Larry Ellison Jadi Orang Terkaya di Dunia Usai Saham Oracle Melejit

Uzone.id –Saham perusahan teknologi raksasa, Oracle, melonjak naik sampai 39,7 persen, Rabu (10/9). Kenaikan tersebut menambah sekitar 278 miliar dollar AS ke valuasi pasar Oracle, dan menjadi kenaikan harian tertinggi sejak tahun 1992.
Lonjakan ini didukung oleh tingginya permintaan layanan cloud dari perusahaan kecerdasan buatan (AI). Apabila Oracle mampu mempertahankan kenaikan ini, valuasi perusahaan diperkirakan akan mencapai 948 miliar dollar AS.
Berkat kenaikan saham tersebut, bos Oracle, Larry Ellison langsung menggeser Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan Larry mencapai US$393 miliar atau sekitar Rp6.470 triliun.
Dalam periode tersebut, total kekayaan Elon Musk hanya US$385 miliar atau Rp6.339 triliun. Sayangnya, posisi ini belum mampu Larry Ellison pertahankan dalam jangka waktu yang lama.
Elon Musk langsung kembali menyalip. Berdasarkan data yang diunggah olehForbes, total kekayaan Elon Musk saat ini telah mencapai US$436,1 miliar atau setara dengan Rp6.759 triliun.
Strategi Oracle untuk menembus valuasi 1 triliun dolar AS
Oracle sendiri adalah perusahaan yang bergerak dalam industri perangkat lunak bisnis dan komputasi awan (cloud computing) yang berkantor pusat di Austin. Saat ini, pasar cloud computing masih didominasi oleh Microsoft, AWS, dan Google Cloud.
Saat ini, Oracle berada di lapisan kedua bersama Alibaba dan CoreWeave. Namun, Oracle mulai mengejar lewat berbagai kerja sama strategis. Perusahaan mulai menjalin kemitraan dengan Amazon, Microsoft hingga perusahaan induk Google, Alphabet.
Tujuan dari kerja sama tersebut adalah agar para pelanggan bisa menggunakan Oracle Cloud Infrastruktur (OCI) bersamaan dengan layanan masing-masing. Hasilnya, pendapatan Oracle melonjak lebih dari 16 kali lipat pada kuartal pertama tahun ini.
Baru-baru ini, Oracle juga baru menekan kontrak kesepakatan cloud computing senilai US$300 miliar atau lebih dari Rp4.900 triliun untuk periode lima tahun dengan OpenAI. Kesepakatan ini disebut sebagai salah satu kontrak cloud terbesar dalam sejarah.
Laporan dariTechCrunchmenyebutkan jika kesepakatan ini disebut sebagai langkah strategis OpenAI untuk mengurangi ketergantungan dengan Microsoft Azure sebagai penyedia cloud. Perusahaan tersebut bahkan telah memulai menggunakan layanan Oracle dalam skala yang kecil sejak musim panas 2024 lalu.
Fortune Indonesiaikut menuliskan bahwa langkah diversifikasi ini juga sejalan dengan keterlibatan OpenAI dalam proyek Stargate. Dalam proyek ambisius tersebut, OpenAI bersama SoftBank dan Oracle berkomitmen menginvestasikan US$500 miliar atau sekitar Rp7.750 triliun untuk pembangunan pusat data selama empat tahun ke depan.