Imbas Maduro Ditangkap, Teknologi China Terancam Diusir dari Venezuela

pada 5 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idPenangkapanPresiden Venezuela oleh Amerika Serikat turut berdampak pada negara lain,khususnya China. Negeri Tirai Bambu tersebut berisiko kehilangan akses beberapa teknologi penting pasca rencana pengambilalihan Venezuela secarasementara oleh Donald Trump.

South China Morning Post, dikutip Rabu, (07/01), melaporkan bahwa Chinakemungkinan kehilangan akses ke stasiun pemantauan satelit, sistem ladangminyak dan jaringan telekomunikasi di Venezuela jika Trump benar-benarmengambil alih.

Salah satunya adalah stasiun pemantauan satelit El Sombrerodi Pangkalan Udara Kapten Manuel Rios, bersama dengan stasiun cadangannya diLuepa, Negara Bagian Bolivar juga menjadi salah satu fasilitas darat luarnegeri yang dapat diakses oleh China.






Stasiun-stasiun satelit ini memiliki kemampuan untukmendukung upaya China dalam pelacakan satelit dan pengiriman data secara luas,terutama demi ambisi ruang angkasa Beijing yang semakin berkembang menghadapiketegangan geopolitik.

Begitupun di industri telekomunikasi dimana China cukupberjaya di Venezuela. Perusahaan besar seperti Huawei dan ZTE memiliki peranpenting untuk kemajuan sektor digital negara tersebut.

Jaringan telekomunikasi ZTE dan Huawei telah mendorongperluasan jaringan 4G di seluruh Venezuela, memiliki tempat perakitan teleponseluler hingga alat keamanan siber di negara tersebut. 





Huawei, yang memulai operasinya di Venezuela pada tahun 1999bahkan sudah bekerja sama erat dengan operator telekomunikasi milik negaraCANTV selama lebih dari dua dekade dan tetap terintegrasi secara mendalam dalaminfrastruktur nasional. 

Kini, perusahaan dan teknologi-teknologi penting tersebutkemungkinan menghadapi pembatalan kontrak, pembatasan, atau bahkan sanksi dibawah pemerintahan yang berpotensi pro AS, apalagi Huawei dan ZTE masuk dalamdaftar hitam pembatasan signifikan dan dianggap sebagai ancaman keamanannasional oleh Amerika Serikat (AS).