Laga Argentina vs Mesir Panas di Ranah Online, Kalian Tim Mana?

pada 14 jam lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Pertandingan 16besar FIFA Piala Dunia 2026 yang bergelar antara Argentina dan Mesir berakhirdengan kemenangan Lionel Messi cs dengan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina.

Duel dua tim ini berhasil jadi salah satu match yangdibicarakan di jagad media sosial. Dari X hingga TikTok, topik soal laga yangsatu ini terus mendominasi. Topik terkait Messi, Argentina, FIFA, Wasit hinggaGOAT menjadi trending hingga Rabu Sore, (08/07).

Bukan pertandingan biasa, laga antara Argentina melawanMesir ini menimbulkan diskusi yang semakin mendalam, bahkan menjadikan wargainternet terbagi ke dua kubu, ada yang tim Messi ada juga yang tim Mesir.

Munculnya panggilan ‘Anak FIFA’

Jika kalian salah satu pecinta bola, istilah ‘Anak FIFA’ inisering kali dikeluarkan ketika seseorang atau sebuah tim dianggap mendapatkeuntungan dari induk federasi sepak bola dunia FIFA. Mereka dianggap sebagaianak kesayangan sehingga mendapatkan perlakuan istimewa dan berbeda dari timlain.

Di laga antara Argentina melawan Mesir ini, istilah AnakFIFA muncul dan ditujukkan kepada tim Argentina khususnya Lionel Messi olehpara pecinta bola.



Tim ini dianggap mendapat perlakukan yang memuluskan jalanmereka dalam perhelatan Piala Dunia 2026 kali ini, mulai dari drawing putaranfinal yang katanya menguntungkan Argentina hingga keputusan wasit yang dinilaimemihak ke tim Messi.






Di laga Argentina vs Mesir, keputusan wasit yang cukupkontroversial muncul ketika wasit yang memimpin yaitu Francois Letexiermenganulir goal dari Mostafa Zico dengan bantuan teknologi VAR.

Tak hanya itu, keputusan lainnya yang juga dipertanyakanadalah ketika Messi mendapat kesempatan untuk menendang penalti pasca dirinyadihadang oleh salah satu pemain Mesir.

Keputusan lainnya yang juga mendapat kecaman adalah ketikagoal penentuan yang dilakukan oleh pemain Argentina pada waktu tambahan babakkedua disahkan oleh wasit.

Menurut beberapa pihak, proses dari goal tersebut miripdengan goal Mostafa Zico yang dianulir oleh wasit.












Kontroversi mengenai perlakuan istimewa FIFA dan wasit dalampertandingan ini juga dikecam langsung oleh pelatih dan pemain Mesir.

“Wasit telah merampas harapan seluruh bangsa (Mesir),” kataMostafa Ziko dalam sebuah wawancara yang penuh pasca pertandingan, dikutip dariFox Sport.

“Saya tidak ingin mengatakannya dengan halus dan menyebutnyasebagai nasib buruk. Kami telah dicurangi secara tidak adil hari ini, kamimengalami ketidakadilan,” kata pelatih Mesir, Hossam Hassan.

Teknologi VAR jadi ‘Biang Kerok’ goal Mesir dianulir?

Salah satu yang menjadi perdebatan adalah penggunaanteknologi VAR (Video Assistant Referee) yang justru dianggap tidak memberikankeputusan yang adil.

Di menit ke-58, Argentina kesulitan melawan gaya permainanserangan balik Mesir yang efektif. Dalam upaya merebut bola di separuh lapangansendiri, bek tengah Lisandro Martinez kehilangan penguasaan bola setelahbertabrakan dengan dua pemain Mesir.

Mesir pun langsung melancarkan serangan balik cepat, danMostafa Ziko berhasil mencetak gol setelah menerima umpan dari Mohamed Salah,menjadikan skor menjadi 2-0 untuk kemenangan Mesir.

Sorak gembira terdengar dari pendukung Mesir, begitupundengan pemain yang juga sudah merayakan kesuksesan mereka membobol gawangEmiliano Martinez.

Sayangnya, kegembiraan mereka terhenti ketika wasit FrancoisLetexier menerima sinyal dari tim VAR dan memutuskan untuk tidak mengesahkangol tersebut.

Menurut VAR, pada awal serangan balik, salah satu pemainMesir yaitu Marwan Attia menginjak kaki Martinez saat terjadi perebutan bola,menyebabkan bek Argentina itu kehilangan kendali atas bola.






Yang membuat kontroversial, pelanggaran terjadi lebih dari80 meter dari gawang Argentina dan tim VAR menetapkan bahwa itu adalah faktorkunci yang menyebabkan gol tersebut terjadi.

Sehingga, mereka merekomendasikan agar wasit mengubahkeputusannya–dan wasit pun mengabulkan keputusan tersebut. 

Keputusan lainnya yang bikin pecinta bola mengernyitkan dahiadalah ketika goal terakhir dimana penonton menilai kalau seharusnya goaltersebut juga dicek melalui VAR karena dianggap mirip dengan proses terjadinyagoal Mostafa Ziko yang dianulir di awal.

Keputusan anulir goal ini dikomentari oleh mantan wasitSpanyol, Eduardo Iturralde yang berpendapat kalau VAR terlalu banyak ikutcampur dalam pertandingan tersebut.

Menurutnya, injakan Attia hanyalah benturan yang sangatringan dan tidak cukup serius untuk diintervensi oleh VAR.

VAR di Piala Dunia 2026 dirancang lebih canggih

Di Piala Dunia 2026 kali ini, FIFA telah memperkenalkanteknologi offside semi-otomatis yang lebih canggih. Melansir dari Al Jazeera,teknologi ini memungkinkan wasit mengambil keputusan lebih cepat daripada harusmenunggu hingga sebuah serangan selesai berlangsung.

Teknologi offside semi-otomatis ini juga dirancang untukmendeteksi offside hampir secara real time. 

Jika sebelumnya teknologi VAR ini hanya memberi peringatankepada wasit jika pemain berada dari 50 cm di posisi offside, versi terbaru inidiklaim bisa membantu menghasilkan keputusan yang lebih akurat dengan memberisinyal ketika seorang pemain berada lebih dari 10 cm di posisi offside.

Wasit VAR dan wasit di lapangan akan menerima peringatanaudio secara real-time langsung ke earpiece mereka untuk memberitahukan soalpotensi offside ini.

Namun, ada beberapa keterbatasan. Sistem ini hanya dapatdigunakan untuk offside berdasarkan posisi, bukan untuk keputusan subjektif,dan tidak akan mampu mendeteksi situasi offside yang sangat tipis. 

Selain itu, keputusan dari VAR ini juga tidak sepenuhnyabisa diambil oleh wasit karena mereka tetap mempertimbangan faktor laintermasuk kondisi di lapangan.