Oknum Karyawan Ngulik Data Penumpang Diberi Sanksi oleh KAI

pada 5 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Manajemen PT KAI(Kereta Api Indonesia) dan KAI Services menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang yang menjadi korban penyalahgunaan data pribadi saatmenggunakan layanan KAI.

Pertemuan yang dilakukan pada Jumat, (09/01) dihadiri olehDirektur Utama KAI Services, Ririn Widi Astutik beserta jajaran dan VicePresident Customer Care PT KAI (Persero) Dian Angraeni.

Dalam pertemuan ini, pelanggan meminta KAI Services untukmemenuhi beberapa hal termasuk menyampaikan pernyataan resmi adanya pelanggaranyang dilakukan oknum pekerja KAI Services atas dugaan pelanggaran penggunaandata pribadi penumpang.




KAI Services juga sudah melakukan tindakan internal terhadappelaku. Dalam pernyataan lain, Manager Corporate Communication KAI ServicesNyoman Suardhita menyampaikan telah memberi sanksi tegas kepada oknum karyawanyang ketahuan mengulik data penumpang.

“Sanksi disiplin, manajemen telah memanggil oknum karyawanyang bersangkutan dan sedang melakukan proses pemeriksaan intensif. Sanksitegas sesuai aturan perusahaan akan diberikan untuk memberikan efek jera,"kata Nyoman dikutip dariAntaranews, Senin, (12/01).

Demi menghindari kejadian serupa, KAI Services telahmelakukan evaluasi internal dan menyeluruh terhadap sistem akses dataoperasional mereka. KAI juga memberikan edukasi kepada seluruh personelfrontliner mengenai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Nyoman berkomitmen untuk memperketat pengawasan di lapanganagar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.




Sebelumnya, penyalahgunaan data pribadi terjadi dilingkungan perusahaan transportasi umum KAI Services. Peristiwa ini sempatviral di media sosial X dimana oknum karyawan KAI diduga membocorkan datapribadi penumpang demi tujuan pribadi mereka.

Menanggapi hal ini, Alfons Tanujaya selaku pengamat siberdari Vaksincom mengungkap bahwa kasus ini menjadi puncak gunung es daripengelolaan data yang tidak sesuai dengan standar sehingga korbannya adalahmasyarakat lain.

“Anda (KAI) tidak proaktif dan itu puncak gunung es. Kenapa?Karena hal ini menunjukkan pengelolaan data yang sangat tidak standar. Dapatdikatakan ceroboh dan mengorbankan pemilik data,” katanya dalam keterangan yangditerima Uzone.id, Sabtu, (10/01).

Menurutnya, kasus ini merupakan kasus pengelolaan data yangtidak bertanggung jawab karena menyangkut kepercayaan penumpang untuk menyimpandata mereka ke pihak perusahaan. Bahkan, ini merupakan pelanggaran serius UUPDP.

Ia juga meminta Komdigi dan juga BSSN untuk turun tangandalam kasus ini untuk melakukan audit menyeluruh dan mengecek kepatuhan dalamstandar pengelolaan data (minimal ISO 27001).

“Kalau misalnya tidak memenuhi, dibenerin. Itu yang palingpenting. Kita nggak penting menghukum. Tapi kalau bertahun-tahun nggak pernahdilaksanakan dan tidak dijalankan dengan baik, ya berikan sanksi,” tegasnya.