Maaf iPhone Air, Baru Kali Ini Betah Pakai iPhone Versi 'Murah'

pada 6 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Rasanya, baru sekarang saya enjoy pakai iPhone versi ‘reguler’, seperti iPhone 17 ini. Sebelumnya, saya sudah pakai iPhone Air sebagai perangkat harian, dan setelah coba-coba iPhone 17, ternyataexperience-nya beda.

iPhone 17 ini memang jadi versi termurah, spesifikasinya pun lebih rendah dari Air, apalagi varian Pro. Namun ada beberapa hal menarik yang membuat pengalaman pakai ponsel ini jauh lebih asyik ketimbang iPhone Air.

Begini ulasan lengkap saya pakai iPhone 17 selama semingguan lebih, yang saya tuangkan dalam artikel review berikut ini.


Warna pastel, lebih enak dipandang


Ada beberapa alasan terbesar kenapa saya lebih memilih iPhone 17 ketimbang iPhone Air, dan desain jadi salah satunya.Smartphoneini terasa lebih pas dalam genggaman, serta dibalut dengan warnanya yang lebih ekspresif.

Tapi kan iPhone Air tipis dan ringan?” 

Memang, dan itu faktanya. Ini subjektif sih, saya lebih memilih pakai iPhone 17 tanpa casing, ketimbang harus menggenggam iPhone Air. 

iPhone tipis lebih licin, bodinya juga sedikit ‘agak tajam’ saat digenggam, dan rasanya seperti bukan memegangsmartphonesaja. Karenanya, saya harus mengeluarkan uang beberapa ratus ribu Rupiah lagi untuk beli casing, sekadar membuat dimensinya lebih tebal dan miripsmartphonepada umumnya. 


Terlebih,daily driversaya sebelum ini juga ponsel berlayar besar dengan bodi yang sedikit agak tebal, seperti iPhone 16 Pro Max dan Xiaomi 15 Ultra. Ya, sebenarnya tinggal membiasakan diri saja. 

Namun beda dengan iPhone 17. Dimensinya pas, nggak tebal, tinggi, atau terlalu berat di tangan. Dengan layar 6,3 inci yang lebih luas dari sebelumnya, bodi iPhone 17 cuma setebal 8 mm dengan bobot 177 gram.

Bukan cuma dimensi yang saya suka dari iPhone 17, tapi juga soal warna. Boring saja dengan warna iPhone Air yang serba lembut, tidak se-ekspresif iPhone 17 yang tawarkan 5 opsi warna.

Unit iPhone 17 yang saya review berwarna Sage. Kelirnya persis seperti Sage Green yang jadi warna tren fashion saat lebaran 2024-2025 lalu. Warnanya memiliki tampilan pastel yang lebih kalem. 


Selain Sage, ada warna lain yang colorful juga, seperti Mist Blue dan Lavender. Ada juga dua warna klasik seperti White dan Black untuk iPhone 17.

Seluruh warna ini melapisi bodi kaca seperti sebelumnya. Ibaratsandwich, bodi iPhone 17 itu terdiri dari sasis aluminium yang diapit oleh ‘roti’ berupa panel kaca di depan dan belakang. 

Di depan, ada lapisan Ceramic Shield 2 yang melapisi layar 6,3 inci-nya. Klaim Apple, Ceramic Shield 2 memberikan perlindungan anti gores dan pecah yang lebih baik dengan tingkat ketahanan di level Mohs 5. 


Sementara di belakang, merupakan varian Ceramic Shield yang menurut Apple, empat kali lebih tahan retak dari sebelumnya. Sebagai tambahan, iPhone 17 sudah mengantongi rating IP68 tahan air dan debu. 

Desain iPhone 17 bukan tanpa kekurangan. Buat orang yang sukamirror selfie, pakai iPhone 17 nggak ada bedanya dengan iPhone 16.

