Judi Online RI di 2025: Ramai Pemain ‘Pensiun’ hingga Sarang di Bom

pada 6 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.idTahun 2024 bisadibilang jadi puncaknya fenomena judi online di RI, sampai-sampai pemerintahpun bingung menangani tren yang bikin warga merugi tersebut. Namun seiringberjalannya tahun 2025, popularitas tren satu ini mulai menurun.

Tidak lagi seheboh tahun lalu, lambat laun fenomena judionline di Indonesia mulai meredup. Jumlah pemain hingga perputaran angkatransaksi turun puluhan persen dibandingkan tahun lalu.

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan, selain banyaknya pemainyang (mungkin) insaf dan ingin pensiun dari ‘pekerjaannya’ tersebut, situasigeopolitik di Asia Tenggara saat ini juga punya andil besar kenapa perjudian diRI semakin sepi peminat. 




Mau tahu apa saja yang terjadi di ‘industri’ perjudianonline selama tahun 2025? Berikut rangkumannya.

68 Persen Pemain di RI ‘Pensiun’ dari Judi Online

PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan)memberi kabar baik menjelang akhir tahun ini. Menurut laporan yang dibagikan 19Desember 2025 lalu, pemain judi online di Indonesia disebut mengalami penurunandimana jumlah pemain judi online yang sudah ‘pensiun’ mencapai 68,32 persen.

Dari yang awalnya mencapai 9,7 juta orang pemain di tahun2024, kini tersisa hanya sekitar 3,1 juta orang yang masih terjebak dalamaktivitas ilegal ini.

Terkait penurunan ini, Menteri Komdigi, Meutya Hafidmenjelaskan ini adalah hasil dari komitmen pemerintah dan juga kerjasama darimasyarakat juga.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakanpenurunan tersebut merupakan hasil nyata dari komitmen pemerintah dalammelindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi judi online.

Transaksi Judi Online juga ikut turun 57 persen

Dalam data yang dibagikan Pusat Pelaporan dan AnalisisTransaksi Keuangan (PPATK), jumlah transaksi judi online pada 2025 turun hingga57 persen dibandingkan pada tahun 2024.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan bahwaperputaran dana judi online di Indonesia pada tahun 2025 tercatat sebesarberada di angka Rp155,4 triliun. Angka yang jauh lebih sedikit dibandingkantahun lalu yang mencapai kisaran angka Rp359,8 triliun.

Pemblokiran rekening ambil peran dalam turunnya transaksijudi online

Masih ingat pemblokiran rekening dormant yang dilakukanPPATK pada Agustus 2025 lalu? Bukan tanpa alasan, PPATK memblokirrekening-rekening tanpa aktivitas berbulan-bulan ini dilakukan sebagai salahsatu upaya untuk melacak dan memblokir rekening yang terafiliasi judi online.

PPATK pun mengklaim kalau cara ini membuat transaksi judionline di Indonesia langsung menurun tajam setelah PPATK melakukan haltersebut.

Klaim ini disampaikan langsung oleh Ketua PPATK IvanYustiavandana dalam akun Instagram resmi PPATK, Sabtu, (04/08).




“Setelah PPATK membekukan rekening terindikasi judi online,total deposit judi online bulan April hingga Juni 2025 langsung anjlok hinggalebih dari 70 persen. Dari sebelumnya Rp5 triliun lebih kini hanya tersisa Rp1triliunan lebih,” kata Ivan.

Penurunan deposit ini juga ditandai dengan penurunan jumlahtransaksi yang ikut turun dari April hingga Juni 2025. PPATK mencatat frekuensitransaksi turun dari 33,23 juta kali menjadi 2,79 juta kali.

Thailand-Kamboja memanas, sarang judi online ‘hangus’

Selain karena Komdigi yang terus sigap memblokirkonten-konten berbau judi online, berkurangnya transaksi dari perjudian onlineini adalah kondisi geopolitik antara Kamboja dan Thailand yang semakin memanas.

Perang Thailand-Kamboja terus memanas hingga berita iniditurunkan. Dalam keterangannya, pasukan militer udara Thailand melakukan aksipengeboman terhadap lima pusat judi di Kamboja yang dicurigai menjadi markaspenipuan online berskala internasional.

Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian setelah memanaskembalinya eskalasi hubungan antara dua negara tersebut. Bangunan yang menjaditarget diduga juga merupakan tempat bermukim korban perdagangan manusia.

Militer Thailand sendiri memang menargetkan Royal HillResort menggunakan jet tempur mereka, Saab JAS 39 Gripen. Royal Hill Resortdisebut sebagai pusatnya penipuan online di Kamboja.