Sempat Tertunda, Satelit Nusantara Lima Sukses Mengudara!

Uzone.id—Tanggal 12 September 2025 pukul 08.30 WIB menjadi milestone baru untukIndonesia. Di tanggal tersebut, PT Pasifik Satelit Nusantara berhasilmeluncurkan Satelit Nusantara Lima (N5) menggunakan roket Falcon 9 dariperusahaan Elon Musk, SpaceX.
Nusantara Lima akhirnya diluncurkan setelah mengalami tigakali penundaan peluncuran akibat kondisi cuaca dan kendala teknis. Sebelumnya,Nusantara Lima dijadwalkan meluncur pada Selasa, (09/09) namun harus mengalamipenundaan.
Satelit Nusantara Lima meluncur di malam hari waktu FloridaAS. Melalui siaran langsung di akun resmi SpaceX, peluncuran ini ditonton lebihdari 100 ribu pengguna.
Peluncuran Nusantara Lima membutuhkan waktu kurang lebih 31menit hingga pada akhirnya sukses ditempatkan di orbit transfer geosinkron atauGeostationary Transfer Orbit.
Setelah itu, tahapan selanjutnya akan terus berlanjut hinggaakhirnya satelit akan masuk ke orbit 113 derajat Bujur Timur. Jika sudahmenetap di orbit yang ditentukan sebelumnya oleh tim PSN, uji coba layananjaringan pun akan dilakukan sebelum akhirnya beroperasi secara resmi.
Satelit Nusantara Lima (N5) sendiri diklaim menjadi satelitdengan kapasitas terbesar di Asia dan sudah dibekali dengan teknologi Very HighThroughput Satellite (VHTS).
Satelit ini disebut memiliki kapasitas total 160 Gbps(terbesar di Asia) dan diklaim canggih. Tak hanya itu, satelit ini juga sudahdilengkapi dengan digital processor sehingga bisa mengatur kapasitas sesuaidengan kebutuhan di seluruh cakupan wilayah.
Satelit ini memiliki berat peluncuran sekitar 7.800 kg.Nantinya, satelit ini akan mengorbit di 113° Bujur Timur dan dirancang untukberoperasi lebih dari 15 tahun.
Soal wilayah cakupannya, Satelit Nusantara Lima ini tidakhanya digunakan di Indonesia namun juga akan mencakup wilayah di Asia Tenggara,termasuk Malaysia dan Filipina.
Melansir dariBisnis Indonesia, PSN akanmengalokasikan pemanfaatan kapasitas sebesar 14 Gbps ke wilayah Filipina, 8Gbps di Malaysia, dan sebagian besar akan digunakan di dalam negeri untukberbagai kepentingan komersial, mulai dari telekomunikasi, perbankan, hinggakebutuhan survei seismologi.