Ponsel ini masih terlihat sama tanpa ada ubahan yang berarti. Ya… mungkin orang-orang yang melihatnya juga bakalan kurangngeuh, kalau kalian motret pakai iPhone 17 terbaru. 



Akhirnya ProMotion 120Hz!


Layar pun, jadi salah satu kenikmatan tersendiri saat pakai iPhone 17. Kini, iPhone 17 sudah mendukung ProMotion 120Hz. “Android udah lama kali punya 120Hz.” Oke, soal fitur 120Hz di layar, saya pun setuju, bahkan ponsel yang jauh lebih murah pun sudah mengusungnya. 

Tapi direfresh rate120Hz di iPhone itu beda banget dengan Android, bahkan sekelassmartphone flagshippun. 

Selama kami menggunakannya, sensasi mulus pasti kami rasakan saatscrollingmedsos atau aplikasi, main game, atau beralih antar satu aplikasi ke aplikasi lainnya. 


Mau seberat apapun aktivitas yang saya lakukan di iPhone, sebanyak apapun aplikasi yang berjalan di latar belakang, tidak pernah terjadi efek patah-patah saat mengoperasikan layar. Ya memang ada pengaruh dari iOS 26 juga yang membuat animasinya jadi lebih cepat dari sebelumnya.

Lagian, ini adalah fitur yang sebelumnya eksklusif hanya di iPhone seri Pro dan Pro Max saja. Dan bukan cumarefresh ratetinggi, berkat layar berteknologi LTPO, makarefresh ratebisa turun dinamis hingga 1 Hz untuk menghemat daya saat posisiidle, atau naik ke 120Hz saat menggunakannya.

Kualitas layarnya secara keseluruhan pun bikin kagum. Pakai ponsel ini di luar ruangan saat siang maupun malam hari, atau di dalam ruangan ketika terang atau temaram, layarnya tetap kelihatan dengan sangat baik. 


Khususnya pemakaian di luar ruangan, berkat lapisan anti reflektifnya, tampilannya jadi tetap jelas dan tidak bikin silau. 

Di luar itu, ada fitur lain di layar iPhone 17, seperti HDR10 dan Dolby Vision. Nonton YouTube atau Netflix di resolusi tertinggi dengan mode HDR yang aktif, bisa banget di iPhone 17.




Lebih kencang dari iPhone Air


iPhone 17 jadi satu-satunya model di iPhone 17 Series yang menggunakan varian chip non-Pro, tepatnya Apple A19 Bionic. Cuma tetap saja, ini adalah chip canggih dengan fabrikasi 3nm yang efisien dan pastinya kencang.

ApplebeingApple, pelit banget kalau ngomongin spesifikasi yang rinci. Berdasarkan aplikasi AIDA64 yang saya pasang di iPhone 17, Apple A19 mengusung konfigurasi CPU 6-core dengan 2-core utama yang sodorkanclock-speed4,26 GHz. 

Untuk urusan grafis, iPhone 17 mengandalkan GPU 5-core, sama seperti iPhone AIr. Paling, perbedaan paling kentaranya ada pada kapasitas RAM, dimana iPhone 17 masih mengusung RAM 8 GB, sementara yang lainnya sudah 12 GB.

Beberapa tes pun dilakukan untuk mengukur seberapa besar performa iPhone 17, berikut detailnya:

- AnTuTu v11: 2.365.828 poin

- Geekbench 6 CPU: 3.636 poin (single-core), 9.199 poin (multi-core)

- Geekbench 6 GPU: 37.190 poin

- 3DMark Wild Life Stress Test: 10.018 poin (best loop), 10.004 poin (lowest loop), stability: 99,9 persen,frame rate: 57-63 FPS

- 3DMark Wild Life Extreme Stress Test: 4.686 poin (best loop), 3.347 poin (lowest loop), stability: 71,4 persen,frame rate: 13-36 FPS

Layar ngebut, performanya juga gesit. Kinerja mentah iPhone 17 bahkan boleh diadu dengan iPhone Air yang pakai Apple A19 Pro. Bahkan di AnTuTu v11, skornya lebih baik dari iPhone Air yang 'cuma' sekitar 1.855.228 poin.


