Telkom Perkuat Transformasi Lewat Strategic Holding & Streamlining

pada 7 bulan lalu - by
Advertising
Advertising

Uzone.id– PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat langkah transformasi jangka panjangnya dengan beralih menjadi strategic holding serta melakukan penataan portofolio bisnis atau streamlining.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Telkom untuk memastikan fokus bisnis yang lebih tajam, menciptakan sinergi antaranak usaha, dan menghadirkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Transformasi ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dan mandat efisiensi dari Presiden Republik Indonesia, serta mendukung agenda besar Kementerian BUMN untuk melakukan konsolidasi BUMN.

Melalui program streamlining yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, jumlah perusahaan BUMN diharapkan dapat dipangkas dari sekitar 1.000 menjadi hanya 200–240 perusahaan. Tujuannya untuk menciptakan BUMN yang lebih efisien, lincah, dan berdaya saing di tingkat global.



Penataan portofolio bisnis ini dilakukan agar Telkom dapat lebih fokus pada bisnis inti yang mendukung empat pilar transformasi Telkom 2030. Dengan streamlining, Telkom ingin memastikan tidak ada tumpang tindih portofolio antaranak perusahaan dan setiap entitas dapat memberikan kontribusi nyata serta menciptakan value creation yang optimal bagi TelkomGroup.

Langkah ini didasarkan pada kajian subsidiary streamlining yang disusun menggunakan framework dari konsultan bisnis independen. Framework tersebut digunakan untuk mengevaluasi portofolio anak perusahaan dan menentukan opsi terbaik untuk masing-masing entitas.


Beberapa langkah yang mungkin diambil termasuk cut loss atau divestasi di bawah nilai investasi, write off atas shareholder loan, hingga pembubaran anak usaha yang tidak lagi memberikan nilai strategis bagi TelkomGroup.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menjelaskan bahwa streamlining merupakan bagian penting dari strategi Telkom menuju two-tier strategic holding yang berfokus pada penciptaan nilai.

“Strategi ini dapat memperkuat posisi Telkom sebagai digital telco dan enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus mendorong efisiensi, improvement, sinergi dan pertumbuhan bisnis berkelanjutan,” ujar Seno.

Ia menambahkan, dengan organisasi yang lebih ramping dan efisien, setiap anak perusahaan Telkom diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal untuk mendukung transformasi perusahaan menjadi strategic holding yang lebih solid dan berkelanjutan.



Komitmen Telkom untuk menjalankan transformasi ini ditunjukkan lewat penyelenggaraan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Streamlining Anak Usaha untuk Agility & Optimalisasi Bisnis Telkom” yang digelar di Bandung pada 31 Oktober 2025.

Acara ini memastikan seluruh proses streamlining dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan dan prinsip governance, risk, and compliance (GRC).

Hadir dalam acara tersebut Kepala BPKP RI Dr. Muhammad Yusuf Ateh, Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Hendro Dewanto, Deputi Akuntan Negara BPKP Iwan Taufiq Purwanto, serta akademisi hukum dari Universitas Mataram Muhammad Hayyanul Haq.

Dalam kesempatan itu, Dr. Yusuf Ateh menegaskan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan bisnis.


“Cut loss merupakan langkah pemutusan kerugian perusahaan tidak semakin besar. Tindakan ini sah dan dapat dilakukan sepanjang dilandasi niat baik untuk memperbaiki kondisi perusahaan, tidak mengandung unsur mens rea, serta dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Hendro Dewanto menilai sinergi antara Telkom, Danantara, BPKP, BP BUMN, Kejaksaan, dan auditor publik dapat menjadi model best practice baru bagi tata kelola BUMN di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan restrukturisasi Telkom akan berujung pada dua hal: peningkatan nilai perusahaan yang sehat dan efisien, serta terjaganya amanat publik agar tidak ada potensi kerugian negara yang tersembunyi.



Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana juga menekankan pentingnya strategi kepatuhan dalam proses transformasi ini.

“Agar inisiatif ini dapat memberikan dampak positif bagi Telkom, kami menekankan pentingnya penguatan strategi serta pemahaman mendalam terhadap aspek kepatuhan. Dengan demikian, setiap keputusan strategis diambil secara prudent dengan melibatkan pertimbangan dari berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Telkom berkomitmen untuk memastikan seluruh proses streamlining dijalankan secara transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip GRC, dengan koordinasi erat bersama Kejaksaan Agung, BPKP, Danantara, dan Badan Pengaturan BUMN.

Melalui langkah ini, Telkom menegaskan posisinya sebagai strategic holding yang gesit, efisien, dan siap menghadapi tantangan era digital. Tak hanya memperkuat struktur bisnis internal, inisiatif ini juga menjadi bagian dari dukungan Telkom terhadap upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.