
Uzone.id – Presiden Prabowo berencana untuk menebarkan 288 ribu layar pintar ke sekolah hingga pelosok. Hal ini beliau sampaikan dalam pidato kenegaraan pertama pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (15/8).
"Tahun ini kita akan sebarkan 288.000 layar pintar, smart platform, smart TV, yang akan kami distribusi ke sekolah-sekolah hingga ke pelosok-pelosok," ungkap Prabowo.
Langkah ini diambil dengan tujuan agar anak-anak dapat mengikuti pelajaran dari guru secara virtual. Teknologi ini diharapkan bisa menjadi penghubung untuk desa tertinggal — yang tidak memiliki guru yang bagus — dengan guru bagus di tempat yang lain.
“Agar anak-anak di desa tertinggal yang tidak ada guru yang bagus bisa mendapatkan, mengikuti pelajaran dari guru-guru terbaik yang mengajar secara virtual," jelasnya.
Sebelumnya, pada Juli 2025, Prabowo juga sempat menyinggung akan membuat program smart class.
Program tersebut bertujuan untuk menghubungkan anak-anak dengan guru yang mengajar secara daring. Nantinya, pengajaran tersebut akan disiarkan di televisi sekolah.
Kala itu disebutkan, pada pertengahan 2026 diharapkan semua sekolah di Tanah Air sudah mendapatkan smart TV.
Mengenal smart screen dan smart TV
Smart screen adalah sebuah perangkat dengan layar sentuh yang memungkinkan pengguna melakukan berbagai hal. Mulai dari menulis, menggambar, hingga menjalankan aplikasi.
Sederhananya, smart screen layaknya sebuah tablet dengan dimensi layar yang lebih lebar. Smart screen juga telah dilengkapi dengan sistem operasi bawaan, seperti Android dan Windows.
Penggunaannya sebagai media pembelajaran juga bukan hal baru, karena sejak lama sejumlah universitas dan sekolah swasta telah memanfaatkan teknologi ini. Di dalam kelas, hadirnya smart screen dapat membantu siswa untuk lebih aktif.
Materi pembelajaran dapat disampaikan dengan lebih menarik melalui berbagai format, seperti video dan gambar. Selain itu, peserta didik juga bisa terhubung secara virtual dengan pengajar dari berbagai daerah, karena perangkat ini sudah mendukung koneksi internet.
Sementara itu, smart TV adalah perangkat televisi yang telah dilengkapi dengan kemampuan untuk terhubung ke internet dan dilengkapi dengan layanan aplikasinya sendiri.
Perangkat smart TV juga memiliki sistem operasi bawaan masing-masing. Misal Tizen pada Samsung, webOS pada LG, atau Roku.
Keunggulan penggunaan smart TV sebagai media pembelajaran adalah kemudahan untuk mengatur dan mengelola. Fiturnya yang mirip seperti televisi biasa memudahkan para pengajar untuk mengoperasikannya.
Selain itu, perangkat ini juga dapat membantu membuat ruang kelas lebih interaktif karena pengajar dapat menyampaikan materi melalui berbagai visual, seperti video maupun buku digital.
Baik smart screen maupun smart tv, keduanya sama-sama mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik.
Perbedaannya, smart screen menawarkan fleksibilitas interaktif lewat layar sentuh, sementara smart TV lebih mudah dioperasikan layaknya televisi biasa namun tetap kaya fitur berkat koneksi internet dan aplikasi bawaannya.