
Uzone.id — Satelit Nusantara Lima yang dijadwalkan meluncur pada Senin, 8 September pada pukul 20.30 waktu Florida, AS mengalami penundaan selama satu hari menjadi Selasa, 9 September pukul 20.03 waktu setempat.
Penundaan ini dilakukan setelah kondisi cuaca di wilayah tersebut tidak memadai untuk dilakukan peluncuran satelit. Hal tersebut pun disampaikan oleh SpaceX dalam akun X-nya.“Karena kondisi cuaca yang tidak menguntungkan di lokasi, peluncuran misi Nusantara Lima di Florida kini dijadwalkan pada Selasa, 9 September,” tulis mereka.
Meski sudah dijadwalkan ulang, namun pihak SpaceX masih terus melakukan pemantauan cuaca hingga esok hari.
Mengutip dari Sat News, cuaca di lokasi peluncuran pada hari Selasa diperkirakan akan serupa dengan hari Senin. Beberapa faktor-faktor utama yang menjadi kendala bagi peluncuran adalah: awan kumulus, awan anvil, aktivitas listrik permukaan, dan peraturan lapangan.
Meski begitu, masih ada kemungkinan sebesar 30 persen untuk kondisi cuaca yang menguntungkan pada saat peluncuran. Para peneliti memantau kondisi cuaca dengan memperhatikan aturan awan kumulus, aturan awan anvil, dan aturan medan listrik permukaan.
Pada Selasa waktu setempat, prakiraan cuaca menunjukkan suhu 80°F, awan berawan, tutupan awan 80 persen, dan kecepatan angin 12 mph.
Peluncuran Satelit Nusantara Lima sendiri sudah ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak, pasalnya satelit ini diklaim menjadi satelit dengan kapasitas terbesar se-Asia dengan 160 Gbps dan 101 spot beam Ka-band.
Nusantara Lima sendiri akan meluncur menggunakan Falcon 9 milik SpaceX dan menuju ke orbit 113° Bujur Timur.
Dalam keterangannya, satelit ini mengemban misi untuk ‘membawa terang ke ujung negeri’ dengan menghadirkan akses internet yang lebih cepat, luas dan merata. Dibuat oleh Boeing, ini menjadi simbol sebuah harapan, yaitu agar Indonesia bisa semakin terhubung tanpa terkecuali.
Tak hanya Indonesia, nantinya Satelit Nusantara Lima ini juga akan terhubung ke Filipina dan Malaysia.