Internet Timika-Merauke Mulai Normal, Telkom Lanjut Perbaiki Kabel Sorong-Fakfak

Uzone.id—PTTelkom Indonesia terus melakukan mitigasi dan percepatan pemulihan pada SistemKomunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku Papua Cable System (SMPCS)yang
Setelah melakukan perbaikan tahap ke-1(temporary recovery)lebih cepat dari target yang sudah ditentukan, Telkom lanjut melakukanperbaikan tahap berikutnya pada ruas Sorong–Fakfak dan diperkirakan akan pulihpada pekan kedua September 2025.
Pasca berhasil menyelesaikan pemulihan tahap ke-1, layananTelkom di wilayah Merauke, Timika, Kaimana dan wilayah sekitarnya kini sudahkembali normal. Masyarakat sudah bisa menggunakan layanan-layanan seperti fixeddan mobile broadband untuk kebutuhan mereka sehari-hari seperti biasanya.
Upaya Telkom terus berlanjut dengan menghadirkan kapalperbaikan khusus di ruas Sorong dan Fakfak, tepatnya di KM 66–81 dari BeachManhole (BMH) Sorong arah Fakfak. Dengan kapal khusus ini, Telkom akanmelakukan segera melakukan prosespermanent recovery.
“Setelah ruas Timika–Merauke rampung, tim teknis langsungmelakukan persiapan secara menyeluruh dan berlayar menuju ruas Sorong–Fakfakuntuk melakukan percepatan pemulihan kabel laut,” kata EVP Telkom Regional V,Amin Soebagyo dalam keterangan resmi yang diterimaUzone.id,Rabu, (10/09).
Tahapan pemulihan dan potensi penurunan kualitaslayanan
Prosespermanent recoveryini memiliki beberapatahapan yang akan berpengaruh pada layanan internet nantinya.
Telkom menjelaskan bahwa beberapa tahapan akan menyebabkanpenurunan sementara kualitas layanan TelkomGroup, baik untuk fixed maupunmobile broadband, di wilayah Merauke, Timika, dan Kaimana pada waktu-waktutertentu.
Telkom pun mengingatkan masyarakat soal adanya potensigangguan layanan yang kemungkinan akan terjadi sebanyak dua kali.
“Dampak penurunan kualitas layanan ini akan terjadi sebanyakdua kali. Pertama akan terjadi pada tanggal 9 hingga 10 September selama kuranglebih 12 jam, lalu yang kedua akan terjadi pada tanggal 12 hingga 14 Septemberselama kurang lebih 41 jam,” kata Amin.
Prosedur perbaikan kabel laut mengikuti standarinternasional yang aman. Penurunan kualitas layanan periode pertama (9–10September) akan terjadi dikarenakan tim teknis harus mematikan sistem catuankabel laut SMPCS agar dapat mengangkat kabel laut ke kapal perbaikankhusus.
Untuk periode kedua yaitu di tanggal 12-24 September,penurunan kualitas terjadi pada saat tim teknis melakukan finalisasipenyambungan kabel laut untuk memastikan keandalan jaringan.
Nah, selama periode ini, Telkom akan tetap menyiapkan backupmelalui satelit dan radio teresterial dengan bandwidth terbatas agarkonektivitas tetap terjaga dan masyarakat pun tetap bisa mengakses internetsecara gratis di posko Merah Putih yang disediakan Telkom.
Target pemulihan selesai: 14 September 2025
Berhubung tahapannya dilakukan beberapa kali, Telkommenargetkan rangkaian tahapan pemulihan permanen ini selesai pada 14 September2025. Setelah itu layanan akan kembali beroperasi secara normal.
“Apabila terdapat perubahan waktu akan kami informasikanlebih lanjut,” jelas Amin.
Langkah-langkah ini dilakukan dengan cepat dan tepat sasaranoleh Telkom demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Seluruh tim teknis akan bekerja secara maksimal untukmemastikan proses pemulihan ini berjalan lancar, sehingga layanantelekomunikasi digital dapat kembali optimal. Telkom berkomitmen untuk menjagaakses digitalisasi di seluruh nusantara, termasuk wilayah Papua,” kata Amin.
Perbaikan Tahapan 1 oleh Telkom
Sebelumnya, Telkom sendiri sudah menyelesaikan prosespemulihan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua CableSystem (SMPCS) ruas Sorong–Merauke tahap pertama (temporary recovery) di ruasTimika-Merauke secara cepat dan bahkan lebih cepat dari target awal mereka.
Amin menjelaskan bahwa tim teknis Telkom berhasilmenyelesaikan tahapan pemulihan sesuai dengan standar internasional.
Dalam prosesnya, tim teknis Telkom melakukan penyambungan disisi pertama, lalu pembungkusan titik sambungan untuk memastikan keamanan dankeandalan kabel tetap terjaga.
Lalu, di sisi kedua, tim menarik kabel cadangan (sparecable) sebagai pengganti ruas kabel yang mengalami gangguan.
“Penyambungan pada sisi kedua kemudian dilakukan dandilanjutkan dengan pembungkusan titik sambungan untuk memastikan jaringan tetapterlindungi dengan baik,” tambahnya.
Kesigapan Telkom dalam proses pemulihan
Sejauh ini, Telkom sendiri sangat sigap dalam menanganipemulihan sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi–Maluku–Papua CableSystem (SMPCS) ruas Sorong–Merauke di tengah kendala medan di masing-masingwilayah.
Pada 27 Agustus 2025 lalu, kapal perbaikan Telkom tiba dititik gangguan yang berada di ruas Timika–Merauke pada KM 293 dari STO Meraukearah Timika, dan langsung memulai tahap awal pemulihan.
Tahap pertama yang sedang dilakukan mencakupcurrentassessmentdanroute scouting.Tahapan ini penting untuk memastikansetiap langkah pemulihan dilakukan dengan presisi dan mengurangi potensi risikoselama proses berlangsung.