Ketika Polisi Main AI dan Data: Fatalitas Mudik Turun, Mudik Lancar

pada 2 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Polisi mulai menerapkan rekayasa lalu lintas canggih, dengan mengandalkan kecerdasan buatan (AI) berbasis data real-time. Hasilnya? Tingkat fatalitas menurun dan mudik teras lebih lancar.

Polri bersama para pemangku kepentingan berhasil menekan angka korban meninggal dunia sebesar 31,19 persen selama Operasi Ketupat 2026. Faktor utamanya adalah transformasi manajemen rekayasa lalu lintas, yang kini berbasis data real-time dan teknologi digital.



Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa penanganan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H telah memasuki era baru dengan pendekatan presisi.

“Arus mudik tertinggi sepanjang sejarah sampai saat ini, satu hari yang meninggalkan Jakarta sejumlah 270.315, ini tertinggi dan terbanyak sepanjang sejarah arus puncak mudik selama ini dan sudah bisa terkelola dengan baik,” kata Agus, mengutip situs resmi Korlantas Polri.

Setiap keputusan intervensi lalu lintas didasarkan pada parameter digital yang akurat, tidak lagi mengandalkan asumsi.

285 Kali Intervensi Berbasis AI

Korlantas Polri menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas secara terukur: pengalihan arus, contraflow, hingga sistem satu arah (one way) lokal dan nasional. Total ada 285 kali intervensi dilakukan di jalur mudik, dengan rincian:

  • 205 kali Pengalihan Arus
  • 39 kali Contraflow
  • 39 kali One Way Lokal Presisi
  • 2 kali One Way Nasional Presisi

Berbeda dari tahun sebelumnya, penentuan waktu dan lokasi penerapan one way atau contraflow kini mengandalkan teknologi seperti traffic accounting dan Artificial Intelligence (AI).

Data volume kendaraan terkirim langsung ke Command Center Korlantas Polri, memungkinkan petugas bertindak cepat dan tepat.

Dampak Langsung pada Keselamatan

Efektivitas manajemen arus ini memberikan dampak signifikan pada keselamatan:

  • Angka korban meninggal dunia turun 31,19%.
  • Angka kecelakaan lalu lintas nasional turun 6,31%.
  • Korban luka berat (LB) berkurang 13,8%.

Salah satu inovasi penting adalah skema one-way lokal presisi. Skema ini memungkinkan rekayasa hanya pada titik-titik kepadatan spesifik (sepenggal), sehingga tidak perlu menutup seluruh jalur nasional dan meminimalkan hambatan bagi masyarakat lokal.

Selain itu, penegakan pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas diawasi ketat secara digital menggunakan ETLE Drone Patrol Presisi.

Ini memastikan jalur utama bebas dari kendaraan berat yang berpotensi memicu perlambatan dan kecelakaan fatal.




Sinergi lintas sektoral dan apresiasi

Keberhasilan ini diapresiasi mengingat volume kendaraan keluar-masuk Jakarta mencapai 6.244.933 unit selama operasi.

Kapolri menilai pengamanan arus mudik dan balik 2026 berjalan positif, hasil dari sinergi dan kolaborasi lintas sektoral yang erat.

Kapolri juga menyebut stimulus dari pemerintah, seperti diskon tarif tol, program mudik gratis, dan kebijakan WFA/WFH, turut efektif memecah konsentrasi kepadatan arus.

Sebagai tindak lanjut, Kapolri meminta agar dilakukan evaluasi mendalam untuk meningkatkan pelayanan pada Operasi Ketupat tahun berikutnya.

Irjen Agus pun menekankan kepada jajaran untuk terus menjaga momentum positif dengan mengedepankan pelayanan yang superhumanis dan menjabarkan program unggulan ‘Polantas Menyapa dan Melayani’.

Tujuannya adalah membangun kesadaran berlalu lintas melalui edukasi yang santun, bukan hanya penegakan hukum.