonesia untuk beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan tanpa harus mengorbankan kapasitas angkut penumpang.



Meski jadwal peluncuran, spesifikasi teknis, hingga kisaran harga masih menjadi teka-teki, pengumuman ini menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai serius ingin menjadi pemimpin pasar dalam transisi kendaraan listrik keluarga di Indonesia. 

Publik kini menanti, apakah spekulasi mengenai Stargazer EV atau model lainnya akan benar-benar terwujud di panggung GIIAS 2026 mendatang.