.jpeg%3Fdownload%3Dfalse%26resolution%3DHD&w=1920&q=75)
Uzone.id — Indosat kembali menggelar forum strategis mereka dengan menggelar Indonesia AI Day for Higher Education pada Selasa, (18/11). Berbeda dengan AI Day sebelumnya, kali ini Indosat membidik sektor pendidikan untuk memperluas solusi AI yang mereka tawarkan.
“Kami sudah menjalankan rangkaian program AI Day sejak beberapa waktu lalu. Temanya pun beragam: mulai dari financial, supply chain, mining hingga EV. Besok, kita akan mengadakan AI Day untuk higher education,” kata Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah dalam acara bincang santai di kantor Indosat Ooredoo Hutchison, Senin, (17/11).Ia melanjutkan, “Tujuan kita tetap sama, Indosat bertransformasi menjadi bukan hanya AI-native company, tetapi juga AI tech company. Kita punya infrastruktur yang kuat untuk mendukung itu, termasuk melalui kerja sama dengan NVIDIA. Selain itu, kita juga memiliki mitra dan tim internal yang fokus mengembangkan solusi AI untuk berbagai industri.”
Di sektor pendidikan, Indosat memiliki dua tujuan yaitu dengan mendukung higher education dapat menyiapkan AI-enabled talent dalam jumlah besar serta menyediakan layanan mulai dari infrastruktur hingga solusi untuk mendukung talenta tersebut.
Acara AI Day for Higher Education ini akan menghadirkan 60 universitas (negeri dan swasta) dengan lebih dari 200 peserta, mulai dari rektor, wakil rektor, direktur IT, hingga startup.
Dalam acara ini, Indosat akan menawarkan tiga pilar solusi yaitu Building and Facility Services yang mencakup fasilitas yang mendukung gaya belajar baru termasuk solusi crowd control, physical management system, Vision AI untuk mendeteksi perilaku, facial recognition, hingga otomasi berbasis AI.
Ada juga solusi Student and Teacher Experience untuk mendukung mahasiswa yang semakin kritis. Solusi ini berupa teknologi seperti e-learning, smart classroom, AI-based Information and Administration center hingga teacher assistant.
Kemudian ada Digital Assets. Solusi ini menghadirkan digitalisasi kampus untuk membantu keamanan data, storage, profiling hingga analitik berbasis data.
Salah satunya adalah kehadiran solusi cyber security untuk melindungi data dari domain publik serta solusi Indosat dan Nvidia yang menyediakan GPU service on-premise, memungkinkan kampus membangun AI sendiri dengan data yang lebih terlindungi dan tidak bercampur di domain publik.
Terdapat berbagai sesi talk show yang diisi oleh berbagai narasumber lokal maupun global yang expert di bidangnya.
Salah satunya sesi talkshow bertajuk ‘Strategy for Aligning Academic Tradition with Modern Technology’ yang diisi oleh Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S T, M Eng, IPU selaku Rektor Universitas Indonesia, Prof. Cher Ping Lim selaku Co Director, Global Institute for Emerging Technologies The Education University of Hong Kong dan juga Olivia Husli Basrin selaku Country Lead Google for Education Indonesia and Malaysia.
Mereka akan saling bertukar pengetahuan mengenai bagaimana kampus mempertahankan tradisi akademik sambil mengadopsi teknologi dan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, dan relevansi pendidikan tinggi.
Tak hanya itu, ada juga sesi-sesi lain seperti Designing Future Ready Universities Strengthening University Competitiveness in the Tech Driven Era, Transformative Journey in Integrating Artificial Intelligence Across Academic and Operational Domains, hingga Cybersecurity for Smart Campus Protecting the Digital Learning Ecosystem.