Review Xiaomi 15T Pro: Bahkan Lebih Cakep dari Xiaomi 15

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id-Xiaomi 15T Pro itu aneh. Bukan saja lebih bagus dari Xiaomi 15T ‘polosan’, bahkan bisa dibilangsmartphoneini lebih oke dari Xiaomi 15 sekalipun. Dibanderol dengan harga mulai Rp9,9 jutaan,smartphoneini malah jauh lebihworth-itdibanding kalian beli Poco F7 Ultra sekalipun dengan banderol harga yang sama.

Setelah seminggu menjadikannya sebagaidaily driver, ada banyak upgrade penting pada Xiaomi 15T Pro, dari kamera hingga dapur pacunya. Cuma, di balik beberapa kelebihannya, ada juga sejumlah kekurangan yang kami rasakan.

Untuk lebih jelasnya, mari simak review lengkap Xiaomi 15T Pro di bawah ini.



Desain yang berasa mahalnya


Pegang Xiaomi 15T Pro itu rasanya seperti pegang iPhone 16 Pro Max, tapi dalam artian bagus ya. Ya, ponsel ini memang berasa solid dalam genggaman, terlihat premium pula, walau secara secara tampilan memang agak mirip dengan Xiaomi 14T Pro. 

Xiaomi kini membuat ponselnya jadi serbaflat, danfeelyang sama seperti iPhone 16 Pro Max, agak kurang nyaman menggenggam ponsel ini bila tanpa casing. Tepian bodi belakang yang dibikin agak menyiku jadi alasan kuatnya. 

Belum lagi,finishingmattepada varian Black punya permukaan yang lumayan licin. Agak was-was sebenarnya kalau sampai terlepas dari genggaman. Meski, ponsel ini secarabuild qualityjuga sudah kuat. Xiaomi 15T Pro dibuat menggunakan material aluminium untuk rangkanya danfiber glassuntuk bodi belakangnya. 

Kalau tak sengaja jatuh ke dalam air? Tenang, ponsel ini sudah mengantongi sertifikat IP68 yang diklaim bisa tahan terendam hingga kedalaman 3 meter selama 30 menit. 


Kalau dilihat seksama, secara desain, Xiaomi 15T Pro sudah mengantongi syarat untuk disebut sebagaismartphonepremium. Desainnya tampak mahal dengan detail kecil seperti tepian kamera yang dibuat mengkilap, demikian juga pada tombol power dan volume. 

Kemudian pada modul kameranya. Beda dengan 14T Pro yang tiap lensanya dipisahkan dalam satu lingkaran yang menonjol, sekarang seluruh kameranya ditutup oleh lempengan kaca yang terlihat bersih,pluslogo ‘Leica’ yang bikin desain kameranya berasa mahal. 

Satuconcernkami, semoga saja kacanya cukup kuat menahan goresan saat diletakkan di atas meja. 

Beralih ke depan, Xiaomi 15T Pro tampil dengan layar yang lebih besar, kini menjadi 6,83 inci. Layar AMOLED ini kasih visual yang buat kami luar biasa. Bukan saja berkat resolusi tajam 1280p, sudah Dolby Vision dan HDR10+, sertarefresh rate144Hz saja, tapi juga soalbezelsuper tipis di sekelilingnya.


Bingkai layarnya cuma setebal 1,5 mm yang dibuat simetris, membuat visual terasa lebih lapang dan tajam. Cuma, ada penurunan fitur di sini, yakni soal tingkat kecerahannya. 

Layar Xiaomi 15T Pro boleh saja lebih besar. Namun, tingkat kecerahan padapeak modehanya 3.200 nits, turun dari 4.000 nits pada Xiaomi 14T Pro. Meski begitu, layarnya tetap masih jelas dan nyaman dilihat di berbagai kondisi cahaya—baik dalam maupun luar ruangan.



Seenak ini HyperOS tanpa iklan


Eh kok belum HyperOS 3?” Jadi, Xiaomi 15T Pro masih menjalankan HyperOS 2 yang berbasis Android 15. Tapi tenang, kabar baiknya, Xiaomi 15T dan 15T Pro jadi yang pertama mendapatkan update ke HyperOS 3 berbasis Android 16. 

Xiaomi 15T Pro juga cocok jadismartphoneyang digunakan dalam waktu yang lama. Ya,smartphoneini dijamin mendapatkan 5 kali update Android, atau setidaknya sampai Android 21. 

Secara tampilan, HyperOS 2 memang kaya fitur untuk otak-atik tampilan Home Screen maupun Lock Screen. Ada banyak tema, bentuk jam, font, dan sebagainya, yang bisa kalian coba. 

