Tarif Ojol Berpotensi Naik usai BBM Naik? Ini Kata Grab

pada 7 jam lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Kenaikan BahanBakar Minyak di Indonesia khususnya untuk BBM berjenis Pertamax menyebabkankegaduhan di tengah masyarakat Indonesia. Dampak dari kenaikan ini pun disebutbisa merembet ke sektor lainnya.

Salah satunya adalah adanya kemungkinan penyesuaian hargadalam layanan transportasi umum dan juga biaya layananride-hailing.

Melihat adanya kenaikan harga BBM yang cukup signifikan,Grab Indonesia selaku salah satu penyedia layananride-hailingmengatakanbahwa saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan terkait kondisi ini.

“Grab Indonesia terus memantau secara saksama dinamikapenyesuaian harga BBM yang terjadi saat ini. Kami memahami bahwa perubahanharga BBM ini berdampak langsung pada peningkatan biaya operasional harian paraMitra Pengemudi di lapangan,” kata Tyas Widyastuti, Director of Mobility, Food,and Logistics, Grab Indonesia kepadaUzone.id,dikutip Sabtu, (13/06).




Saat ini, Grab juga menyatakan pihaknya terus melakukanevaluasi secara berkala dan menyeluruh dalam menghadapi perkembangan kondisitersebut.

“Dengan mempertimbangkan berbagai aspek serta situasi riildi lapangan. Setiap langkah operasional maupun kebijakan yang akan diambil kedepan dipastikan selalu mengacu pada ketentuan regulasi yang berlaku daripemerintah,” tambahnya.

Perusahaan juga akan melakukan koordinasi yang erat denganpara pemangku kepentingan terkait, demi menjaga keberlanjutan ekosistem. 

Selain itu, Grab juga akan berfokus untuk terus memastikanadanya keseimbangan yang sehat antara keberlanjutan pendapatan Mitra,keterjangkauan layanan bagi pengguna, serta stabilitas operasional platform.




Sebelumnya, pemerintah telah resmi menaikkan harga BBM untukjenis Pertamax 92 dan Pertamax Green 95.

Pertamax 92 mendapatkan penyesuaian hampir Rp4000, darisemula Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara kenaikan palingbesar terjadi pada Pertamax Green 95, mencapai Rp4.100, dari sebelumnyaRp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara harga produk BBM non-subsidi lainnya tetap stabil,Pertamax Turbo dengan RON 98 tetap dipasarkan seharga Rp20.750 per liter.Begitu pula dengan kategori Dex Series, di mana Dexlite (CN 51) tetap dijualRp23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) tidak mengalami perubahan harga,yakni tetap Rp24.800 per liter.