Korlantas Polri Mau Berantas Balap Liar, Sampai Sweeping Bengkel!

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho ingin memberantas kegiatan balap liar yang kerap meresahkan masyarakat setempat.

Berbagai upaya akan dilakukan oleh Korlantas Polri dari mulai patroli malam sampai sweeping ke bengkel-bengkel.

Menurut Irjen Pol Agus Suryonugroho, patroli malam hingga dini hari menjadi langkah preventif untuk menjaga situasi, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Kegiatan tersebut juga bisa dimanfaatkan secara bersamaan untuk mencegah maraknya aksi balap liar di berbagai daerah.



"Saya minta jajaran ditlantas Polda dan Satlantas Polres melakukan patroli secara rutin di malam dan dini hari. Pastikan masyarakat merasa aman dan nyaman kehadiran Polantas di jalan diharapkan mampu mencegah munculnya niat melakukan pelanggaran serta menegaskan kehadiran negara dalam menjaga ketertiban," ujar Irjen Pol Agus dikutip dari situs resmi Korlantas Polri.

Menurut Agus jika pencegahan lewat patroli malam belum efektif, petugas diminta untuk melakukan pembubaran dengan cara yang aman dan terukur.

Petugas juga diminta untuk memberikan pembinaan sosial kepada para pelaku, terutama kalangan remaja yang terlibat dalam kegiatan balap liar.

Selain upaya-upaya tadi, Irjen Pol Agus juga meminta dilakukan pengawasan terhadap bengkel yang melakukan modifikasi kendaraan. Menurutnya ini penting untuk dapat menekan potensi munculnya kegiatan balap liar.



"Jangan hanya menindak di jalan. Kita juga perlu menelusuri bengkel-bengkel yang memodifikasi kendaraan secara ilegal untuk balap liar. Ini bagian dari upaya pencegahan," jelasnya.

Terakhir, Kakorlantas meminta agar setiap satuan lalu lintas berkoordinasi dengan fungsi Intelkam dan Reskrim untuk memetakan jaringan pelaku balap liar, termasuk tempat-tempat yang dijadikan lokasi taruhan serta bengkel modifikasi ilegal.

“Bila tindakan pencegahan belum efektif, petugas diperintahkan melakukan pembubaran dengan cara yang aman, diikuti pembinaan sosial bagi para pelaku, terutama remaja,” pungkasnya.