Plus-nya belismartphonehigh-enddanflagshipXiaomi adalah, tak ada iklan. Selama kami menggunakannya, tak ada iklan pada aplikasi bawaan, atau setiap kami menyetel ringtone maupun wallpaper. Harus diingat, hal ini umumnya terjadi saat kalian pakaismartphoneRedmi maupun Poco. 

Sekarang bahas soal AI, yang menjadi salah satu kelebihan utama Xiaomi 15T Pro. Ada beberapa fitur esensial yang kami sering pakai, salah satunya Recorder. 


Buat jurnalis, aplikasi ini sangat membantu, terlebih untuk transkripsi audio ke teks secara otomatis. Ada banyak bahasa yang didukung, terutama Bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Aplikasi ini juga bisa mendeteksi dan memisahkan pembicara yang berbeda, jadi tinggal kalian ubah saja nama ‘Speaker’ yang muncul pada hasil transkripsi. 

Aplikasi Notes juga punya kemampuan AI. Misalnya untuk membuat catatan, AI bisa membantu untuk mengoreksi tata bahasanya, membuat rangkuman otomatis, atau menatalayoutcatatan biar lebih rapi. 


Di Gallery pun, fitur AI-nya lumayan banyak dan berguna. Erase, dapat dengan mudah menghapus orang atau objek yang mengganggu. Ada juga fitur Expand, dimana AI akan ‘menggambar’ sisa foto jika ingin memperluasframe-nya. 

Dan kalau gambar kurang detail, ada fitur Enhance untuk meningkatkannya. Semua fitur ini bahkan tak cuma bisa berjalan pada foto yang diambil oleh kamera Xiaomi 15T Pro saja, tapi juga foto yang kalian download atau terima dari WhatsApp, dan sebagainya. 

Performa gegas dari Dimensity 9400+


Inilah salah satu aspek yang membuat Xiaomi 15T Pro sebenarnya layak disebut sebagaismartphone flagship. Xiaomi 15T Pro ditenagai prosesor MediaTek Dimensity 9400+, chipset 3nm yang bisa dibilang hampir setara dengan Snapdragon 8 Elite, chipset yang digunakan oleh Xiaomi 15 dan 15 Ultra.

Prosesor ini menggunakan desainall-big-coreyang terdiri dari 1xprime-coreCortex-X925 dengan kecepatan 3,63 GHz, 3x core Cortex-X4 dengan kecepatan 3,3 GHz, dan 4x core Cortex-A720 dengan kecepatan 2,4 GHz). Untuk grafis, tugasnya diserahkan pada GPU Immortalis-G925.

Unit Xiaomi 15T Pro yang kami review memiliki kapasitas penyimpanan 1 TB. Ya, betul, kapan lagi adasmartphoneyang katanyahigh-end, dilengkapi dengan kapasitas memori sebesar ini? Untuk kapasitas terkecilnya saja adalah 512 GB yang dijual Rp9.999.000. 

Memorinya sendiri berjenis UFS 4.1 denganreaddanwritespeedlebih cepat. Sementara RAM sudah LPDDR5X sebesar 12 GB. 


Sekarang, mari kita beberkan hasil benchmark-nya. Perlu dicatat, pengukuran ini dilakukan dengan mengaktifkan Performance Mode terlebih dahulu di pengaturan baterai untuk melihat potensi maksimalnya. Berikut hasil lengkapnya:

  • AnTuTu v11: 2.694.593 poin
  • Geekbench 6 CPU: 2.628 poin (single-core) dan 7.831 poin (multi-core)
  • Geekbench 6 GPU: 20.337 poin
  • 3DMark Wild Life Stress Test: 15.005 poin (best loop), 11.338 poin (lowest loop),stability: 75,6 persen,frame rate: 47-115 FPS

Di atas kertas, performa mentah MediaTek Dimensity 9400+ sedikit tertinggal dari Snapdragon 8 Elite, yang kini rata-rata (untuk AnTuTu v11) mencatatkan skor di atas 2,8 juta poin. yang jelas, peningkatan performanya begitu terasa dibandingkan Dimensity 9300 yang dipakai pada Xiaomi 14T Pro. 


Hasil yang maksimal juga terjadi saat kami mengujinya di Geekbench 6 CPU maupun GPU, yang jelas memamerkan kekuatan desainall-big-coredari Dimensity 9400+. 

Namun, angka yang tinggi ini tidak berarti jika performanya tidak stabil, setuju? Jadi, untuk mengujinya, kami menggunakan 3DMark Wild Life Stress Test yang memutar 20 kali tes tanpa jeda.


