Inovasi Gang Sempit di Jaktim Mendunia, Jadi Pencegah Krisis Planet

pada dalam 3 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Bermula dari sebuahgang kecil di kawasan Jakarta Timur, sosok Taufiq Supriadi justru menjadisorotan di Indonesia bahkan menjadi tokoh inspiratif hingga mancanegara.

Inovasi dan kegigihannya yang ingin menjaga lingkunganmembuatnya meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) hinggapenghargaan dari International Board of Standards (Colorado Springs, AmerikaSerikat) atas kontribusinya di bidang lingkungan pada 2025.

Tak hanya itu, ia juga pernah tampil di China CentralTelevision melalui program Entrepreneur China berkat inovasi yang diciptakan dilingkungan sekitarnya.

Bagi yang belum tahu, Taufiq Supriadi merupakan seorangKetua RT di RT 8 RW4 Malakajaya Duren Sawit, Jakarta Timur. 





Bukan sembarang Ketua RT, ia berhasil menjadi Ketua RTpertama di Indonesia yang memiliki kolam ikan hias dan gizi warga, sekaligusKetua RT pertama yang menginisiasi media pembelajaran pencegah krisis planetpada 2024.

Dengan berbagai program yang dijalankan, RT 08 RW 04 MalakaJaya kini menjadi kawasan percontohan yang mengedepankan konsep ramahlingkungan dan keberlanjutan.

Hingga saat ini, dirinya sudah menggagas berbagai programuntuk mendukung penghijauan dan upaya pencegahan krisis planet, mulai daripembuatan lubang biopori untuk resapan air dan penguraian sampah organik,pengomposan, budidaya maggot, budidaya ikan lele dalam got, pemilahan sampahrumah tangga hingga bank sampah.

Tak hanya itu, Taufiq juga berhasil menghadirkan pemantauanCCTV dengan jadwal piket serta pemanfaatan energi surya melalui pembangunanPLTS dan lainnya.

Dari Lingkungan Gersang Jadi Kampung Ramah Lingkungan

Lalu, bagaimana awal mula Taufiq menggagas inovasi ini?TimUzone.idpun berkesempatan untuk berkunjung dan mendalami seluk belukinovasi yang digagas oleh beliau dan masyarakat setempat.

Taufiq Supriadi, mengatakan perubahan tersebut dimulaisekitar 2,5 tahun lalu setelah dirinya menjabat sebagai ketua RT. Salah satulangkah awal yang dilakukan adalah menghadirkan ratusan tanaman produktif untukmenghijaukan kawasan.



"Sekarang sudah ada sekitar 817 tanaman produktif yangditanam di lingkungan kami. Awalnya kami memanfaatkan dana operasional RTsebesar Rp2 juta untuk membeli planter bag dan media tanam, lalu dicicil hinggaakhirnya program ini bisa berjalan," ujar Taufiq.

Selanjutnya, ia kemudian mengajak warga untuk menerapkansistem pengelolaan sampah terpadu. Sampah non-organik dipilah dan disalurkan kebank sampah setiap pekan, sementara sampah organik diolah menjadi pakan maggot,ayam, ikan, hingga kompos untuk tanaman.

"Di tempat kami tidak ada yang namanya sampah. Semuanyadimanfaatkan dan berputar menjadi sumber daya baru," jelasnya.

Menurut Taufiq, kunci keberhasilan program bukan hanya padafasilitas, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat. Ia melibatkan wargasebagai perancang sekaligus pelaksana program sehingga tercipta rasa memilikiterhadap setiap kegiatan yang dijalankan.

Saat ini, berbagai fasilitas pendukung juga telah dibangun,mulai dari kolam ikan, kandang ayam pengolah sampah organik, sumur artesis,pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), CCTV lingkungan, hingga jadwal piketgotong royong yang melibatkan seluruh warga.

Terkenal di Mancanegara dan Jadi Pencegah Krisis Planet

Taufiq menjelaskan bahwa berkat program yang dikelolabersama masyarakat sekitar membuat kampung mereka dikunjungi banyak pihak,bahkan dari berbagai negara.

“Banyak negara-negara luar datang ke sini, ada KoreaSelatan, ada Singapura, ada Amerika, ada dari Belanda, dan banyak negara lainsudah datang ke tempat ini karena melihat kita berkomitmen menjaga lingkungantetap lestari,” ujarnya kepada Uzone.id.



Ia melanjutkan bahwa apa yang dilakukan oleh kampung merekamerupakan wujud dari pelaksanaan Undang-Undang Lingkungan Hidup Pasal 70 Ayat 1bahwa kita punya hak dan kesempatan yang sama untuk menjaga lingkungan tetaptersetari dengan cara masing-masing. 

“Makanya di titik ini, ini adalah media pencegah krisisplanet,” katanya.

Ia melanjutkan, “Kalau di Google Maps ada kita ketikpencegah krisis planet. Ini yang dilihat oleh Tiongkok untuk mengundang kamiberangkat ke Tiongkok.”

Langkah Kecil Hidupkan Lingkungan Hijau di Perkotaan

Langkah Taufiq tersebut kini memberikan dampak nyata bagiperkampungan mereka. Salah satunya adalah kawasan yang sebelumnya terasa sangatgersang kini sudah terasa lebih asri dan juga hijau.

Lina, salah satu pengurus RT, mengatakan kawasan yangsebelumnya gersang kini berubah menjadi lebih hijau dan asri. Selain memberikanudara yang lebih segar, program tersebut juga membuka peluang usaha bagi wargamelalui penjualan olahan lele.

“Kalau untuk penghijauan yang pasti jadi kelihatan asri yaMbak, lingkungannya hijau kelihatan gitu lho. Seger, pemandangannya seger. Yangpasti kita kan jadi dapat manfaat dari oksigennya. Terus kalau program-programyang lain, kayak di sini ada akuarium warga, jadi banyak yang datang ke sinigitu lho,” katanya kepada Uzone.id.




Sementara itu, Nita, pengurus RT lainnya, menilai lingkungankini menjadi lebih bersih, nyaman, serta ramai dikunjungi masyarakat dariberbagai daerah. Kehadiran tamu juga mendorong aktivitas UMKM warga yangmenjual aneka produk olahan lele, makanan, hingga souvenir.

“Lingkungan jadi lebih bersih, kita dapat oksigen daripohon-pohon, dan sekarang juga jadi wilayah kita jadi ramai dikunjungi banyakorang, banyak orang terbantu UMKM juga, kalau ada event biasanya RT008 warganyabuka beberapa tenant, gitu, kaya jualan abon lele, produk-produk dari RT 008,kue juga ada, sama souvenir, dan ada dampaknya,” tuturnya.