Serupa dengan Geekbench 6 CPU, dimana skor iPhone AIr lagi-lagi ketinggalan dari iPhone 17. Di iPhone Air, skorsingle-coremencapai 3.536 poin danmulti-coredi angka 9.045 poin. 

Perbedaan ini sebenarnya masuk akal. Walau gunakan chip 'Pro', iPhone Air punya keterbatasan pendinginan karena bodinya yang tipis. Karena ruang di dalamnya yang sempit, ponsel tipis tersebut mudah terkenathrottling, yang memengaruhi skor benchmark-nya.

Sementara di sisi GPU, pengujian dengan Geekbench 6 GPU menghasilkan skor yang agak di bawah iPhone Air yang memperoleh 38.111 poin. Tapi jelas di sini, kapabilitas grafis dari iPhone 17 tak kalah, tetap mumpuni dan siap melibas semua judul game berat.

Belum cukup, saya coba ngetes pakai dua skenario 3DMark, Stress Test biasa dan Extreme Stress Test. Di pengujian standar, stabilitas performanya hampir sempurna di angka 99,9 persen. 

Namun beda cerita saat chip dipaksa bekerja di level tertinggi. Pada pengujian Wild Life Extreme Stress Test yang lebih berat, stabilitasnya langsung anjlok ke 71,4 persen.

Penurunan skor dari 4.686 ke 3.347 sertaframe rateyang jatuh ke rentang 13-36 FPS jelas memvalidasi kekurangan ponsel ini, yakni kurangnya sistem pendingin mumpuni, sepertivapor chamberseperti model Pro. 

Ketika A19 Bionic dipacu habis-habisan, panas yang dihasilkan memaksa sistem melakukanthermal throttlingsecara signifikan untuk mencegah kerusakan, membuat performanya tidak bisa dipertahankan dalam durasi panjang. 

Kendati begitu, tetap saja raihannya lebih stabil dan oke ketimbang iPhone Air. Dan lagi-lagi, ketimpangan hasil ini disebabkan oleh ruang yang lebih tipis dan sempit di bagian dalamnya. 

Berdasarkan aplikasi AIDA64, baterai iPhone 17 berkapasitas 3.692 mAh yang rata-rata bisa mencapaiscreen on-timelebih dari 4 jam selama menggunakannya sebagaidaily driver


Yang tetap bikin kecewa, buat saya yang juga pakai HP Android jelas adalah kecepatan pengecasannya. Butuh hampir 90 menit untuk ngecas penuh baterainya menggunakan adapter charger 25W, yang jelas ketinggalan jauh, mengingat kapasitas baterainya yang jauh di bawah 5.000 mAh.



Kameranya oke lah…


Di sektor kamera ini, saya ngerasa kalau Apple seperti pilih kasih. Kameraultrawidedikasihupgradesignifikan,ehhkamera utama malah dibiarkan sama seperti iPhone sebelumnya. 

Nggak mau diganti gitu ini kamera utamanya, Apple? Betah banget pakai kamera 48 MP Sony IMX904 yang bahkan sudah digunakan sejak iPhone 15. 

Upgrade, sekaligus lebih bagus dari iPhone Air sekalipun, adalah kameraultrawideyang bukan lagi 12 MP, melainkan menggunakan sensor 48 MP. Bukan cuma ganti sensor, kamera ini sudah dukungphase detection autofocus(PDAF).

Ini nih jagoannya, kamera selfie! Di iPhone Air pun bagus, begitu juga di iPhone 17. Jadi, Apple sekarang menggunakan sensor 18 MP terbaru yang bentuknya oktagonal atau segi delapan.


