Pemerintah Sebar Layar Pintar ke 330 Ribu Sekolah, Ini Kegunaannya

pada 9 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Pada Agustus 2025lalu, Presiden RI, Prabowo Subianto telah mengumumkan rencananya untuk menyebarperangkat smart tv ke sekolah di seluruh Indonesia, termasuk sekolah pelosok.

Rencana ini kini sudah mulai dilakukan dan disebar secarabertahap hingga akhir tahun 2025 ini. Jumlah perangkat layar pintar yang akandisebar oleh Prabowo mencapai 330 ribu perangkatsmart digital screen.

"Sekarang pun kita sudah sebarkan, tapi baru mampu satusekolah, satu layar digital pintar, smart digital screen. Tapi berarti tahunini, kita harapkan 330 ribu sekolah akan dapat," kata Prabowo saatkunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna Jakarta Selatan,dikutip dariAntaranews,Rabu, (17/09).




Saat ini, satu sekolah akan mendapat satu layar pintar.Namun, Prabowo mengatakan bahwa tahun depan setiap sekolah akan mendapatkantiga layar pintar, bahkan idealnya satu kelas satu layar pintar.

Lalu, layar pintar ini digunakan untuk apa nantinya?

Prabowo mengklaim dengan adanya layar digital pintar ini,sekolah bisa menggunakannya untuk menampilkan pelajaran-pelajaran bagi siswadengan konten terbaik, salah satunya yang berkaitan dengan animasi.

Teknologi ini juga diklaim akan menjadi solusi bagiketerbatasan tenaga pengajar, terutama di wilayah terpencil, seperti di PulauJawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, yang saat ini kekurangan jumlah guru.

Nantinya, pemerintah akan menyeleksi 20 hingga 30 guruterbaik di setiap mata pelajaran untuk mengajar langsung dari studio pusat.Guru-guru ini kemudian akan membantu semua kelas di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan melengkapi perangkat inidengan kamera yang memungkinkan adanya pemantauan langsung dari pusat. 




“Smart TV ini cukup  interaktif. Jadi itu ada kameranyajuga. Jadi, saya dari pusat bisa lihat kelas yang tidak ada gurunya. Saya jugabisa lihat kelas yang mungkin gurunya kewalahan,” tambahnya.

Kehadiran layar digital pintar ini disebut bukan hanyasekedar inovasi saja namun sebagai strategi pemerintah untuk memastikan bahwasetiap anak Indonesia tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lain khususnya dalamhal akses pendidikan.