Karyawan TikTok di Asia hingga Inggris Terancam Kena PHK

Uzone.id—Putaran PHK kembalimengancam perusahaan asal China, TikTok. Setelah memangkas karyawan Tokopediadi Indonesia, TikTok disebut akan memangkas karyawan di berbagai belahan dunia.
Kabar ini muncul setelah adanya rencana bahwa TikTok akanmengatur ulang divisiTrust and Safetymereka secara global.
Berdasarkan laporan dariThe Guardian, TikTok mengatakan bahwa penataan ulang divisi ini akan berdampak padakaryawan di Inggris, Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Mereka kemungkinan akan dirumahkan, dipindahkan ke kantoryang berbasis di Eropa, dan ke perusahaan pihak ketiga.
Penataan ulang karyawan TikTok secara global ini didorongoleh rencana perusahaan yang ingin mengurangi ketergantungan mereka kepadamoderator manusia. Nantinya, mereka akan menggunakan AI untuk mengambil alihtugas tersebut di platform.
Saat ini, TikTok sendiri sudah mulai menggunakan sistemotomatis untuk menghapus konten-konten yang melanggar di platform mereka dancakupannya pun sudah mencapai 85 persen.
Sementara itu, strategi TikTok dalam menggantikan moderatorkonten manusia oleh AI ini menimbulkan pro dan kontra. Apalagi di tengah adanyapemberlakukan aturan verifikasi usia pengguna di berbagai negara, termasukInggris.
Menurut analis John Chadfield dariCommunication WorkersUnion,mengganti pekerja manusia dengan AI untuk moderasi konten dapatmembahayakan keamanan jutaan pengguna TikTok.
“Para pekerja TikTok ini menjadi alarm nyata ataspenggantian tim moderasi manusia demi AI yang dikembangkan secara tergesa-gesadan belum matang," katanya.
Ini bukan kali pertama TikTok melakukan pemangkasan di timSafety and Trust, beberapa bulan terakhir perusahaan telah melakukan pemutusanhubungan kerja serupa di Belanda, Malaysia dan baru-baru ini juga dilakukan diJerman yang menyebabkan ratusan karyawan dirumahkan.
Tak hanya di divisi tersebut, akhir Agustus ini, TikTok jugamemangkas karyawan e-commerce di Tokopedia di Indonesia sebagai bagian dari‘evaluasi kebutuhan bisnis dan melakukan berbagai penyesuaian untuk memperkuatorganisasi’ perusahaan.