Penjualan Motor September 2025 Turun Lagi, Yakin Capai Target Tahunan?

Uzone.id- Penjualan motor di Indonesia lagi-lagi tidak menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan catatan penjualan pada September 2025 yang keluar di awal Oktober ini, terlihat angkanya semakin terkoreksi.
Berdasarkan laporan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan pada September 2025 hanya mencapai 567.173 unit saja.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 1,88 persen dari bulan sebelumnya, Agustus 2025, yang mampu menjual motor lebih banyak hingga 578.041 unit.
Padahal di Agustus 2025 sendiri sudah mengalami penurunan 1,7 persen dibandingkan Juli 2025, yang mampu menjual sebanyak 587.048 unit.
Melihat angka-angka di atas, tren penjualan motor di Indonesia sudah mengalami penurunan sedikit demi sedikit di dua bulan terakhir.
Mengingat pada Juli 2025, penjualan motor meningkat cukup drastis dari bulan Juni yang hanya mampu menjual 509.326 unit saja, alias naik 15 persen.
Meskipun penjualan motor di September 2025 ini terbilang turun, capaiannya masih jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Tercatat pada September 2024 hanya terjual sebanyak 528.715 unit motor saja, alias surplus sebanyak 7,27 persen.
Sementara jika dihitung secara total, penjualan motor dari Januari sampai September 2025 sudah mencapai angka 4.836.891 unit.
Angka tersebut memang cukup solid. Meski begitu, kalau dibandingkan dengan periode Januari-September 2024, perolehannya masih lebih kecil 0,73 persen. Pada periode tersebut, industri otomotif nasional bisa menjual hingga 4.872.496 unit sepeda motor.
Perlu diketahui, AISI menetapkan target penjualan motor di tahun 2025 ini mencapai minimal 6,4 juta unit hingga 6,7 juta unit.
Angka tersebut ditetapkan berdasarkan pencapaian penjualan motor di tahun 2024 lalu yang bisa menyentuh angka hingga 6.333.310 unit.
Artinya, jika industri otomotif nasional ingin mencapai target tersebut, terdapat selisih sekitar 1,4 juta unit untuk mengejar target dalam kurun waktu yang tersisa hanya 3 bulan saja.
Apakah target tersebut bisa terealisasi dengan sisa waktu yang ada?