Terjerat Dugaan Markup, Gudang Motor Listrik MBG Disegel Kejagung

pada dalam 4 jam - by
Advertising
Advertising

Uzone.id- Nasib pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin tersudut. Setelah heboh soal dugaan penggelembungan harga, kini gudang penyimpanannya resmi disegel oleh pihak berwenang.

Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja mendatangi gudang motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Bogor.

Gak cuma berkunjung, Kejagung langsung melakukan penyegelan terhadap gudang di bawah PT Adlas Sarana Elektrik, yang merupakan anak usaha PT Yasa Artha Trimanunggal.

Langkah tegas ini diambil terkait penyidikan dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun anggaran 2025-2026.




"Kunjungan, untuk mengecek jumlah (sepeda motor listrik, red.) dan menyegel," ungkap Syarief Sulaeman Nahdi, Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung dikutip dariAntara.

Menurut Syarief, aksi ini akan terus dilakukan secara bertahap ke gudang-gudang lainnya.

Sebagai informasi, motor listrik MBG telah diketahui sejak lama menggunakan produk dari merek Emmo Electric Mobility.





Terdapat dua produk Emmo yang dibeli oleh BGN sebagai motor listrik MBG, yakni JVX GT dan JVH Max.

PT ASE adalah pihak yang memiliki fasilitas penyimpanan motor listrik Emmo Electric Mobility di wilayah Sentul dan Citeureup.

Masalah ini bermula dari pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk mendukung operasional MBG yang telah terungkap sejak beberapa bulan lalu.

Kejagung kemudian mengendus adanya praktik mark-up dalam proyek jumbo bernilai Rp 1 triliun ini, padahal seluruh biayanya sudah dibayarkan lunas oleh BGN.




Meski sedang dalam proses hukum, pihak BGN tetap berupaya agar aset yang sudah dibeli tidak sia-sia.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menekankan pentingnya memaksimalkan barang yang sudah terlanjur dibayar menggunakan uang negara.

"Secara keseluruhan bukan cuma motor, semua yang sudah dibelanjakan di 2025, sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan. Kemarin kan sempat ada dibilang laptop dibilang IoT, CCTV dan sebagainya yang memang sudah terlanjur dibayar, dimaksimalkan," jelas Agustina baru-baru ini.

"Secara umum, saya nggak bicara satu-satu si kaos kaki lah, motor lah, apa enggak, tapi prinsip secara umum yang sudah keluar di 2025 karena uang negara sudah keluar harus kita maksimalkan pemanfaatannya," tutupnya.