Performa kencang yang ‘tak dibatasi’, menimbulkan satu masalah,smartphoneini mengalamithrottlingtermal kalau mendapat beban yang berat dalam waktu yang lama. Skorloopterbaiknya mencapai 15.005 poin, namun diloopterakhir turun ke 11.338 poin, dimana tingkat stabilitasnya 75,6 persen.


Grafik performa menunjukkan penurunan yang jelas setelahloopkelima, sebelum akhirnya stabil di level yang lebih rendah. Selama pengujian 20 menit ini, suhu naik 10 derajat, dari 38°C menjadi 48°C.Frame rateyang awalnya bisa menyentuh 115 FPS, terlihat turun dan bermain di rentang 47 FPS hingga 80-an FPS diloopterakhir.


Buat main game, Xiaomi 15T Pro juga sodorkan kinerja yang tinggi. Delta Force misalnya, kalian bisa mengaktifkan mode 120 FPS dismartphoneini, dengan grafis mencapai HD. Kalian juga bisa mengaktifkan mode grafis Ultimate hingga Max untuk game FPS seberat ini.

Untuk menambah daya gedornya saat main game, ada Game Turbo. Di sini, kalian bisa menyalakan Gaming Mode hingga mengaktifkan mode visual HDR untuk meningkatkan kualitas detail dari game yang kalian mainkan. 



Kini bisatele-macro!


Karena ada embel-embel Leica, memang kamera Xiaomi 15T Pro terasa begitu spesial. Terlebih, kini ada kameraperiscope telephotoyang jelas jadi upgrade signifikan dibanding sebelumnya.

Jangkauan kameratele-nya naik dari hanya 2,6 kali menjadi 5 kali secara optikal. Lensa ini menggunakan sensor 50 MP Samsung ISOCELL JN5 dengan bukaan lensa f/3.0 dan sudah didukung OIS. 

Nah, kamera ini bersanding dengan kamera utama yang masih sama seperti tahun lalu. Kamera 50 MP menggunakan sensor LightFusion 900 dengan OIS. Tidak jelek, justru ini kamera yang bagus, sangat wajar jika Xiaomi tetap mempertahankannya. 

Di sisi lain, kameraultrawide13 MP tidak banyak berubah dan, jujur saja, spesifikasinya tergolong biasa saja. Ini memakai sensor OmniVision OV13B dengan lensa setara 15mm, bukaan lensa f/2.2, dan sayangnya masihfixed focus.

Hal yang sama juga terjadi untuk kamera selfie yang tetap 32 MP bersensor Samsung KD1 dan tetapfixed focus. Ya, tak berharap lebih, ada yang lebih bagus, tentu ada juga yang ‘dikorbankan’, ya kan?


Untuk kemampuan perekaman video, kamera utama dan telefoto sudah mumpuni di 4K pada 60 FPS, bahkan kamera utama bisa merekam hingga 8K pada 30 FPS. Namun, kameraultrawidedan kamera depan dibatasi hanya di 4K pada 30 FPS.

Ada dua mode warna yang bisa kalian aplikasikan, Authentic dan Vibrant. Keduanya khas Leica, dimana Authentic cenderung lebih dramatis dengan tepian gambar yang agak dibuat gelap, sehingga cocok untuk memotret objek-objek selain manusia. Kalaupun untuk memotret manusia, perlu disesuaikan lagi eksposurnya agar hasilnya tetap bagus dan tidak terlalu gelap. 

Sementara Vibrant, warnanya lebih keluar lagi. Untuk mengambil fotosceneryataulandscape, maupun mengambil gambarportrait, cocoknya dengan mode ini. 


Kualitas kamera utamanya memang bagus, pantas saja Xiaomi tetap mempertahankan sensor ini. Pada kondisi cahaya yang ideal, detail yang dihasilkan benar-benar tajam dan kaya tekstur. 

Kelihatan jelas deh pada foto pemandangan di sekitaran Bundaran HI, atau tekstur aspal saat kami memotret bayangan, bahkan serat-serat karung goni yang tertangkap dengan jelas. 

Salah satu keunggulan terbesar yang kami rasakan adalah kemampuandynamic range-nya. Sensor ini sangat piawai menangani situasi kontras tinggi ataubacklight

Foto di dalam mobil adalah contohnya, ketika area luar jendela yang sangat terang tetap terkendali, sementara detail di dalam kabin yang gelap, termasuk si pengemudi yang tetap terekspos dengan baik. Begitu juga saat memotret langit, gradasi awan terlihat jelas tanpa ada area yangblown-out.

