Telkom Satukan Regulator dan Industri, Susun Kedaulatan Digital

pada dalam 3 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id— Isu kedaulatan digital kini menjadi salah satu topik strategis yang semakin sering dibicarakan di tengah perkembangan teknologi yang makin pesat. Bukan lagi sekadar soal jaringan internet atau pusat data, tetapi juga menyangkut bagaimana Indonesia memiliki kendali atas data, kecerdasan buatan (AI), hingga sistem keamanan sibernya sendiri.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Forum Kedaulatan Digital Nasional bertajuk "Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat" di Jakarta.

Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, BUMN strategis, pelanggan enterprise, hingga perusahaan teknologi global untuk menyusun langkah konkret membangun fondasi digital nasional yang lebih mandiri.




Berbeda dengan diskusi teknologi pada umumnya, forum ini diarahkan untuk menghasilkan blueprint dan roadmap implementasi yang lebih terukur dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia.

Ada tiga fokus utama yang menjadi pembahasan, yakni Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity.

Ketiga pilar tersebut dinilai menjadi fondasi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital global, tetapi juga mampu mengembangkan dan mengendalikan infrastruktur digital strategisnya sendiri.

"Kedaulatan lahir dari kemandirian kolaborasi strategis teknologi terbaik dunia, jadi kedaulatan ini adalah sebuah keharusan. Yang kami bangun saat ini adalah starting point, dan akan terus bergerak secara inklusif dengan merangkul berbagai pemain digital lokal, seperti startup dan talent-talent potensial," ungkap VP Global Strategic Partnership & Synergy Telkom Indonesia, Arfianto Ramadhian.


Foto: Uzone.id

Ia melanjutkan, "melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi terdepan seperti Huawei, IBM, Oracle, Palo Alto Networks, Cisco, Telkom mengambil tanggung jawab penuh sebagai hub. Kami harap inisiatif ini menjadi satu kesatuan dari hulu ke hilir, aman, dan berdaulat."

Dari sisi industri, Telkom melihat kedaulatan digital kini telah berkembang menjadi isu yang lebih luas dibandingkan sekadar teknologi.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menilai bahwa kemampuan mengelola data, AI, cloud, dan keamanan siber secara mandiri akan menentukan daya saing bangsa di masa depan.

"Kedaulatan digital bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa di masa depan. Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi arsitek masa depan digitalnya sendiri," kata Seno.


Foto: Uzone.id

Menurutnya, langkah ini juga sejalan dengan agenda transformasi TLKM 30 yang sedang dijalankan perusahaan. Dalam strategi tersebut, Telkom tidak hanya berperan sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem digital nasional.

Salah satu inisiatif yang diperkuat dalam forum tersebut adalah AdyaCakra, sebuah sovereign digital stack yang dirancang untuk menggabungkan kapabilitas nasional dengan teknologi global.

Platform ini mencakup berbagai layanan strategis, mulai dari infrastruktur cloud melalui NeuCentrIX dan NeutraDC, solusi AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox, hingga layanan keamanan siber melalui Telkom CSOC dan sovereign threat intelligence.


Lewat pendekatan tersebut, Telkom ingin membangun fondasi digital yang dapat digunakan oleh pemerintah, BUMN, maupun sektor industri strategis dengan tetap menjaga keamanan dan kontrol data di dalam negeri.

Tak hanya melibatkan regulator dan perusahaan nasional, forum ini juga diikuti delapan mitra teknologi global yang menandatangani Intentional Collaboration sebagai bentuk komitmen untuk mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan, pengembangan talenta digital, serta adopsi teknologi baru yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Bagi Telkom, pembangunan cloud nasional, AI, dan keamanan siber bukan lagi proyek jangka pendek. Ketiganya menjadi fondasi penting untuk mendukung target Visi Digital Indonesia 2030 sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan ekonomi digital global yang semakin ketat.

Melalui forum ini, Telkom berharap blueprint dan roadmap yang dihasilkan dapat menjadi acuan bersama bagi pemerintah, regulator, pelaku industri, hingga mitra teknologi dalam membangun ekosistem digital Indonesia yang lebih aman, resilien, dan berdaulat.