Gimmick? Nggak juga, karena ini adalah trik yang memungkinkan penggunanya buat selfie tegak atau miring, tanpa harus mengubah posisismartphone(portraitkelandscape, atau sebaliknya). Kamera depannya juga sudah autofokus dan dukung OIS.


Sisanya sama seperti iPhone Air atau 17 Pro maupun 17 Pro Max. Ada Camera Control untuk memudahkan pengambilan gambar. 

Bagaimana hasilnya?

Hasil jepretan iPhone 17 memang memuaskan, terutama kamera utamanya. Mungkin ini yang jadi alasan kenapa Apple masih mempertahankannya sejak iPhone 15 yang rilis 2023 lalu. 

Foto-fotonya punya karakter yang sangat natural, jauh dari kesan artifisial. Buat motret orang,skin tone-nya terekam sangat akurat tanpa efekbeautificationyang berlebihan, tentu dengan separasi subjek dan latar belakang yang rapi. 

Detail pada tekstur juga juara, terlihat jelas pada helai bulu marmut dan remahan di fotodessertyang tajam, namun tetap menyajikanbokehalami yangcreamy

Urusandynamic range, kamera utama iPhone 17 mampu menyeimbangkanexposuredengan baik. Lihat saja foto langit yang mendung tetap terlihat tekstur awannya, sementara area bayangan di pepohonan tidak menjadi hitam pekat.

Reproduksi warnanya juga khas iPhone banget, sedikitwarm, tidakgonjrengatauoversaturate, membuatnya enak dipandang dan sangat fleksibel untuk di-editlebih lanjut.

Yang paling saya suka dari kemampuan kameranya adalah, lensanya yang bisa bekerja dengan sangat cepat dan hasilnya yang jarang mengecewakan. Ngarahin kamera, tekan tombolshutter, kemudian hasilnya detail sesuai keinginan. 

Kamera depannya juga mantap. Tanpa harus ada embel-embel 'jagoan selfie' atau jargon lainnya, kameranya punya kualitas yang jempolan. 

Ketajaman pada tekstur wajah, helai rambut, hingga serat kain pada baju, terekam dengan sangat rinci tanpa terlihat adanya efekover-sharpened. Resolusinya juga tinggi, nggak usah khawatir kelihatan pecah saat harus melakukancroppingatau memperbesar gambar bila perlu.

Saya sukaskin tonedari iPhone ini. Natural,real, jujur, tanpa ada efek 'oplas' ataubeautificationyang berlebihan. Fokus kualitasnya bukan cuma wajah, tapi juga objek lain di sekelilingnya, yang tetap dibuat akurat seperti aslinya.


Kesimpulan


Setelah menggunakannya sebagaidaily driver, satu kalimat yang menggambarkan penuh iPhone 17 ini, yakni "Ini adalah iPhone yang paling masuk akal untuk dibeli tahun ini."

iPhone 17 sukses mengisi celah yang selama ini bikin pengguna iPhone reguler iri. Layarnya sudah ProMotion 120Hz, performanya juga seimbang, termasuk kemampuan baterainya. Kamera? Juga oke kok, setidaknya buat momenpoint-and-shootsaat liburan, misalnya.

Mungkin iPhone 17 tidak setipis iPhone Air, tapi justru itu nilaiplus-nya. Bodinya lebih mantap digenggam tanpacasing, manajemen panasnya lebih baik saat disiksa kerja berat, dan pilihan warnanya jauh lebih berkarakter. 

Tentu, ia bukan ponsel sempurna. Absennyaupgradehardware pada kamera utama rasanya seperti bentuk kemalasan Apple, walau harus diakui hasilnya masih sangat bagus. 

Dan yang paling menguji kesabaran tentu saja kecepatancharging-nya. Menunggu 90 menit untuk baterai penuh di tahun 2025, rasanya sepertiexperiencepakai HP Android sejutaan saja.

Jadi, saran saya sederhana, lupakan iPhone Air, ambil saja iPhone 17. Ini adalahupgradeyang kalian tunggu-tunggu.