Berkat kombinasi sensor besar 1/1.3 inci dan bukaan lensa f/1.62, efekdepth of fieldalaminya juga cakep. Saat memotret objek dari jarak dekat, latar belakangnya langsungblurdengan separasi yang rapi dan natural. Ini memberikan 'look' foto yang profesional tanpa perlu repot memakai mode portrait.

Performa kamera di kondisi minim cahaya pun bisa diandalkan. Pada foto di dalam kedai kopi misalnya, suasananya terekam hangat,noiseyang minim, dan detail perabotan tetap terjaga. Meski, saat kondisinya lebih menantang, prosesnoise reduction-nya membuat gambar jadi sedikitsoftdetailnya, meski hasilnya masih cukup memuaskan.

Kamera utama juga mampu melakukan perbesaran 2 kali, menggunakan skemain-sensor zoomdenganfocal lengthsetara 46mm. Hasilnya, tentu masih impresif, berkat resolusi tinggi dari kamera utamanya. 

Memotret dengan 2x zoom masih mampu mempertahankan detailnya tetap tajam. Kami juga suka memanfaatkan perbesaran ini untuk menangkap foto dengan mode Portrait. Dengan mode ini, subjek terpisah dengan baik dari latar belakang, menghasilkan efekbokehyang lembut dan alami. 


Berkatperiscope telephoto, kami pun bisa mengambil gambar dengan 5xoptical-zoompada mode Portrait, atau 10xhybrid-zoomdengan mode Photo biasa. 

Kemampuan kamera untuk membidik objek dari jarak jauh, jelas lebih mengesankan dibanding Xiaomi 14T Pro. Di kondisi cahaya ideal, lensa ini menghasilkan gambar yang tajam dengan kompresi latar belakang yang sangat khas. 

Dan sejujurnya, kami justru senang menggunakan mode Portrait dan mengaktifkan warna Authentic untuk hasilkan warna yang lebih bercerita, lebih dramatis. Dan terus terang, hasilnya sangat bisa diandalkan. 

Kamera ini pun sanggup mengambil gambartele-macro. Dengan mode ini, kami bisa mengambil fotoclose-updari jarak yang cukup jauh, sehingga tidak perlu menempelkan kamera ponsel ke objek, serta tidak akan menghalangi sumber cahaya juga.

Tekstur dari objek yang kami ambil terekam dengan detail yang sangat tajam dan jelas. Noise pun dapat diredam tanpa menghancurkan detailnya, sehingga foto pun terhindari dari efek halus atausoftgegara prosesnoise reduction.

Beralih ke kameraultrawide, hasilnya sesuai ekspektasi. Jangan samakan soal ketajaman dan detailnya dengan kamera utama, namun saat di kondisi cahaya yang ideal, hasilnya masih bagus kok.

Warnanya tetap konsisten seperti kamera utama, menghasilkan warna langit biru dan pemandangan kota yang hidup.Dynamic range-nya juga oke, karena mampu menyeimbangkan area langit yang cerah dengan detail di area bayangan tanpa masalah. 

Plus, dan yang terpenting, koreksi distorsi di sisi-sisi foto juga tampak rapi, membuat gedung-gedung tinggi terlihat relatif lurus.



Kesimpulan


Ya, Xiaomi 15T Pro ini memangsmartphoneyang aneh, dalam artian yang sangat positif. Dengan harga mulai Rp9,9 jutaan, Xiaomi berhasil meracik paketflagship killeryang nyaris sempurna yang bahkan lebih menarik dari Xiaomi 15 sekalipun. Ponsel ini menawarkan performa yang buas,build qualitypremium, layar 144Hz yang memanjakan mata, dan jaminan 5 tahunupdatesoftware bebas iklan.

Kekuatan terbesarnya, tentu saja, ada di sektor kamera. Sensor utama 50MP dan 2xin-sensor zoommenghasilkan foto yang konsisten dan berkualitas tinggi di berbagai kondisi. 

Dan,upgradesesungguhnya ada pada lensa periskop 5x. Fleksibilitas yang ditawarkan, mulai dari bidikan jarak jauh yang tajam hingga mode tele-makro yang sangat detail, membuatnya terasa jauh lebih mahal dari harganya.

Tapi, tetap saja ada beberapa kompromi yang harus kalian terima. Desainflat-nya memang premium, tapi terasa licin dan agak menyiku, membuat penggunaancasemenjadi kewajiban. Penurunanpeak brightnesslayar dari seri sebelumnya juga jadi catatan. 

Serta, kompromi terbesar ada di dua kamera sisa, yakni kameraultrawidedanselfieyang terasabasicdan ketinggalan zaman. Kalau kalian bisa memakluminya, maka Xiaomi 15T Pro adalah paketsmartphoneyangworth-ituntuk kalian pinang.